Dekonstruktif sekali. Belakangan saya agak khawatir dengan istilah "harus dihancurkan." Khawatir sebab belum menemukan cara paling tepat untuk menyelenggarakan hal itu, "setelah revolusi…
Rizki: Ini kutipan dalam tulisan fath yang harus mendapat tekanan lebih: "Kembalikan cinta pada singgasananya bersama hawa di surga, bukan dalam kebiadaban pikiran dan liarnya selera…
Kapitalisme harus diakui telah melampaui produksi. Ia telah menyentuh basis-basis terdalam kehidupan manusia: cinta, hasrat, konsumsi sampai batas-batas DNA kita. Marx pasti heran…
Rizki: Shakespearl cuma satu, Hemingway tidak akan dilahirkan kembali. Demikian pula dengan Gus Dur, Ia gak mungkin dihadirkan kembali. Kita cuma bisa mewarisi jejak mereka,…
Iya, bagus, Anks pasti jepret banyak. Jauh-jauh ke Ijen cuma buat jepret, luar biasa. Banyak yang melihat "sesuatu", tapi gak banyak yang mengabadikan dan mempublikasi. Akhirnya lebih…
Masyarakat sosial lah panggung sosial sesungguhnya. Di dalamnya berbagai lakon dimainkan. Saya kira Bennale Jogja, selain sebagai proses kreatif juga hendak mengatakan itu. Bukan begitu…
subano: Asal jangan copas kejahatannya. Kamu jarang keluar peradaban gitu, makanya sulit dapat akses informasi2 yang dilarang pemerintah. Hehe. Di TB kayaknya masih nyimpan.…
fath: Biennale Jogja seperti mengekalkan seni yang menggugat ya... Sisi lain juga sebagai penegasan betapa seni dan masyarakat. Dengan kata lain. "masyarakat yang menciptakan seni,…
—NEGARA SETENGAH JAJAHAN SETENGAH FEODAL
—BANGSA GILA
—Korupsi, Kesalahan Yang Terus Terulang.
—Bukan Sekedar Obrolan ternyata
—ALIRAN DANA BANK CENTURY (1)
—Menuju Negeri Impian yang Transparan
—Cinta: Cerita Sang Pemuja Selera
—Cinta: Cerita Sang Pemuja Selera
—Gus Dur in Memorabilia: Oalah Gus-gus…
—Bertahan
Ehehehe.. Narsisnya keluar...
—Bertahan
—Dari Biennale Ngjumming ke Kampus
—Mbah
Cetak lagi.
—Melarang Buku George hanya Lelucon
—Feses dan Kejahatan di Balibo
—Pesan Lewat, Aktivis Persma di Fesbuk
—Pesan Lewat, Aktivis Persma di Fesbuk
Bah, saya kutip lagi kalimat itu..
Kemuning mana?
—Cinta, Tak Harus Buru-Buru
—Buku: Ingatan, Tai, dan Amunisi
—Dari Biennale Ngjumming ke Kampus