Fikri Amrullah: iya, agak sepakat. Faktanya masih banyak yang gagap teknologi. Kampus juga gitu. Tapi itu bukan sesuatu yang pantas dirisaukan sih. Maksud saya hal-hal yang ada di sekitar…
Adakah tempat yang tak punya batas? Sejauh ini belum juga saya temukan. Pasti tempat semacam itu tak pernah ada, kecuali jika kita keluar dari waktu dan cuaca, dari ruang. Begitu?
ketoles ARBIMAPALA: Gak ke mana-mana bung. Masih di sini kok. Saya diterjang gempa dan tsunami terus.. Banyak gempa dan tsunami. Bukan hanya di Lisbon 1755 atau Simut 2004. Gempa ternyata…
—Dari Hati yang Paling Dalam; Tulisan Ini Layak Pantau
—Perspektif Pers Kampus
—"Nama saya Fatimah dan saya Ahmadiyah,"
—Dulu, Ketika Sempat Jadi Jurnalis Kampus...
—Baju kerjaku dicuri
—Baju kerjaku dicuri
—persmadotkom
—Sekolah Jurnalistik Online
—Dari Hati yang Paling Dalam; Tulisan Ini Layak Pantau
—Duka Cita Untuk Omi
—Dari Hati yang Paling Dalam; Tulisan Ini Layak Pantau
—Cuaca Berkulit Gelap itu RINDU
—Surga Ani
—Surga Ani
—Surga Ani
—Surga Ani
—HENTIKAN PENINDASAN TERHADAP BURUH MIGRAN INDONESIA
—Batas
—Tuhan di Sekitar Gempa 1 November 1755 (2)
—Pak Beye.