jadi tk enak komen terus, sudah berapa kli saya ktakan saya suka tulisan kamu pak, eehh bung, pangil apa enaknya ini hee mas sjalah biar keliatan lbih sopan. heeee saya juga pernah…
heeee saya tegaskan sekali lagi sya suka tulisanmu pak. tapi juga itu pak, saya g sempat ke makam pak karno anda cerita pak, boleh dong saya juga sedikit bercerita, hee, begini ceritanya…
saya katakan: seorang pencari sponsor, di visi magang, atau yg lain apalah itu namanya, apakah bisa di sebut seorang persma, saya jelaskan, bisa. namun sangat ironis bila seorang persma…
—“Bencana” Bagi Pengemis
—Komunikasi (salah satu) Penentu Kekuatan Organ
gtu saja kok repot
—Mojok Sejenak di Bulan Puasa
—Diskriminasi Pendidikan Terulang Kembali
—Insiden tentang Tuhan
saya lupa apa arabnya itu dancuk
tapi bila d ucapkan waktu suka itu baik dan sbalknya
—Kalau marah jangan diambil hati
—Punya Otak Tapi BEGO
—Kalau marah jangan diambil hati
—Punya Otak Tapi BEGO
—Di Sebuah Kedai Kopi, Di Malam Itu.
—Di Sebuah Kedai Kopi, Di Malam Itu.
—Public Figure, Juga Manusia, Dan Peran Media.
—Nikmatnya Jika Sedang Ereksi
—Di Sebelah Makam Soekarno (Chapter 2)
itu realita, dr bribu fansnya
heeeee y jujur saya akui itu
—Public Figure, Juga Manusia, Dan Peran Media.
—persma mandul
—Publik Figur, Masyarakat dan Pihak Berwenang
—Di Sebelah Makam Soekarno (Chapter 2)
—Di Sebelah Makam Soekarno (Chapter 1)
—persma mandul