selalu ada ambivalensi pada suatu hal. justru kalo aq pribadi menganggap "ketidakkonsistenan" atau " kontradiksi" (dalam bahasa kawan Malang) itu warna... walau konteksnya lirik dan…
banyak cara kawan! jangan deterministik lah. memangnya dulu yang demo ga matengin konsep dulu? baca, diskusi, transformasi ideologi dulu? kalo sekadar demo ya mending tidur aja. banyak…
pasca 98, sampai sejauh yg q tau, itu semua masih harapan. haha, masih ingat legenda dewa narsisius? dewa yg senang sekali bercermin dan bangga pada dirinya sendiri? semoga (lagi)…
dulu sekali (sampe sekarang?), ada perdebatan klasik para seniman dan pengamat perihal musik yang eksoteris dan esoteris. kaum eksoteris menganggap musik (dan proses seni lainnya)…
yang paling mengganggu q ketika membaca tulisan ini adalah deretan pertanyaan pada paragraf 2 dari bawah, Anda ini mau ngajak orang berfilsafat (atau belajar filsafat) atau malah mewakili…
—"Jatuh Cinta Itu Biasa Saja"
demi kemanusiaan.
—Edi; Gejolak dalam Penjara
—"Jatuh Cinta Itu Biasa Saja"
—Curhat Dari Pemredku....(ketika editing)
hehe..
selamat lah.
—Matinya inovasi bentuk ponsel
tidak lebih.
haha,
emosional sekali kita semua.
—BRENGSEK!!!
haha.
tulisan yg aneh.
—PENGENYAHAN BUDAYA MENULIS
—Dilematika Mahasiswa dan Demokrasi
ilahi?
benar?
sudah hilang ditelan mesin2 kok.
—SUFI BERCINTA
—Sinetron Apakah Mendidik Untuk Ditonton
—apa itu arti kata hidup bagimu?
—Belajar itu Wajib atau Belajar itu Hak?
—PEMBALAKAN KREASI MAHASISWA
—Booming-nya 'Musisi Lelucon' di Indonesia
itu saja.
—" Demokrasi Menangis "
—Hati dan Harga Diri
ini kearifan lokal negara asia-afrika-amerika latin.
—BONEK, Bondo Dengkul Untung Sak Wakul
haha....
no comment lah selain itu.
—Booming-nya 'Musisi Lelucon' di Indonesia
—Belajar itu Wajib atau Belajar itu Hak?
hahaha....
ga nyangka kalo awak persma ternyata lebih narsis daripada yang lain.
semoga tidak terlena kawan.
—PEMBALAKAN KREASI MAHASISWA