Komentar si berang-berang

si berang-berang si berang-berang Minggu, 14 November 2010 20:03
bu kancit: anda sekali lagi terjebak logical fallacy. menyerang penulisnya bukan tulisannya, sayang sekali.

Junok
si berang-berang si berang-berang Minggu, 14 November 2010 20:01
sudahlah, berhenti saling merendahkan diri, kita sama2 tahu kalau kita saling belajar. lama-lama makin menggelikan. langsung ke isi saja, masalah berpihak-tidak-berpihak, itu tergantung…

“Gerakan Mahasiswa : Mau dibawa kemana?” -sebuah refleksi kritis gerakan mahasiswa–
si berang-berang si berang-berang Jumat, 8 Oktober 2010 01:39
^_^
tulisan ini menenangkan, cuma sepertinay melibas konteks ya?
kalau misal, ada yang tidak mau beragama bagaimana?
apa masih boleh jadi warga negara RI?

Korban Keberagaman
si berang-berang si berang-berang Jumat, 8 Oktober 2010 01:36
coba tengok ke konsepsi Locke seputar 'muasal negara'. dia sama2 naturalis seperti Hobbes tapi beda titik tolak. mungkin bisa mengantisipasi kesalahpahaman tuisan ini tentang 'individualisme.'…

Delegitimasi Negara dan Fenomena Barbarisme
si berang-berang si berang-berang Jumat, 8 Oktober 2010 01:34
ini pasti untuk diskusi menyambut mahasiswa baru ya.
semangat lah.
setelah itu melangkah ke esensi ya.

“Gerakan Mahasiswa : Mau dibawa kemana?” -sebuah refleksi kritis gerakan mahasiswa–
si berang-berang si berang-berang Selasa, 3 Agustus 2010 01:51
gak nyambung, 4 paragraf terakhir maksa.

Suatu sore di Kereta Laju
si berang-berang si berang-berang Sabtu, 31 Juli 2010 10:08
walah aku memang orang desa pesisir kok, dalam arti geografis kali anda tepat sekali, hehehe. kalau tidak salah anda juga sering menggunakan chomsky ya, berarti cuma anda yg boleh…

G20: Pintu yang tertutup = Jendela yang hancur
si berang-berang si berang-berang Sabtu, 31 Juli 2010 09:59
hehe, aq sepakat hidup itu unik kawan, nah karena itu tidak sepakat, dalam banyak hal tidakuniversal. memang bisa dibuat mudah dan sederhana, tapi justru pertanyaan2 paling sederhana…

Eksplorasi tanpa titik Basi
si berang-berang si berang-berang Sabtu, 31 Juli 2010 09:54
elly: owh iya belum tak bales li, sori2..

Surat Cinta Untuk PPMI dan Berbagai Kecenderungannya
si berang-berang si berang-berang Sabtu, 31 Juli 2010 03:23
haha, kalau arah komennya tidak ke personal, aq juga suka. gini maksudq, sekalian klarifikasi: untuk jawab yang 'Pandangan mereka (anarkis) lebih kepada suatu pandangan filosofis politis…

Eksplorasi tanpa titik Basi
si berang-berang si berang-berang Kamis, 29 Juli 2010 19:49
aq boleh komen2 dikit ya, “Saya adalah seorang anarkis bukan karena saya percaya dengan anarkisme, tapi karena saya percaya bahwa tidak ada suatu tujuan akhir.” —Rudolf Rocker…

Eksplorasi tanpa titik Basi
si berang-berang si berang-berang Kamis, 29 Juli 2010 19:30
aq pikir, yang paling penting sekarang menyelamatkan teropong. itu saja. langkah2 konkritnya, ppmi jogja kan dipenuhi orang2 paham hukum, terus berjuang dengan mata dan ati terbuka…

Oknum kriminal, LPM Teropong terancam dibredel
si berang-berang si berang-berang Kamis, 29 Juli 2010 19:25
prima: kali ini kmu benar2 keterlaluan padaku. kmu pikir kapasitas otakq tidak sempit tho? ck ck ck. padahal aq baru aja tau kalo punya otak. rizki: jabatan itu barang mewah bung,…

Surat Cinta Untuk PPMI dan Berbagai Kecenderungannya
si berang-berang si berang-berang Rabu, 28 Juli 2010 19:57
tulisan ini layak masuk 17tahun.com
hahaha...

Menuju Jember!*
si berang-berang si berang-berang Rabu, 28 Juli 2010 19:49
kalo kertas lotrenya ditulis nama orang ini semua gimana?
haha

Sang Terminal kultural
si berang-berang si berang-berang Rabu, 28 Juli 2010 19:48
kmu selalu saja berada di tepi konteks.

Surat Cinta Untuk PPMI dan Berbagai Kecenderungannya
si berang-berang si berang-berang Rabu, 28 Juli 2010 19:47
huahaha... sebelumnya maaf, aq ga pernah paham dengan satu -isme pun. anarkisme,di dalam tulisan ini,plus komen diatas tereduksi maknanya menjadi anarkisitas,hanya semacam aktivitas…

G20: Pintu yang tertutup = Jendela yang hancur
si berang-berang si berang-berang Selasa, 27 Juli 2010 03:05
mungkin kalau ada pemilu untuk Tuhan, saya pilih orang ini. prima: ada performative language ada informative language. Selama masih dalam batas 'dapat-dipahami' aku pikir gak masalah…

Sang Terminal kultural
si berang-berang si berang-berang Selasa, 27 Juli 2010 02:52
haha...
ada dua cara untuk melepaskan diri dari konteks,
yang pertama terus belajar,
yang kedua terus menyerang secara personal.

Mengail Pelajaran dari Marxis(me)
si berang-berang si berang-berang Selasa, 27 Juli 2010 02:49
Belanda hari ini menolak filosofinya sendiri...
haha.


Total "Anarchy" Football