TELAAH NILAI KEPAHLAWANAN DALAM MASA KEPEMIMPINAN SBY, SEBUAH KRITIK KONSTRUKTIF TERHADAP PEMERINTAHAN 0

Rabu, 16 Nov '11 11:51

Kepada mereka yang masih mempertanyakan arti penting peringatan Hari Pahlawan, kiranya perlu - dengan sabar, namun tegas - dijawab : Sangat perlu, karena amat penting!!! Justru karena situasi negara dan bangsa sudah begini bobrok dewasa ini, maka kita semua perlu mengangkat tinggi-tinggi jiwa agung dan revolusioner yang terkandung dalam Hari Pahlawan. Namun, supaya lebih jelas lagi, perlu pula ditegaskan bahwa Hari Pahlawan ini harus kita rayakan dengan cara-cara dan semangat yang baru, yang berbeda dengan yang selama ini dilakukan oleh orang-orang sebelum kita, saat ini yang menjadi kajian kita ialah sosok kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono AC, pria yang lahir 9 September 1949 adalah seorang politikus Indonesia dan pensiunan jenderal Angkatan Darat yang telah menjadi Presiden Indonesia sejak 2004. Yudhoyono memenangkan pemilihan presiden tahun 2004, mengalahkan incumbent Presiden Megawati Soekarnoputri. Dikenal luas di Indonesia dengan inisial namanya "SBY", ia disumpah pada tanggal 20 Oktober 2004, bersama-sama dengan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Dia mencalonkan kembali dalam pemilihan ulang pada 2009 dengan Boediono sebagai pasangannya, dan menang dengan mayoritas langsung dari suara dalam putaran pertama pemungutan suara, ia disumpah untuk masa jabatan kedua pada tanggal 20 Oktober 2009. Hal pokok menelaah kinerja sang presiden selama dua periode kepemimpinan dikaitkan dengan nilai kepahlawan sang jendral merupakan hal yang baru buat kita sekalian.
Prahara kembali menghantui bangsa ini, Krisis kepercayaan public terhadap kepemimpinan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini merupakan wujud demokrasi gagal seperti yang tengah dijalankan oleh Bangsa Indonesia yang kita banggakan. cerminan nilai-nilai kepahlawan seorang pemimpin bangsa Indonesia tidak lagi memantulkan aura positif yang ditimbulkan dari kepemimpinannya. Setelah berkali-kali badai menghembus menerjang di 2 (dua) massa periode kepemimpinaan Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Perlu bagi kita menganalisa sejauh mana nilai kepahlawanan yang dituangkan oleh SBY terhadap tugasnya sebagai presiden diperiode kedua menjabat dan mencarikan solusi dalam penyelesaian sengketa moral yang hilang dalam diri bangsa.
Dari beberapa program kerja yang dicanangan oleh presiden yang lebih menonjol selama ini bukanlah hasil dari programnya melainkan aktivitas orang-orang yang dekat dengan kepemimpinannya mencoreng nama baik sang presiden. Proses penyelesaian kasus misalnya, apakah yang dilakukan oleh legislative, eksekutif dan birokrasi pemerintahan sesuai dengan standar oprasional prosedurnya atau hanya sebagai pelengkap syarat untuk menjadi Negara. Sehingga kasus dan persoalan yang membelit terombang-ambing dilautan kisruh kondisi bangsa yang tidak jelas, dampak biasnya terjadi pada masyarakat, kondisi social ditingkat paling bawah struktur negara memprihatinkan, banyak warga ditembaki oleh aparat, rakyat miskin semakin meningkat, pengangguran merajalela dan banyak lagi kasus social yang ditutupi lewat tayangan media. Hal yang paling ironis dengan melihat kondisi berbeda dihadapi oleh pengusaha dan pejabat korup yang semakin jelas bahwa apa yang dilakukan itu salah. Contohnya saja, makelar kasus (markus), bank century, lumpur lapindo, wisma atlet, kasus freeport dan berbagai kasus lain yang seringkali menghiasi layar media di televise public saat ini. namun hal tersebut tidak menggoyangkan SBY dari kursi kepemimpinan sebagai orang nomor satu di pulau nusantara ini.
Berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia merupakan cambuk yang perlu diselesaikan secepat mungkin, saat ini masyarakat membutuhkan sosok kepahlawanan dalam diri SBY, untuk kemudian merubah paradigm masyarakat terhadap dirinya, sehingga pernyataan tidak percaya terhadap SBY itu bisa hilang. Agar pelaksanaan kepemerintahan berjalan dengan baik dan mendapat restu dari rakyat.
Kalau hal tersebut diatas dapat dipahami sebagai tolak ukur untuk melakukan perubahan, maka kinerja SBY dapat berjalan dengan baik apabila perubahan signifikan dapat dilakukan, disinilah pentingnya prioritas kebjiakan yang dilakukan oleh pemerintahan SBY, karena prioritas kebijakan adalah hal yang sangat menentukan efektivnya pemerintahan itu. Kompleksitas masalah yang ada didalam masyarakat dan bangsa tidaklah mungkin ditangani secara serentak dan seragam. Oleh karena itu, SBY menetapkan apa yang harus didahulukan dan biasanya didasarkan kepada pertimbangan kebutuhan yang mendesak.
Lalu, apa yang harus dilakukan oleh SBY? Pertanyaan selanjutnya timbul, ibarat pahlawan bertopeng dalam serial kartun sincan dapat menjadi contoh, namun itu bukanlah hal kongkrit yang kemudian segera dilakukan, yang perlu SBY dan kroni-kroninya lakukan ialah pembenahan disegala struktur tatanan Negara ini. Moral bangsa yang selama ini tergadaikan perlu dikembalikan dengan kerja-kerja kongkrit yang nyata dalam penyelesaian kasus. Hal itu dapat dilakukan seperti pembangunan jalan, pengembangan industry, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan yang paling urgent ialah penuntasan kasus yang melibatkan orang-orang dekat dari kepemimpinannya terutama kasus yang membudaya yakni korupsi. Bukan hal mustahil ketika itu mampu dilakukan, masyarakat akan mengagumi dan mengangkat SBY sebagai pahlawan akan tetapi ada hal-hal yang juga menjadi pertimbangan ketika SBY tidak mampu melakukan itu perlu diwaspadai.
Oleh karena itu, orientasi pembenahan sistim politik, sistim ekonomi, dan sistem sosial budaya yang tercermin dalam sistim hukum yang berlaku saat ini sangatlah penting untuk dilakukan oleh SBY sebagai pemangku tertinggi agar dapat menyediakan ruang pengabdian yang sebaik-baiknya bagi bangsa kita di masa depan guna mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta guna mencapai empat tujuan nasional kita, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
Mencari sosok Pahlawan saat ini tidaklah muda banyak harapan bagi masa depan bangsa. Tugas kita semua adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa kita di masa depan. Estafet kepemimpinan di semua lapisan, baik di lingkungan supra struktur negara maupun di lingkup infra struktur masyarakat, terbuka luas untuk masa kini. Namun, dengan tertatannya sistem aturan yang di bangun oleh SBY menjadi nilai luhur kepahlawan apabila hasilnya berbuah manis sehingga kita sebagai generasi bangsa akan melanjutkan dan lahir sebagai pahlawan yang berjuang untuk rakyat.


Tag: Hanya Sebuah Pendapat

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat