What Is Idealism..???!!! 1

Rabu, 9 Nov '11 11:34

What Is Idealism..???!!!
Udara diluar cukup dingin, kebetulan Kota Palu tanah kelahiranku saat ini diguyur hujan, dimulai sejak selesai azan magrib sampai dengan tulisan ini belum juga rampung hujan enggan turun deras, mungkin malu pada alam, sedangkan disituasi yang berbeda kipas angin kecil terus berputar tepat dihadapanku, namun hal itu tidak menggangu aktivitasku untuk merangkai kata-kata. Yah malam idul kurban, saat jemaah haji yang kini berada dikota suci menunaikan rukun islam yang kelima saya disibukkan menulis tulisan yang tidak jelas maksud dan tujuannya, paling tidak sedikit pengantar buat mahasiswa yang acap kali berkoar-koar menyuarakan kepentingan atas nama rakyat dengan label idealism. Maka kemudian alasan itulah yang menjawab pertanyaan yang belum sempat terjawab sampai dengan hari ini.
Awal dari lahirnya kepentingan idealism mahasiswa di Indonesia dimulai sejak zaman ini belum merdeka, tuntutan mahasiswa dan pemuda yang ingin melakukan perubahan adalah kunci sukses lahirnya idealism sampai dengan sekarang. Dan hingga saat ini idealism diagungkan bagaikan kekuatan dan senjata dalam menyuarakan aspirasi. Dengan melihat realita pribadi mahasiswa, dapat dikatakan merupakan satu dari sekian banyak buah pikir yang seharusnya dipahami mahasiswa itu sendiri, sehingga implementasi gerakan dari hadirnya mahasiswa yang acap kali mengatasnamakan rakyat tidak lagi main-main untuk satu hal itu. Saat ini mahasiswa berbicara masalah idealism akan tetapi idealism seperti apa dulu yang mewakili pemikiran mahasiswa.
Dilihat dari Pengertian dan makna Idealisme memang luas. Idealisme itu sangat penting selama dijalankan dengan tidak egois dan arogan. Idealisme sebenarnya memang terdapat di berbagai aspek kehidupan, karena memang pengertian idealisme adalah suatu pemikiran, ide, dan logika yang menuju ke arah ideal. Muncul beberapa pertanyaan ketika berbicara masala pribadi Siapa yang tidak ingin ideal ? kehidupan yang lebih baik ? jika idealisme mati maka kehidupan pun pasti mati. Untuk itu kemungkinan terbesar apa yang disuarakan mahasiswa adalah murni idealism sehingga tidak takut dalam melawan penindasan yang tidak lagi ideal dalam kehidupan saat ini.
Disatu sisi yang berbeda mahasiswa dapat pula melenceng dari pemahaman yang sesungguhnya tentang idealisme, banyak mahasiswa yang lahir dengan menyuarakan idealism tetapi tidak memahami substansi dari kata idealism itu, misalnya saja ada mahasiswa yang berbicara tentang korupsi akan tetapi iya melakukan itu dengan merampas uang yang bukan miliknya, mahasiswa berbicara tentang pelanggaran Ham tetapi tidak lagi memahami hak-hak yang sesungguhnya juga dilanggar oleh mahasiswa dan mahasiswa berbicara tentang kesejahterakan rakyat tetapi kemudian bingung bagaimana melakukan hal untuk mensejahterakan rakyat.
Banyak kata yang menyiratkan tentang pengertian Idealisme misalnya kata perubahan, terlepas dari apakah perubahan itu baik atau buruk tergantung mahasiswanya saja menjalankan. Sebagai contoh idealisme positif, apa yang dilakukan Martin Luther menentang gereja Katolik Eropa? Banyak orang ketika itu mencemoohnya sebagai orang yang idealis dengan menafikkan kenyataan-kenyataan di lapangan dan keamanan hidupnya sendiri. Namun dengan kekuatan idealisme yang luar biasa akhirnya Martin Luther mampu melahirkan gerakan reformasi (pada masa itu) dan tetap bertahan hingga hari ini, kalau dibandingkan dengan kekuatan Martin Luther apakah mahasiswa atau pemuda saat ini mampu bertahan dengan idealismenya seperti yang dilakukan mba luther, mustahilah menurut saya.
Ada contoh terburuk, yang dilakukan oleh Adolf Hitler dengan memanfaatkan idealismenya. Dengan keyakinan atas buruknya kaum Yahudi dan Komunisme, dia bisa menjadi penguasa Eropa dan membinasakan kaum Yahudi dan Komunis. Padahal ketika zamannya ketika itu, korporasi Yahudi dan dominasi politik komunis begitu kental dilingkungannya sehingga pada awal-awal perjuangannya Hitler justru lebih banyak mendapat hinaan dan cemooh ketimbang dukungan. Tentu saja contoh buruk ini jangan ditiru karena justru merupakan kemunduran dalam peradaban manusia.
***
Selain Udara diluar begitu dingin, lantunan takbir berkumandang menembus ruang telingaku, mengajakku sedikit membayangkan para pemimpin dimasa yang berbeda memanfaatkan idealismenya Sebutlah semua pemimpin besar dunia: Mahatma Gandhi, Mother Teressa, Aung an su kyi, Che Guevara, Soekarno, Julius Caesar, Socrates dan masih banyak pemimpin besar dunia lainnya yang penuh dengan idealisme-idealismenya walaupun kadang hal itu menjadi faktor utama berakhirnya hidup mereka, kita sebagai mahasiswa jauh dari penentu kebijakan dan berharap dapat mengurai idealism dalam bingkai keberagaman hidup, memungkinkan untuk tetap bertahan namun kemudian sampai dimana idealism itu kita pertahankan, Socrates contohnya: dia bersikukuh bahwa pemerintahan demokrasi Athena pada kala itu adalah pemerintah yang busuk dan korup. Walaupun banyak kerabatnya dan murid-muridnya yang membujuknya agar tidak terlalu idealis dengan keyakinannya karena akan membahayakan nyawanya, dia tetap saja lantang menentang demokrasi Athena. Walhasil, senat Athena memerintahkannya menenggak racun sebagai bentuk hukuman mati atas penghinaannya kepada senat, dan matilah Socrates dalam memperjuangkan idealismenya. Kasian seorang Socrates tewas akibat idealism dipertahankan.
Maka untuk membandingkan kondisi saat ini dan dulu ketika perang terbuka berkecamuk diberbagai belahan bumi. dapat disimpulkan bahwa semua orang atau pemimpin besar di bumi ini pada awalnya selalu mempunyai idealismenya sendiri yang pada akhirnya menghantarkannya kepada kesuksesan. Atau mungkin jika ingin menggunakan pembuktian terbalik: coba anda carilah pemimpin atau orang besar dunia yang tidak punya idealisme, itupun kalau anda bisa menemukannya.
Idealisme adalah sumber perubahan. Perubahan terjadi karena tidak adanya kepuasan terhadap kondisi terkini, perubahan terjadi karena ada "kesalahan" atas suatu hal, perubahan dapat dilakukan hanya bila ada keberanian, dan keberanian untuk melakukan perubahan merupakan implementasi nyata dari idealisme. Berawal dari situlah ketakutan penulis untuk berbicara dan mengaplikasikan kata idealism dalam perjuangan pergerakan, namun tak dapat dipungkiri sebagian besar perubahan tercipta karena adanya idealism yang kuat untuk tetap dijalani semoga saja kita masuk dibagian yang memiliki idealism murni untuk perubahan.[]

 

 

 

 


Tag: idealisme

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Luki 2 suka | 0
Idealisme
Idealisme adalah Nicholas Saputra dibungkus jaket almamater UI, membaca puisi, dan digilai remaja putri dan mahasiswi
Idealisme adalah lukisan post-modernist neo avant-gardism yang diperdebatkan dengan sengit oleh kurator dan kritikus
Idealisme adalah harga Burberry di mata paris hilton dan harga operasi plastik di dada Pamela Anderson
Idealisme adalah sumpah jabatan untuk hakim, pengacara, dan walikota
Idealisme adalah belasungkawa untuk Steve Jobs dan sepatah kata “Oh” untuk bayi-bayi di Afrika
Idealisme adalah Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band untuk telinga yang cuma kenal receh tutup botol di lampu merah
Idealisme adalah kau bicara A, dia bicara B, mereka bicara C, dan tak satu setan pun yang mengerti dan mendengarkan
Idealisme adalah ketika kau kritik presidenmu tapi bungkam kalau dekan ancam DO atau dosen absen hingga lima kali
Idealisme adalah busa liurmu ketika berdiskusi dan orasi lalu kau tekuk, kau buang, dan kau lupakan
Idealisme adalah kemenyan:harum, abstrak, tak berbentuk, kabur, mengawang-awang lalu hilang

Silahkan login untuk memberikan pendapat