Indonesia: Negara Yang Bukan-Bukan 0
Minggu, 30 Okt '11 06:31
Oleh: Adang Saputra*
Indonesia adalah negara yang tidak jelas (absurd). Jika meminjam istilah biologi, maka negara Indonesia adalah negara yang tidak jelas kelaminnya. Indonesia ini berjenis kelamin laki-laki atau perempuan? Namun bukan itu -laki-laki atau perempuan- yang dimaksud dalam tulisan ini, akan tetapi penentuan jenis negara yang ditandai dengan sebuah identitas nantinya.
Meski dikatakan bahwa pancasila merupakan identitas nasional negara Indonesia, namun apakah identitas tersebut benar-benar menghantarkan pada kejelasan jenis kelamin negara ini? Jangankan untuk menghantarkan pada kejelasan jenis kelamin, wong pancasilanya sendiri perlu dipertanyakan kejelasannya.
Secara teoritis, pancasila memang berfungsi sebagai identitas bangsa. Sebab pancasila bukan milik siapa-siapa, tetapi milik bangsa indonesia. Identitas berarti suatu ciri atau tanda (sign) guna menunjukkan pada kejelasan sesuatu untuk dikenal dan diketahui. Lima butir pancasila adalah nilai universal yang menjadi tanda bangsa ini, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dikatakan pula bahwa pancasila merupakan falsafah bangsa. Falsafah berarti pondasi atau landasan. Dalam sebuah struktur bangunan, yang dikatakan pondasi letaknya di bawah menjadi dasar bangunan tersebut, tidak di tengah ataupun di atas. Sehingga pancasila berfungsi sebagai landasan atau dasar hidup bangsa ini. Artinya, bangsa ini berjalan dalam kehidupannya di atas nilai universal tersebut, pancasila.
Di lain sisi, pancasila dikatakan sebagai perekat atau pengikat budaya. Bangsa Indonesia dikenal dengan keragamannya, baik budaya, agama, bahasa dan aspek lainnya. Maka dalam hal ini keragaman tersebut dipersatukan oleh pancasila. Plural pasti memuat suatu perbedaan. Meski berbeda namun tetap sama dalam satu kesatuan bangsa (Bhineka Tunggal Ika).
Selain itu, pancasila juga dipandang sebagai pandangan hidup bangsa. Sebagai nilai universal tentunya memuat suatu nilai yang dapat mengarahkan akan dibawa kemana bangsa ini dan bagaimana bangsa ini melakukan perjalanan hidup ke depannya. Pancasila merupakan rel bangsa.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah dalam tataran aplikasinya pancasila telah benar-benar berfungsi sesuai dengan apa yang menjadi ideologi-teoritif-nya?
Indonesia Bukan Negara Sekuler
Sekuler berarti bersifat keduniaan atau kebendaan. Negara sekuler berarti negara yang memisahkan urusan kenegaraan dengan urusan agama. Sebab urusan kenegaraan dianggap sebagai perkara yang sifatnya keduniaan dan tidak boleh ada campur tangan pihak agama. Agama hanya mengurusi hal-hal ke-ukhrawi-an saja. Di dalam negara sekuler, sekat pemisah antara urusan kenegaraan dengan agama tampak jelas sekali. Seakan terdapat dua kubu yang memang fokus mengurusi urusannya masing-masing.
Indonesia Bukan Negara Agama
Negara agama adalah negara yang melandaskan segala sesuatunya pada suatu agama. Islam, Kristen, Hindu, Budha atau Konghucu misalnya. Indonesia memiliki banyak agama besar di dalamnya. Namun negara ini tidak melandaskan segala urusan kehidupan negaranya, baik itu sosial, politik, hukum atau ketatapemerintahannya pada satu agama. Meski mayoritas masyarakat negara ini adalah muslim, namun agama (baca: ajaran) Islam bukanlah sebagai genre dari negara ini misalnya.
Indonesia Bukan Negara Pancasila
Mungkin orang tidak terima dengan sub judul ini, apalagi orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai pancasilais. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, secara teoritis negara ini (menganggap dirinya) adalah negara pancasila. Tidak salah memang. Sebab, pancasila hanya milik negara Indonesia. Namun pada tataran aplikasinya, sudahkah mencerminkan negara yang pancasila?
Jika melihat realita, nampaknya jauh sekali bahkan tidak pas negara ini dikatakan sebagai negara pancasila.
Indonesia Bukan Negara Demokrasi
Inti dari demokrasi adalah kesejahteraan rakyat. Tidak usah jauh-jauh melandaskan teori demokrasi pada suatu teori yang tidak jelas maknanya, pancasila adalah satu bentuk teori demokrasi yang komprehensif. Jika pada tataran aplikasinya nilai-nilai pancasila benar-benar terpenuhi dan terealisasi, maka demokrasi akan menjadi sebuah kelamin negara ini.
Melihat realita bangsa yang kacau di segala dimensinya, terutama hukum dan politiknya, maka Indonesia adalah negara yang tidak jelas. Bukan sekuler, bukan agama, bukan pancasila, bukan demokrasi, bukan pula negara hukum. Hukum yang bagaimana yang hendak dijadikan genre negara tersebut, hukum yang bukan-bukan pulakah? Sehingga Indonesia adalah negara yang bukan-bukan.
*) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Tag: Mahasiswa, pemerintah, masyarakat umum
Terkait:
-
Islam Indonesia Moderat?
Minggu, 30 Okt '11 06:05 -
Ancaman Fundamentalisme Ganda
Jumat, 21 Okt '11 12:02 -
Mahasiswa Bukanlah Suatu Entitas Homogen
Sabtu, 31 Mar '12 23:27
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Defy Arbimapala: Perlu
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat