Bacaan Liburan: Tentang Saya dan Jurnalistik... (2) 0
Senin, 29 Agu '11 23:33
Saluran lain untuk belajar? Bekerja. Sejak kuliah saya harus bekerja untuk bantuin bayar uang kuliah dan keperluan lainnya, karena keluarga saya agak seret kalo urusan duit hehehe.. Mulai dari mas-mas buang sampah, cuci piring di restoran, jadi pelayannya, bagiin flyers promosi di depan escalator mal, sampe jaga toko kaset saya jalanin aja lah dengan serunya ;p dan hebatnya semuanya ngasih pelajaran penting tentang ilmu komunikasi; gimana cara memahami kebaragaman, menentukan keberhasilan kita (orang media) untuk memproduksi konten yang tepat.
Saya baru berani nyoba kerja di media massa beneran setelah masuk smester2 akhir. Saat itu saya diterima di majalah gaya hidup pria dewasa ;p ckckck.. lingkungannya keren sih, asik, dan bisa belajar kerja jadi jurnalis beneran hehehe. Dari situ juga, saya akhirnya ikutan lomba dan dapet juara harapan dua kalo gak salah, hadiahnya? Training pemberitaan di Balai Diklat TVRI selama tiga bulan! Asiiikkk.. saya pamit dari majalahnya, dan fokus ikut pelatihan ini ;p
Lepas dari situ, saya bekerja lagi, tapi pindah-pindah, di majalah bisnis, trus tabloid properti, trus penggarapan in-house magazine untuk beberapa perusahaan. Eh, tapi catat ya, saya pindah-pindah bukan karena bosan, tapi strategi hehehe. Setiap masuk kerja, ada yang saya kejar, begitu dapat saya cari medan lain untuk memenuhi kebutuhan lainnya; yang nentuin dapet nggaknya yaa saya sendiri, ini kan karier saya! Yaa gitu sih cara saya :D
Trus, ngeliat pertumbuhan internet dan teknologi komunikasi dan informasi semakin pesat, saya pindah ke situs berita online terbesar di Indonesia, saat itu hehehe... tujuannya, saya pengen belajar dari pelopor dan yang terbaik di bidangnya. Nyaris setahun, saya resign lagi, dan pindah ke sebuah harian yang enak dibaca dan perlu ;) cukup belajar disitu, saya pindah lagi sebuah majalah kontroversial hehehe...
Tiga tahun mondar-mandir di media cetak, saya beruntung bangett karena lolos seleksi untuk memperdalam ilmu komunikasi lebih jauh lagi, di luar jurnalistik; kesempatannya bagus, so why not!? Saat itu saya diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk bekerja di Walt Disney Co., bidang pekerjaannnya di bawah departemen komunikasi, dan fokus ke urusan customer relations dan activation. Saya shock, karena harus ngebayangin keluar negeri, soalnya nggak pernah sama sekali keluar dari Indonesia; lah wong, keluar Jakarta aja jarang, kecuali mudik dan liputan -_-' tapi saya inget2 lagi, bahwa inilah yang saya inginkan sejak di masuk persma dulu, berkarier di bidang komunikasi secara total! Maka, saya kemasi koper dan berangkat, dengan modal nekat!
Hampir dua tahun kerja untuk Mickey Mouse dan sempat training news broadcasting di CNN juga (seperti foto di artikel ini hehehe), saya kembali ke Indonesia, dan sempat bekerja urus marketing communications di sebuah perusahaan asing bidang minyak; lucunya tiga bulan masa percobaan saya dipecat karena masuk daftar pemangkasan pegawai saat krisis ekonomi global. Untungnya, saya langsung mendapatkan kesempatan bekerja di majalah, di sebuah grup besar yang konon besar namanya hehehe... Dua tahun sebagai editor di majalah itu, dan merasa nyaman, saya berpikir dan memutuskan untuk kembali "pergi" dan mengeker ceruk lain --tetap di wilayah ilmu komunikasi.
Tak lama berselang, saya bekerja di sebuah perusahaan yang saya pikir akan sangat potensial di masanya nanti, sebagai orang yang ngurusin komunikasi brand dan campaign strategy :) semua ini perjalanan yang masih jauh dari selesai; dan kebutuhan belajar masih jauhh dari cukupp!
Saya sharing cerita ini, karena saya berasumsi bahwa kebanyakan teman-teman di persma.com adalah anggota pers mahasiswa atau pernah di organisasi persma di kampusnya masing-masing; mungkin juga banyak yang ambil jurusan jurnalistik. Lewat cerita pengalaman yang sebetulnya biasa aja ini, saya mau bilang bahwa (kalo asumsi tadi bener yaa) lo ada di jalur yang tepat! :) Bidang ini menjanjikan banyak banget harapan dan peluang kok.
Percaya nggak, sekarang ini yah, banyak banget perusahaan yang nyari orang dengan latar belakangan profesional di media massa; kenapa? Karena orang-orang dengan latar belakang profesional di media massa ini paham konten; termasuk mengerjakannya dan membuatnya dengan keren! Dan industri sekarang haus akan menciptakan konten, karena? Publik kebanyakan juga haus akan konten! So, content is a good business tool; jadi, peluangnya sangat terbuka.
Jalanin dengan seriuss deh! Buat para mahasiswa, pengalaman di persma akan jadi SESUATU banget kalo kalian bener-bener serius belajar dari situ; dan mungkin nggak harus sempit mikir, bahwa ambil jurnalistik sama dengan harus jadi jurnalis seumur hidup; kalo pun iya mah kerenn! Tapi kalo nggak, kalian harus tahu kalo kesempatan dan peluang jurnalis untuk berkembang di banyak bidang itu terbuka bangett! Karena bidang ini kerennn bangett, dan give whatever it takes to build a career.
Ada beberapa hal lain yang juga sangat menentukan; attitude! yaa perilaku dan karakter positif, bagian ini somehow penting banget, dan saya sih ngerasain manfaatnya yaa.. Mungkin karena saya nggak pinter-pinter amat, jadi yaa mikirnya sebisa mungkin jadi orang yang menyenangkan aja hehehe (ini agak narsis sih ;p) Tapi benerann!
Hal lain yang penting juga, dari salah satu nasihat pesimis di awal saya mau ambil studi jurnalistik adalah jangan terlalu mikirin duit banget deh! Ini agak susah sih hehehe, tapi kalo ngerti maksudnya dan dapet selanya, wahhh dahsyatt!
Nggak munafik yaa, saya ini tumbuh dari keluarga yang yaa pas-pasan banget lah, masa muda saya juga gitu, baru bisa punya motor aja pas bisa nyicil sendiri setelah dapet gaji lumayan pas kerja majalah; tapii yaa saya juga nggak segitunya sama duit, yaa biasa aja, yang penting nggak melarat aja ;p kalo kata film Lion King nih, "Hakuna Matata" alias don't worry be happy! it's a problem free philosophy..
Masukan lain, jangan pernah berhenti bermimpi! Percaya deh, you are what you think you are.. :) Seringkali, shit happens in life; lo bisa jatoh banget, dipecat, dll; tapi itu cuma bumbu biasa lahh, yang penting jangan kebanyakan ngeluh aja, but do something worth hehehe
Yaa gitu dulu deh ceritanya, lumayan kan buat bacaan liburan lebaran. Eh ini jangan terlalu diterima mentah-mentah apalagi diikutin loh pengalamannya, mungkin seperti seru buat saya, tapi bisa jadi sesat buat yang lain hehehe... Kalo berguna yaa sukurr, tapi kalo nggak mah di rating Fitnah aja!! :D Anyway, Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri untuk semua.. Hidup persma!!!
Tag: jurnalistik, pengalaman, karier, komunikasi
Terkait:
-
Bacaan Liburan: Tentang Saya dan Jurnalistik... (1)
Senin, 29 Agu '11 23:24 -
Cerita Saya di Hari Pers Nasional…
Jumat, 17 Feb '12 22:15 -
Arbitrary Definitions of the “Upcoming News”
Jumat, 17 Feb '12 22:07
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
tna: Bagus

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat