kemacetan yang kutunggu 0
Minggu, 24 Jul '11 16:54
Tak seperti biasanya, jalanan porong yang biasanya macet hari itu rabu (20/07) lenggang dan lancar tanpa ada gangguan kemacetan. Kemacetan yang biasanya mengganggu perjalanan kita ketika melewati porong memang membuat beberapa orang emosi, apalagi bagi penumpang yang sedang terburu-buru.
Tapi para pedagang asongan dan pedagang keliling seperti mendapat beban yang sangat berat, wajah mereka lesu terlihat tak bersemangat. Ternyata kelancaran lalu lintas membuat pekerjaan mereka terhambat dan penghasilan mereka menurun. "kalau tidak macet, jualan kita tidak bisa laku soalnya tidak ada kendaraan yang berhenti untuk membeli dagangan kita". Ujar pak nursalim seorang pedagang minuman. Ternyata kelancaran lalu lintas benar-benar berpengaruh terhadap penghasilan mereka sehingga mereka harus bekerja hingga larut malam demi segenggam beras untuk keluarga mereka.
Beberapa kondektur bis yang sudah kenal dengan beberapa pedagang asongan juga tak bias berbuat apa-apa karena mereka harus mengejar setoran bis mereka. Bukan hanya pak nursalim yang merasa penghasilan mereka menurun, ada ibu wagirah yang harus rela berjualan hingga jam 11 malam agar bisa membeli susu bagi anaknya ketika lalulintas di sekitar porong lancar. "biasanya kalau macet jam empat sore sudah habis dagangan saya mas, tapi kalu lancar gini yah harus nunggu sampai dagangan habis baru bisa pulang".
Kelangsungan hidup para pedagan asongan memang tergantung pada laku atau tidak lakunya dagangan mereka, jadi mereka harus merelakan waktu tidur, dan bersantai mereka agar dagangan mereka habis. Kemacetan yang sering terjadi diporong disebabkan oleh perbaikan tanggul semburan lumpur lapindo yang meledak. Kemacetan terjadi hamper setiap hari di daerah itu, sehingga mengakibatkan banyak permasalahan seperti : telatnya kedatangan kereta, kecelakaan dan kejadian lalu lintas lainya.
Meledaknya pipa gas la[pindi tidak hanya berdampa pada kemaceta di sekitar porong, tapi juga mengakibatkan rumah-rumah penduduk teggelan oleh semburan lumpur yang diakibatkan oleh ledakan pipa gas. Protes besar-besaran yang digalang warga dan dibantu oleh organisasi-organisasi setempat untuk menyudutkan Bakrie selaku pemilik lapindo, tapi hal itu hanya membuahkan hasil yang tidak memusaskan karena banyak warga yang mengaku ganti rugi yang diberikan oleh pihak lapindo tidak sepadan dengan kerugian yang mereka derita.
Meledaknya pipa gas lapindo adalah kejadian yang luar biasa di Indonesia, karena sampai sekarang semburan itu belum juga berhenti dan penanggulangan yang dilakukan hanya sebatas membuat tanggul setinggi-tingginya di sekitar pusat semburan.
Tag: pedagang asongan
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rizki: Bagus
-
Defy Arbimapala: Penting
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat