Deklarasi Kayutangi 1
Minggu, 24 Jul '11 19:54
Entah karena sudah kebiasaan dalam sebuah acara Nasional, PPMI selalu menghasilkan sebuah deklarasi. Deklarasi selalu dijadikan momen pemersatu dan pembangkit semangat para awak persma se-Indonesia dalam berhimpun dan berorganisasi dalam satu wadah, yakni PPMI. Sudah 19 tahun umur perhimpunan, suka dan duka pun turut mewarnai perjalanannya. Problem yang dihadapi kian lama kian banyak dan menghantam perhimpunan ini. Salah satunya masalah komitmen para awak persma untuk berhimpun, mulai dari kualitas masing-masing persma hingga kuantitasnya yang makin lama makin sedikit. Masalah Internal organisasi merupakan masalah yang dihadapi PPMI saat ini. Transformasi ke-PPMI-an terus dilakukan saat ini di masing-masing kota, karena budaya lupa melanda hebat para awak persma saat ini, khususnya para anggota PPMI. Oleh karena itu untuk merawat ingatan para awak persma (baik yang sudah menjadi anggota maupun yang akan menjadi anggota), Buku Putih pun diterbitkan. Dengan adanya Buku Putih diharapkan permasalahan klasik ini menjadi terselesaikan, dan kita (PPMI) bisa fokus ke hal-hal Eksternal ketimbang terus mengurusi Internal PPMI.
Deklarasi Kayutangi merupakan momen penting untuk melangkah dan menggenapi sisa kepengurusan Sekjend Nasional Andi Mahifal hingga Kongres Nasional PPMI dilaksanakan. Bukan berarti berhenti setelah saudara Andi Mahifal demisioner, melainkan ada capaian kongkrit yang dihasilkan di periode ini. Berikut isi Deklarasi Kayutangi;
Kami, lembaga pers mahasiswa seluruh Indonesia, Sembilan belas tahun lalu dengan kesadaran dan dengan penuh rasa solidaritas, senasib sepenanggungan menyatakan diri berhimpun dalam wadah yang bernama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia.
Kami sadari mengurus perhimpunan yang mewadahi berbagai lembaga pers mahasiswa yang ada di Indonesia tidaklah mudah. Apalagi orientasi perhimpuan ini adalah kekuatan alternative, bersifat mandiri dan sebagai basis tumbuhnya sikap idealisme dan kepedulian sosial. Sejarah telah mencatat bagaimana perpecahan dan kekuatan politik dari luar mengobrak-abrik perhimpunan ini.
Maka, hari ini, pada ulang tahunnya yang ke 19, kami, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia menyatakan akan mengakhiri semua konflik internal yang menghambat kinerja dan arah gerak PPMI. Kami berkomitmen untuk terus memajukan pers mahasiswa melalui wadah ini. (Kayutangi, Banjarmasin. 26 April 2011 pukul 00.00 Wita)
Kiranya perjuangan tak berhenti sampai disini saja, melainkan kita bersama-sama akan terus menegakkan Demokrasi dan memperjuangkan kaum minoritas yang selalu ditindas. Untuk itu sudah saatnya kita tak berkutat dan berdebat hebat di masalah internal organisasi, kita harus berani keluar untuk eksis menunjukkan keberpihakan dan kontrol sosial kita dalam negara. Dengan kekuatan dari elemen Lembaga Pers Mahasiswa atas dasar tanggungjawab intelektual, kerakyatan dan kemanusiaan maka kita akan terus menjadi anjing penjaga, yang akan menyalak apabila ada kebijakan dan tindakan "Negara" yang melenceng dari cita-cita bangsa.
Tag: Deklarasi Kayutangi
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
dewi alfath: Penting
-
Defy Arbimapala: Penting
-
Musa: Penting
-
painem:

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat