Aku Ditelanjangi Oleh Pram dan Ki Hajar Dewantara 3
Sabtu, 14 Mei '11 13:56
untuk sekian kalinya lagi aku harus berhenti membaca, duduk termenung, kaku, seakan tak berdaya. kepalaku tertunduk malu. terkadang aku sedikit memandang ke langitan. tak sepata kata pun yang keluar dari mulutku selain imajinasi yang melalang buana ke langitan dunia. kembali aku membaca pikiran pram yang tidak setuju dengan anak yang suka meminta pada orang tuanya. tertegun...aku membuka buku yang satunya lagi. kali ini ki hajar dewantara yang mempermalukan aku dengan seekor cicak. "cicak yang tidak sekolah pun tahu dimana ia harus mencari makan, sedangkan manusia yang sekolah tidak tahu diaman ia harus mencari makan. untuk sekian kali itu pula aku merasa ditelanjangi oleh Pram dan ki hajar dewantara.
ingin aku melawan, tapi tak ada dalil yang dapat dijadikan azas untuk melawan. ingin aku berteriak, tapi untuk apa aku harus meneriaki kesalahan yang sudah dibenarkan oleh konstruksi sosial. percuma bukan??? ingin aku menangis, tapi mungkin aku harus menyimpan air mataku apabila aku melakukan kesalahan yang sama untuk anak cucuku.
aku dibesarkan dalam suatu kontrusi budaya yang menjadikan aku seorang seorang peminta-minta. kala aku menjadi sorang peminta-minta, mereka bilang itu bukan pengemis, tapi suatu anugrah karena ada tanggung jawab dari mereka.
entah kapan budaya itu diajarkan, aku pun sampai saat ini masih terus mencari tahu. jaman nenek moyangku dan juga kamu, orang diajarkan untuk mencari makan sendiri, kalau tidak, orang itu tidak bisa makan. inilah zaman keemasan yang pernah terjadi dalam budayaku. tapi budaya itu terputus, kapan??? aku tak tahu. tapi satu yang pasti, budaya itu kini telah menghilang, entah kemana perginya.
budaya mengemis telahmendara daging, akibatnya, orang lulsan sarjanapun terpaksa harus memikul map yang berisikan ijasah untuk mencari pekerjaan, orang lupa kalau mereka seharusnya menciptakan lapangan kerja. tapi...jangankan lapangan kerja untuk orang lain, menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri senripun tak mampu...apakah ini yang disebut budaya yang baik???
di jepang, seorang anak SD dapat mencari uang jajan dengan menciptakan subuah robot dan dijualkan ke orang lain. di Indonesia, seorang anak kecil tidak mau pergi ke sekolah karena tidak mendapatkan unang jajan dari orang tuanya. ini bukan hal yang lucu tapi meresahkan. mungkin terlalu jauh...aku bisa sampai tiga hari tidak makan hanya karena tidak mendapat kiriman dari orang tua. aku sering menunggak pembayaran uang kuliah karena menunggu kiriman dari orang tua.
mungkin saat ini aku harus mengakui kalau aku masih lebih bodoh dari seekor cicak yang tidak sekolah tapi tahu dimana ia harus mencari makan. atau mungkin martabatku masih lebih rendah dari anak-anak SD di jepang. tapi aku sedikit tertawa karena aku masih lebih baik daripada orang yang sama sekali tidak menyadari hal ini...apakah kalian menyadarinya???hahaha....
Tag: Gerakan Mahasiswa
Terkait:
-
Gerakan Mahasiswa DIY Siapkan Pesangon Buat SBY
Sabtu, 29 Jan '11 01:15 -
Organ dan Ormas DIY Geram dengan Sikap Pemerintah
Sabtu, 29 Jan '11 00:40 -
Kita Sedang Ditinggal Rakyat (Tentang Gerakan Makassar)
Rabu, 10 Mar '10 00:14
Komentar:
hayooww sadar laahhh.......
orang di indonesia itu ga bisa cr makan sendiri karna konstruksi kelas dan kesalahan struktural negara.
di negara2 pertama kerja part time sudah bs membiayai hidupnya sendiri, besisiwa pendidikan dimana2, akses pekrjaan, dan mdal ada.. selain sadar yg penting jg tau ini masalah ekonomi politik internasional yang berefek keras di negara berkembang.
Silahkan login untuk memberikan pendapat