Baju kerjaku dicuri 46
Minggu, 1 Mei '11 09:16
Bacalah ketika ini memang perlu dibaca dan jauhkanlah pandanganmu dari tulisan ini ketika kau merasa bersalah dan merasa dilecehkan karena tulisan ini, karena tulisan ini bukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan riset yang terlalu mendalam. Melainkan pengalaman.
Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia baru2 ini menggelar acara besarnya Dies Natalis yang ke 19, kebetulan Banjarmasin menjadi tuan rumah pada saat itu. Aku benar2 kecewa terhadap perayaan diesna tersebut, karena salah seorang peserta delegasi telah mencuri baju kerjaku di sebuah perusahaan percetakan terbesar di Kalimantan tersebut. Mungkin lebih tepatnya salah seorang delegasi dari PPMI Yogyakarta. Aku pun tak menyangka bahwa mereka yang sehari-hari bergelut dengan buku dan segala tetek bengek kependidikan mampu melakukan hal yang menurutku amoral tersebut. Dasar maling!!!
Aku yang menulis ini bukan mengatasnamakan organisasi persma manapun. Aku benar2 kecewa terhadap perbuatan tersebut. Tindakan pengecutnya sungguh jelas2 terlihat di belakang mataku, yang aku sendiri pun tak menyadarinya.
Terserahlah kawan2 yang lain mau menganggap tulisan ini tak punya mutu, tapi aku benar2 mengutuk perbuatan pencurian tersebut. Aku mengira setelah acara ini akan terjalin silaturahmi yang baik, akan tetapi apa yang terjadi. Dia (PPMI Yogyakarta.red) mengotori jalinan itu. Ini bukan masalah ketika yang diambil itu hanya baju LPM atau baju sehari2. tapi ini menjadi masalah ketika mata pencaharianku sendiri yang di acak2 oleh perbuatan yang sebenarnya tak perlu dilakukan.
"amoral itu orangnya", sebut sekjen nasional PPMI ketika aku menceritakan kejadian yang baru saja ku alami. Mereka (PPMI Yogyakarta.red) yang bergelut di dunia tulis menulis, menyatakan kebenaran dengan ujung penanya dan menentang segala kebijakan pemerintah yang bullshit, ternyata tak lebih dari seorang pencuri yang pengecut. Merusak jalinan silaturahmi yang menurutku sulit sekali dibangun. Soe Hok Gie pernah mengatakan bahwa " perasaan dikhianati, ditipu dan lain sebagainya pada akhirnya melahirkan krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan pada generasi kemerdekaan ini".
Aku yakin betul bahwa PPMI Yogyakarta mungkin saja masih dipenuhi orang2 yang tak bisa dipercaya, mereka akan berdebat satu sama lainnya tanpa menemukann titik temu. Berputar di lingkaran setan yang tak akan ada habisnya. Fuck you PPMI Yogyakart!!!!
Tag: ppmi
Terkait:
-
Tertawa sedikit itu perlu
Selasa, 3 Mei '11 10:03 -
link download file undangan
Kamis, 10 Mar '11 00:10 -
LAPORAN KONDISI PENGURUS PPMI NASIONAL (Saat Mukernas)
Jumat, 14 Jan '11 23:19
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
m2t: Bagus
-
cayo teLo: Responsif
-
Fandy Lasinrang: Responsif
-
Oo Zaki: Bagus
-
FF Haq: Responsif
-
arman dhani bustomi: Penting
-
JoyceKontraRevolusi: Penting
-
Die Key belajar nulis: Bagus
-
Rizki:
-
Luki:
-
Adhie Ilham: Biasa
-
dewi alfath:
-
Atul: Perlu
-
sadam husaen mohammad: Biasa
-
richy:
-
ketoles ARBIMAPALA: Responsif
Komentar:
Asik-asik.....
Karna baju kerja. Karena baju kerja.....
Jarang nongol pas ada acara eh tau2 bisa bikin tulisan, hebat!!
*keprok-keprok*
Belajarlah dahulu menjadi insan PersMa yang benar-benar paham akan kultur PPMI baru beropini!
jare adiknya fathoni nikah ya? kasian sekali itu anak, kapan dia rabi ya?
aku pun bukan orang yg sempurna, aku dikenal sebagai mahasiswa yg paling2 ga bener di kampus. tapi perbuatan yg satu ini gak bisa ditolerir.
waktu kejadian, aku emang gak ada di tempat. pagi kuliah, siang sampe malam aku kerja. dan jangan bilang aku gak ada peran apa2 di persma!!! terlalu banyak yg udah dikorbankan.
apa itu PPMI. baru muncul beberapa waktu aja, udah berani ngangkat leher di banjarmasin.
eh, apa sih PPMI?
*komen ga mutu di sela-sela "Baju-gate"
aku yakin gak lama ini bakal ada pledoi dari oknum (pelaku tanpa asas praduga gak bersalah), pastinya untuk menanggapi jurnalisme ramalan semacam ini...wekekekek...
selamat hari buruh dan hari pendidikan ya....
Kafi beberapa hari yang lalu online kok mas.
triyudantorandi: Jelasnya baju itu ada di Yogyakarta. (saya punya pasukan jin yang dapat mencari informasi).
@fix: waduh mas saya baru tahun pertama di persma nih..... Tapi saya rasa mas terlalu emosi sehingga menghakimi PPMI seperti itu. Memang kemarin di Banjarmasin membicarakan bagaimana teknik mencuri ya.... Hmmm...... Semakin menarik kalau iya.
*Semua ini atas nama tawa dan canda. Namun tetep dipikir ya....
saya mau gabung!
di nasional ngapain aja! cih.
pengawalan isu sampai Pencabutan BHP aja di banggain,
bikin buku putih aja bangga,
20 tahun sejarah aja di besar-besarin,
advokasi LPM yang di bredel sampe berdiri lagi di omongin.
organisasi sampah itu memang
kedua; tulisan ini sengaja dibuat untuk menaikkan lagi rating http://persma.com/ agar semakin eksis dan dinikmati para khalayak umum -cara yang paling mudah adalah membuka keburukan orang alias membuat suatu konflik-
ketiga; salah satu bagian yang mungkin tak tercatat dalam konsensus bersama adalah persma mencoba merambah jurnalisme infotaiment, wkwkwkw
fandi: kafi sembunyi dikejar2 BIN karena terlibat NII.
Fandy Lasinrang: saia tidak terlibat lho! (gaya-gaya ababil) muk nonton.
@rizki: halah padune meh diklat jurnalistik nang jogja njuk dadi apikan
@bintang purba nan ajaib (dhani) :*: hahha gawe PPMI (perhimpunan perjodohan mahasiswa indonesia) ae kon, men gek ndang duwe yang! hahahaha selama masih mhsw masi boleh ikut. (wong isih mhsw ta?)
*FF Haq: ndak apa-apa silahkan Zaki di pake, kalau saya kehilangan Zaki atau Zaki di curi orang, saya sih nyantai2 aja!
- Mas Serangan Fadjar Kelana: terima kasih informasinya, dia orang yang paling saya cari, dia iku bareng padjar gelapnya si Fathoni nyolong "celana luar" saya waktu main ke jember...
Klo tempat yang maya ini bertuan, saran, dihapus aja ya !
***
Toh kita bisa membicarakannya secara persuasif-untuk menghindari misscommunication dan missunderstanding-dengan kepala dingin-untuk menghindari split kesalahan kalimat yang tidak disertai intonasi.
Hormat saya "orang yang senang jika pers mahasiswa Indonesia berhimpun".
saya bukan orang jogja, apalagi ikut PPMInya, tapi saya merasa prihatin dengan artikel seorang akademisi yang satu ini.
Aktif, Provokatif dan TIDAK BERTANGGUNG JAWAB
dalam pepatah jawa, Becik ketitik, Ala Ketala (yang benar dan yang salah akan selalu terbukti) ..
Jika mas Fix merasa benar, silahkan tunjukan kebenaran itu, ..
aku hanya mengharap, hal seperti ini tak lagi terjadi di kota2 lain. kan malu jadinya kalo ketahuan. janganlah hal seperti ini dijadikan kultur, karena manusia itu tidak hanya punya satu sifat. toh kita semua intelegensia, punya otak untuk berfikir dan memiliki hati untuk merasa. bersikap wajarlah seperti manusia.
aku bukannya tidak mau berargumentasi, hanya saja aku sudah letih dengan semua celotehan kawan2. tulisan ini sekali lagi cuma sebagai pengingat, bukan untuk mendeskriminasi pihak manapun. kalaupun aku menyebut salah satu lembaga, itu karena sewaktu kejadian berlangsung semua orang yg ada pada saat itu datang atas nama lembaga kotanya masing2.
pengen bilang aku pengecut juga gak apa2, ini negeri bebas, negara demokrasi. semua orang berhak mengutarakan pendapatnya masing2. kalau pengen menghapus tulisan ini, silahkan. tapi itu sama saja artinya mendustai perjuangan. sama halnya yg terjadi pada masa pemerintahan soekarno. orang2 yg berani mengutarakan hal sebenarnya malah di penjara dan penyampaian mereka dipotong. hanya berkaca sedikit dari sejarah. soe hok gie pernah mengatakan bahwa "siapapu yg tak belajar dari sejarah, akan mengulangi kesalahan yg dibuat generasi pendahulunya".
Kalau persoalan percaya hidup setelah mati, saya juga percaya mas, makanya saya lebih memilih untuk bersikap santun, daripada mengumpat orang
Saya luar biasa keberatan dengan umpatan Anda. Mungkin yang mencuri baju kerja Anda memang salah seorang delegasi PPMI Yogyakarta. Tapi sangat tidak adil jika yang Anda umpati adalah PPMI Yogyakarta, yang artinya Anda juga mengumpati seluruh pengurus PPMI Yogyakarta, baik yang berangkat ke kota anda maupun tidak. Memang semua yang berangkat ke Banjarmasin adalah delegasi yang mengatasnamakan dewan kotanya, tapi "pencurian" itu bukan hasil persekongkolan seluruh pengurus PPMI Yogyakarta. Mungkin pencurian itu hanya perbuatan oknum yang kebetulan juga delegasi PPMI Yogyakarta, tapi bukan buah persekongkolan seluruh pengurus PPMI Yogyakarta.
Sebaiknya Anda belajar lagi untuk berbuat adil sejak dalam pikiran. Umpatan dan tuduhan yang dialamatkan kepada PPMI Yogyakarta sungguh tidak tepat. Kalau mau (dan berani), umpati saja oknum pelakunya.
oh, tulisan itu "cuma sebagai pengingat, bukan untuk mendeskriminasi pihak manapun"...?????
Silahkan login untuk memberikan pendapat