GERAKAN TOLAK KOMERSIALISASI PENDIDIKAN 0
Jumat, 15 Apr '11 17:17
Gagalkan kenaikan SP3 Unair!
Lawan segala bentuk komersialisasi pendidikan
Mari kawan kita bangkit bersama berjuang merebut alat ilmu pengatahuan, sampai saat ini praktek komersialisasi pendidikan masih terjadi dan semakin merajalela di kampus the love airlangga of university. Hal itu dapat kita lihat dari arah kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrasi Unair yang sangat kentara bertujuan hanya untuk mencari kentungan semata (profit oriented). Otonomi kampus yang diterapkan sejak Unair Tahun 2006 berubah menjadi BHMN telah terbukti semakin gagal dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan amanah konstitusi pendidikan Negara.
Perwujudan komersialisasi pendidikan unair tersebut dapat kita lihat dalam kasus beberapa bulan terakhir ini. Misalnya saja, dalam kasus pungutan liar ikoma, yang esensi sebenarnya merupakan sumbangan sukarela kemudian berubah menjadi wajib dan parahnya dijadikan syarat akademik (KRS, KHS, Yudisium/kelulusan) serta tidak memiliki landasan hokum yang jelas.
Serta yang terbaru adalah rencana birokrasi Unair yang akan menaikan biaya pendidikan untuk mahasiswa baru angkatan 2011. Yaitu kenaikan SP3 yang mencapai 30%-100% untuk jalur mandiri/ PMDK Umum dan pengenaan SP3 atara 2,5-15 Juta untuk jalur SNMPTN semakin mengentalkan terjadinya “diskriminasi” dalam pendidikan di kampus Unair. Sebagaimana kita ketahui jalur SNMPTN adalah satu-satunya harapan masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah untuk mendapat akses pendidikan di Unair. Apabila jalur SNMPTN saja dikenai SP3 sebesar 2,5-15 juta, maka hal tersebut akan semakin menutup akses anak dari keluarga tidak mampu untuk dapat mengenyam pendidikan di Unair.
Apabila kita bandingkan biaya pendidikan di Unair dengan upah buruh (UMK) di Surabaya yang hanya sebesar Rp.1.115.000,- atau pun dengan UMK di gresik, yang notabene tertinggi se-Jatim, Rp. 1.133.000,- maka kenaikan biaya tersebut sangat bertolak belakang dengan realita kehidupan buruh. Dengan demikian, anak dari kaum buruh, ataupun anak dari petani miskin dan mayoritas rakyat Indonesia yang tingkat pendapatan ekonominya sangat rendah, kecil kemungkinan akan mampu menyekolahkan putra-putrinya di Unair.
Pemerintah dan birokrasi Unair dalam hal ini secara terang telah melakukan penghianatan terhadap konstitusi Negara. Pendidikan yang merupakan hak semua warga Negara dan pada hakekatnya bertujuan untuk menjadikan manusia unggul, bermoral dan bermental kuat, serta memanusiakan manusia, sudah ditinggalkan dan diabaikan oleh birokrasi unair. Kampus berubah menjadi pabrik pengangguran atau kalau beruntung, menjadi buruh yang berupah murah.
Unair yang dulunya bernama NIAS (Netherland Indesche Artsen School) dan dinasionalisasikan oleh presiden soekarno ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, kembali lagi seperti pada penguasa colonial belanda. Unair telah berganti menjadi milik para pemodal dan brokrasi korup, bukan lagi milik rakyat Indonesia. Kebijakan birokrasi Unair yang angkuh, tidak berpihak pada rakyat, dan hanya bertujuan mencari keuntungan (profit oriented) adalah bukti nyata terjadi perwujudan komersialisasi pendidikan di Unair. Lembaga pendidikan berubah menjadi industri jasa, dan pendidikan merupakan komoditas yang diperjual-belikan.
Kawan-kawan semua, permasalahan kenaikan biaya pendidikan di Unair sesungguhnya merupakan permasalahan kita semua, rakyat Indonesia, karena pendidikan adalah parameter keberhasilan dan kesejahteraan suatu Negara. Oleh karena itulah, kami dari gerakan tolak komersialisasi pendidikan menyerukan kepada seluruh mahasiswa Unair dan rakyat Indonesia untuk bergerak bersama menggagalkan rencana kenaikan biaya SP3 Unair.
Tag: Pendidikan, negara, politik
Terkait:
-
Keluarkan Jurus Sebelas Jarimu! (03-habis)
Jumat, 16 Okt '09 21:36 -
UNIVERSITAS AIRLANGGA PASCA STATUS BHMN SAMPAI MENERAPKAN UUBHP
Jumat, 16 Okt '09 20:58 -
Kewajiban Negara-Swara Redaksi
Senin, 31 Jan '11 13:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
dewi alfath: Perlu
-
khoiril anwar:
-
kesejukandariselatan: Responsif

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat