Kebahagiaan untuk Kak Laisa 0

Selasa, 12 Apr '11 12:18

 

Judul     : Bidadari bidadari Surga

Penulis  : Tere liye

Cetakan : IV, Agustus 2009

Tebal      : vi + 368 halaman

Penerbit :  Republika, Jakarta

 

Emosi Anda akan tergugah saat And tahu siap Kak Liasa itu ?

 

Sebuah kehidupan yang penuh perjuangan, kerja keras, namun tak pernah melupakan kewajiban sebagai umat muslim untuk shloat berjamaah, akan Anda rasakan saat membaca lembar demi lembar novel bertajuk Bidadari-Bidadari Surga ini.

 

Mak Lainur seorang janda yang ditinggal pergi suaminya karena telah meninggal diterkam dan dicabik-cabik harimau di hutan rimba seberang desa yang terletak di lembah Lahambay. Ia bersama Laisa, putri sulungnya membesarkan dan mendidik empat adik-adiknya, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yhasinta. Mereka tumbuh sebagai anak yatim dengan kehidupan yang pas-pasan, malah bisa dibilang kekurangan.

 

Laisa, bocah enam belas tahun itu memutuskan berhenti sekolah demi adik-adiknya. Ia sepenuh hati dan sepenuh jiwa melindungi keempat adik-adiknya. Ia juga selalu siap memberikan tenaga dan pikirannya untuk adik-adiknya tercinta. Kesehariannya kak Laisa membantu mamak Lainur. Ia sudah terbiasa bangun jam tiga pagi dan menyiapkan segala seuatu untuk adik-adiknya. Lalu setelah itu, ia bekerja keras di ladang, juga mencari tambahan uang dengan mencari damar, dan rotan di hutan.

 

Kak Laisa yang bertubuh pendek, berkulit hitam dan berambut gimbal tak ingin, benar-benar tak ingin adik-adiknya putus sekolah. Oleh karenanya, ia begitu tegas dan disiplin mendidik adik-adiknya agar tetap bisa sekolah. Walaupun disisi lain, ia mengubur impiannya sendiri, membuang angan-angan dan citanya sejauh mungkin.

 

Sosok Laisa adalah seorang kakak yang  begitu memegang teguh janjinya untuk menjaga adik-adiknya. Saat yang tepat Kak Laisa datang membela Dalimunte dari keraguan orang-orang kampung tentang ide lima kincir angin. Saat yang tepat Kak Laisa datang menolong Ikanuri dan Wibisana  ketika  mereka berdua berada di dalam cengkeraman harimau Jawa.  Saat yang tepat pula, Kak Laisa berlari menerobos hujan badai, tanpa jas hujan, tanpa payung memanggil mahasiswa KKN untuk mengobati Yashinta yang saat itu kejang-kejang dan sekujur tubuhnya dingin hingga kedua bola matanya memutih.

 

Dari keluarga Mak Lainur, Anda akan mengerti bagaimana mencintai satu sama lain menjadi amat berharga. Dari keluarga Mak Lainur, Anda  akan mengerti bahwa sikap berkorban yang tulus akan membahagiakan. Dari keluarga Mak Lainur, Anda akan memahami bagaimana menghargai seseorang menjadi sesuatu yang istimewa. Dari keluarga Mak lainur, Anda akan mengerti bagaimana semestinya kita sebagai manusia beriman tidak seharusnya bermalas-malasan. Dari keluarga Mak Lainur pula, Anda akan menyadari bahwa cinta dan kasih sayang persaudaraan itu sangat indah.

 

Tere Liye yang menjadi penulis best seller Semoga Bunda  disayang Allah akan membuat Anda terbius dalam kalimat-kalimat sederhananya yang justru menyentuh hati. Lebih dari itu kisah yang disajikannya akan membantu Anda menyadari bahwa keikhlasan menjalani hidup menjadi sebuah hal yang perlu dijalani untuk janji kehidupan yang lebih baik Dan sudah sepatutnya Anda memiliki dan membaca buku ini, karena di sana ada Kak Laisa yang tersenyum bahagia ketika ajal menjemputnya.

 

 


Tag: Resensi buku

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat