Alasan Mengapa IPB Tak Umumkan Susu Formula Berbakteri Sakazaki 0
Jumat, 11 Feb '11 21:04
Ini adalah Jawaban salah satu Dosen IPB ketika ditanya, mengapa IPB memilih berdiam diri menghadapi tuntutan masyarakat akan kasus Susu Formula yang mengandung bakteri, yang saat ini beritanya sudah setingkata dengan kasus "Besar" di negeri ini...
Salam prihatin,
Hasil penelitian ilmiah yg dilakukan oleh tim dosen IPB ttg kandungan bakteri enterobacter pada susu formula utk bayi, memasuki babak baru perdebatan publik yg mulai menyita perhatian. Entah kenapa isu ini sama-sama besarnya ...dgn isu konflik horisontal Cikeusik dan Temanggung, di panggung TV nasional.
Pokok persoalannya, sejumlah konsumen menuntut IPB untuk membuka ke publik, ttg susu formula merk apa saja yg tercemar bakteri tsb. Alasannya, para konsumen khawatir para balitanya terkena bakteri yg katanya mematikan itu. Proses hukum telah putus di level MA. Pada tataran ini IPB menghadapi dilema (sekaligus jebakan) yg tidak mudah.
Bila tuntutan ini diikuti, maka IPB terkena dua jebakan sekaligus: (1) layakkah secara etika-keilmuan, penelitian ilmiah dibuka ke publik? Bila IPB membuka hasil penelitian ini ke publik, maka ciri lembaga keilmuan IPB (khusus dalam kasus ini) berubah mjd layaknya LSM. IPB pun dianggap mencederai etika saintifik-akademik; (2) diduga ada motif "ekonomi politik" bermain di "panggung belakang" proses penuntutan ini. Bila IPB mengumumkan merk susu formula ke publik, maka tak bisa dijamin para kapitalis produsen susu itu tak akan menuntut balik ke IPB. Pada titik ini IPB akan menjadi "bulan-bulanan" para pemilik modal besar susu formula yg headquater-nya hampir semua berada di negara-negara adidaya ekonomi itu.
Artinya, IPB sedang dijebak, (dalam hal ini) oleh tiga aktor sekaligus: (1) publik/konsumen susu formula; (2) etika akunrtabilitas [hukum positif], (3) "singa-singa" kapitalis yg siap menerkam IPB.
Pertanyaannya bagi kita dibalik keprihatinan ini adalah: Sampai manakah batas kekebalan hukum sebuah "aktivitas riset ilmiah (menyangkut barang yg dikonsumsi publik) yg menghasilkan temuan ilmiah utk pengembangan ilmu" hrs diungkap ke publik? Bila setiap hasil penelitian kritis yg dilakukan oleh ilmuwan perguruan tinggi dipaksa utk diungkap ke publik, dan setelah itu penelitinya dituntut, maka ke depan tak akan ada lagi penelitian kritis yg dilakukan oleh para ilmuwan...
Kuatlah IPB-ku, jangan menyerah...
Salam
Arya H Dharmawan
Tag: kesehatan, Susu Formula, Bakteri, Bayi
Terkait:
-
dunia dambaan, sebuah keingin tentang dunia kesehatan
Senin, 3 Jan '11 11:51 -
Haramkah Si Batang Putih
Kamis, 8 Apr '10 15:38 -
suplemen Kesehatan,perlukah?
Kamis, 8 Apr '10 15:15
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
dewi alfath: Responsif
-
lysuw: Perlu

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat