Sajak Kini Telah Porak Poranda 0

Rabu, 9 Feb '11 23:50

Lembaga perwakilan rakyat tak berbeda jauh dari pabrik
Pabrik dengan kerja utama adalah pencipta dan juga terkenal sebagai produsen
Produsen koruptor sekalian pemegang peran sebagai artis jenaka
Jenaka dengan segala skenario sang sutradara
Sutradara yang berperan dengan lihai atas bisikan sabda produser
Produser yang ditamengkan pimpinan dan ketua partai
Partai-partai didalamnya cap kambing, cap pohon, cap bulan, cap bintang, cap rantai
Rantai yang sekaligus pengikat perjanjian diantara para produser
Produser utama juga bersekongkol dengan media
Media dikendalikan oleh si pemegang kekuasaan tertinggi

Lembaga-lembaga agama pun telah berubah
Berubah dari yang seharusnya penjaga moral dan pemberi kabar baik
Baik macam apa, jika telah menjelma menjadi alat
Alat yang tak lebih dari sekedar kaki tangan monster kapital
Kapital lewat penjualan perijinan label halal
Halal untuk persetujuan kesepahaman segala jenis usaha
Usaha dagang, usaha gedung, dan utama usaha politik layaknya usaha pelacuran
Pelacuran diri lembaga hanya karena sekadar penerima uang hasil penjualan
Penjualan kesepakatan, hingga tersistematisnya pemasukan untuk lembaga itu sendiri

Lembaga pendidikan pun juga demikian
Demikian seharusnya menjadi pusat budaya dan demokrasi
Demokrasi yang tak jauh dari realita
Realita yang kini tak lebih dari sebuah menara gading
Gading juga sekalipun tetap akan musnah
Musnah antah berantah dianggap tidak ada jika sama sekali tidak berguna
Berguna lagikah rumus-rumus tugas akhir jika sekedar penghias
Penghias yang dicipta sekedar prasyarat kurikulum dan dilimpahkan ke perpustakaan
Perpustakaan hanya formalitas jika pelaksanaanya tidak kunjung mulai

Lembaga swadaya masyarakat pun tak jauh-jauh berperan andil
Andil menyerap dana disertai mengadopsi titipan agenda asing
Asing selalu menjadi pelarian semu dan pelarian makian
Makian yang seharusnya menampar dan dilontarkan pada diri sendiri

Lembaga organisasi kepemudaan dan mahasiswa juga tidak jauh berbeda
Berbeda apa yang dilakukan dengan yang dikonsep
Dikonsep olahragawan, negarawan, nasionalisme, yang sama sekali tak pernah dilakukan
Dilakukan justru menjadi alat pewarta dan deklarasi bahwa premanisme telah mulai
Mulai dari suporter hingga demonstrasi selalu saja disertai kerusuhan dan kekerasan
Kekerasan disebabkan tak lebih dari ego dan mentalitas terjajah
Terjajahnya pemikiran ini bergulir menghantui setiap generasi
Generasi tua yang selalu disibukkan sahut menyahut dengan generasi muda
Muda-mudi yang juga tak sadar akan peran dirinya
Dirinya sendiri dibalut, Idol, fast food, miras, terlepas dari akar budayanya
Budayanya diklaim milik luar baru setelahnya diri berbenah
Berbenah sedikit namun setelahnya tetap saja padam dan menjadi pelupa
Pelupa karena didasari bersanding dengan formalitas-formalitas semu tanpa karya apa-apa

Apa memang dengan mengacu pada satu kesimpulan
Kesimpulan yang mewadahi semua kenyataan
Kenyataan memang telah memperlihatkan
Memperlihatkan bahwa semua memang sedang amburadul dan sedang PORAK PORANDA

--Sunken court

 


Tag: Pendidikan, Mahasiswa, indonesia, idealisme

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat