Membaca, Sebuah Kebutuhan 2

Minggu, 30 Jan '11 11:38

SUDAH hampir dua minggu ini tak ada aktivitas perkuliahan di kampus. Semester ganjil telah berakhir dan semester genap sudah ada di depan pintu. Maka, sebelum memasukinya kita harus melakukan beberapa tahapan, mulai membayar spp, her-registrasi hingga pemprograman ulan perkuliahan. Semua itu dilakukan di sela-sela liburan semester ganjil yang biasanya berlangsung dari awal Januari hingga awal Februari. Dan ketika semua tahapan telah dilalui kita dapat masuk ke semester genap.

Selama liburan itu tentunya tak ada kegiatan sama sekali. Banyak juga mahasiswa yang berasal dari luar kota yang pulang kampung ke kotanya. Tapi ada juga beberapa mahasiswa yang memilih tetap tinggal dengan alasan yang bermacam-macam dari yang katanya sibuk dengan kegiatan organisasinya hingga ada yang mau "bolang" di kota ini, Jember. Aku sendiri yang asli orang Jember tidak punya rencana apapun, liburan hanya dihabiskan di rumah. Beberapa kali kekampus, hanya sekedar untuk mengunjungi sekret tercinta ataupun sekedar ngenet buat buka Facebook.

Daripada hanya sekedar nonton Tv, maka liburan kali ini aku mempunyai sederet judul buku yang ingin ku baca. Memang banyak buku yang sangat ingin kubaca, namun karena kesibukan maka hal itu tak terealisasi. Membaca memang hobiku dari kecil, tidak terikat dengan satu jenis buku, apa saja jenisnya asalkan menarik akan saya baca. Namun, satu yang paling saya suka adalah novel. Ketertarikan dengan novel bermula ketika aku duduk di bangku SMP. Sekolah SD ku dulunya tidak mempunyai perpustakaan jadinya aku jarang atau bahkan tidah pernah membaca buku selain buku pelajaran. Palingan hanya membaca beberapa komik Conan yang kebetulah ada di persewaan komik di samping sekolah itupun tak berlangsung lama karena tempat itu segera tutup dan berganti dengan wartel. Ketika SMP lah aku mulai mengenal perpustakaan yang sesungguhnya.

Inilah awal mula aku mengenal novel. Dari yang awalnya hanya iseng hingga akhirnya jadi kebiasaan. Novel pertama yang saya baca pun hingga lupa saya ingat. Seingatku sewaktu SMP dulu aku senang membaca novel petualangan lima sekawan STOP! yang hanya ingat dua nama tokohnya yaitu Thomas dan Petra. Itulah novel pertama yang berhasil menarik perhatianku hingga akhirnya membuatku rajin datang ke perpustakaan. Kebiasaan membaca novel terus berlangsung ketika duduk di bangku SMA. Tak jarang aku pergi ke perpustakaan untuk meminjam novel atau sekedar lari dari aktivitas di kelas.

Semasa SMA inilah kesukaan pada novel semakin menjadi namun kegiatan membaca novel malah berkurang gara-gara lebih suka negumpul bareng temen atau pelajaran. Namun, novel tetep jadi camilan di waktu senggang atau libur sekolah. Bahkan saking sukanya aku tak ragu untuk menganjak temanku untuk pergi ke perpustakaan daerah yang kebutulan ada tepat di samping sekolah. Mengajak teman adalah keharusan, karena aku tak punya buku anggota perpustakaan daerah. Maka untuk meminjam koleksi novel yang lumayan banyak di sana aku harus meminjam krtu anggotanya. Sayang, kesenangan itu tak lagi berulang kini karena temanku itu sudah jarang kutemui aku juga malas untuk membuat kartu anggota karena prosedurnya.

Kini setelah menjadi seorang mahasiswa aku beralih ke perpustakaan kampus. Aku juga memanfaatkan beberapa teman mahasiswa yang mengoleksi buku dengan meminjam bukunya. Beberapa teman yang menyarankan untuk menbaca beberapa novel juga membuat aku semakin giat untuk mencarinya untuk dibaca. Seperti biasanya kegiatan membaca terhalang oleh kegiatan yang lain. Bahkan terhalang oleh orang yang juga suka membaca, maklumlah koleksi perpustakaan kampus kan hanya sedikit sehingga harus bergantian dengan yang lain. tak jarang hal itu membuat kesal, karena ada satu novel yang sangat ingin ku baca setiap aku ke perpus salalu tak ada. Tapi tak apalah sesama penyuka buku kan harus saling menghormati dan menghargai kan.

Sekarang beberapa buku novel masih menunggu untuk kubaca. Semasa liburan ini malah aku sudah merasa bahwa membaca bukan lagi kebiasaan tapi kebutuhan.


Tag: membaca

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

arman dhani bustomi 0 0
Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai

P.A.T (Anak Semua Bangsa)
Bu kancit Arbimapala 0 0
baca, mabuk, dan gila.

Silahkan login untuk memberikan pendapat