Organ dan Ormas DIY Geram dengan Sikap Pemerintah 0
Sabtu, 29 Jan '11 00:40
Organ dan Ormas DIY Geram dengan Sikap Pemerintah
Kebenaran memang butuh waktu dan kepalsuan pasti terungkap. Tapi menunggu waktu tidak mungkin lagi, sebab sedetik menunggu berarti membiarkan rakyat ditindas. Ditindas oleh pemerintahnya sendiri. Janji ditutupi janji. Kebohongan demi kebohongan memanipulasi kesadaran dan kejernihan nurani publik.
"Apa pemerintah seperti tertidur dalam limbah angkara?" Tanya Pakde Gondo. Pakde, begitu sapaan seniman Jogja ini, tak habis pikir dengan sikap presiden selama ini yang tak becus. Jika ibarat orang sakit maka segeralah dioperasi, dibedah. Organ apa yang busuk dan sakit harus diambil dan dibuang. Lah, jika sudah sudah komplikasi, mau apa lagi?
Forum Dengar Pendapat
Badan Pekerja Tokoh lintas Agama menyelenggarakan Dengar Pendapat Publik pada Rabu (26/01) di UGM. Antusias publik begitu tinggi, terlihat dari membludaknya peserta hingga keluar ruangan. Tak hanya tokoh dan aktivis yang datang, bahkan beberapa perwakilan warga korban bencana merapi hadir pula. Sumanto salah satunya. Warga Cangkringan Sleman ini angkat bicara.
Janji pemerintah mengganti kerugian korban, terutama rumah dan hewan ternak belum direalisasikan. Buktinya, "belum ada, untuk rumah belum, sapi sudah sebagian, dan kambing sama sekali."
Hal ini tak jauh beda dengan janji-janji pemerintah selama ini: realisasi anggaran pendidikan 20 %, dana BOS, anggaran kesehatan, anggaran kemiskinan, pemberantasan kasus-kasus lainnya. Kasus benam-timbul soal Newmont, Freeport, Lapindo, HAM, korupsi, transparansi, perlindungan TKI, kebebasan pers, mafia pajak dan hukum. Belum lagi isu-isu pengalihan yang membenamkan kesadaran publik.
Tak heran jika angka-angka statistik hanya alat legitimasi pemerintah dalam pengurangan angka kemiskinan. Keberhasilan angka 31,02 juta orang dengan versi pemerintah, misalnya. Bila digunakan pendekatan penduduk rakyat miskin tahun 2010 mencapai 70 juta orang, dan pendekatan Jamkesmas mestinya berjumlah 76,4 juta. Demikian pula anggaran pendidikan 20% ternyata meliputi pembiayaan dinas pendidikan, gaji guru dan dosen.
Janji-janji itu "koyo mung angin surga...yo ben doyan nguntal, nguntal!" kesal Sumanto. "Yo wes sabar," tambahnya bernada geram menanti janji pemerintah.
Tak hanya Sumanto yang geram soal janji pada korban merapi. Akmal, perwakilan keluarga minang Yogyakarta, rela menghimpun dana untuk beli buku agar anak-anak, padahal mereka beberapa bulan lagi ujian. Hal ini menurutnya korban merapi ini hingga kini belum disentuh pemerintah."
Sikap Peserta
Puluhan peserta yang terdiri dari tokoh, perwakilan ormas, perwakilan gerakan mahasiswa, perwakilan organ kedaerahan, dan lainnya ini cepat merespon forum. Mau diapakan banyaknya keluhan dan bukti publik tentang ketidakbecusan pemerintah ini? "...jika tidak, (ini) akan dianggap sampah," ujar Rendra, salah satu peserta.
Fajar, juru bicara badan pekerja tokoh lintas agama, menuturkan tokoh-tokoh kini bak resi yang turun gunung. Sebagai penjaga moral, mereka tak bisa diam melihat pembohongan pemerintah.
Sikap ini disambut baik oleh Nugroho, perwakilan ikatan mahasiswa Riau. Gerakan moral tak bisa sendiri, antara gerakan moral dan politik tak bisa dipisahkan. Tinggal bagaimana menghubungkan rakyat dan mahasiswa dengan tokoh dan elit.
Sepakat dengan Nugroho, salah satu perwakilan AMUK melanjutkan dengan gerakan ini maka perlu terus diperluas dan dimasifkan. Dan, "tokoh-tokoh pun mestinya juga turun ke jalan!" tegasnya.
Namun, jangan sejarah dilupakan bahwa kita pernah dibajak oleh kaum neoliberalis paska 1998, agenda-agendanya terus lancar, meski Soeharto diganti? Jangan sampai hal ini terulang lagi. []
Tag: Gerakan Mahasiswa
Terkait:
-
Aku Ditelanjangi Oleh Pram dan Ki Hajar Dewantara
Sabtu, 14 Mei '11 13:56 -
Gerakan Mahasiswa DIY Siapkan Pesangon Buat SBY
Sabtu, 29 Jan '11 01:15 -
Kita Sedang Ditinggal Rakyat (Tentang Gerakan Makassar)
Rabu, 10 Mar '10 00:14
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Defy Arbimapala: Penting
-
Rizki: Responsif
-
dewi alfath: Perlu

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat