Gerakan Mahasiswa DIY Siapkan Pesangon Buat SBY 1

Sabtu, 29 Jan '11 01:15

Gerakan Mahasiswa DIY Siapkan Pesangon Buat SBY

Jelang senja, Rabu (26/01) beberapa organisasi gerakan di DIY berkumpul, menyiapkan pesangon buat pemerintahan SBY. Organisasi itu diantaranya HMI MPO, SMI, GMKI, UWY, KAMMI, IMM, LMND, dan PRD. Mereka menilai, pemerintah SBY sudah keterlaluan. Selama tujuh tahun pemerintahan hanya seperti polisi India. Serba terlambat dalam segala hal. Selama ini kebijakan-kebijakan tidak membela rakyat, tetapi lebih mementingkan pencitraan figur presiden.

Sebagaimana era kapitalis lanjut ini yang penuh kebohongan. Pemerintah akibat citra-citra mampu bertahan hingga dua periode dengan membohongi publik. Ada empat kriteria kebohongan atau pengingkaran menurut KH. Muhaimin, tokoh agama Islam asal Kotagede. Pertama, ingkar hukum. Kasus mafia hukum buktinya. Bagaimana mungkin orang dipenjara justru nglencer, kasus HAM yang tak dituntaskan, dan sebagainya. "Hukum telah diplintir," tegasnya.

Kedua, ingkar janji. Lupa dalam agama Islam itu dimaklumkan, dengan catatan memang benar-benar lupa. Namun tingkatan lupa berbeda dengan dusta yang sengaja melalaikan janjinya. Hukumnya seperti berkhianat, karena melalaikan amanat konstitusi.

Kebijakan sentralis dengan pengabaikan pemerataan berakibat munculnya ketimpangan sosial di daerah-daerah. Tidak sedikit anak usia belajar yang putus sekolah, gizi buruk, dan minimnya pelayanan social menjadi bukti yang tak bisa dibohongi. Ini bukti pengingkaran ketiga, ingkar ketimpangan sosial. Angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi yang katanya mencapai 5 % hanya ilusi yang indah untuk dilihat. Penggusuran, kekerasan terhadap buruh, kemiskinan, jika dianalisa adalah dampak kebijakan yang mementingkan ekonomi makro daripada mikro. Naiknya bahan pangan, BMM, dan seterusnya, bukan sekedar PR pemerintah apalagi dijadikan komoditas yang dikemas janji-janji manis.

Hal ini yang mengetuk beberapa tokoh lintas agama membuat pernyataan terbuka. Dan keempat, yakni ingkar hati nurani. Yang terakhir ini akan berdampak mengerikan. KH. Muhaimin tak banyak menjelaskan, hanya tertegun.

Menurut pandangan Bayu (HMI Bulaksumur) gerakan mahasiswa mampu melihat kondisi ini. Bahkan ia menyitir, tujuh tahun ini SBY hanya tujuh kali menyebut 'pancasila'. Yah, paling tidak setahun sekali lah. Padahal upacara benderan anak-anak seminggu sekali dilaksanakan di sekolah.

Diskusi antar elemen gerakan mahasiswa ini akhirnya menyepakati, bahwa persiapan segera disosialisasikan dan dikonsolidasikan pada organisasi-organisasi mahasiswa lainnya di DIY. Tak hanya itu, massa mahasiswa lain akan diajak untuk menyiapkan pesangon buat SBY jika waktu telah tiba. "Ini agenda jangka panjang, bukan hanya reaksioner," tandas Abud (PRD DIY). []

 

 


Tag: Gerakan Mahasiswa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rizki 0 0
bErAT TerNyata Jadi MAHasisWa!!!

Silahkan login untuk memberikan pendapat