Musik Rock: Musik Keras atau Musik Mengayun? 2

Selasa, 25 Jan '11 10:00

Are you ready to rock? Sebuah kalimat pembuka yang umumnya terlontar dari bibir sang vokalis grup rock, baik di negara asalnya maupun di Indonesia. Hanya nampaknya di Indonesia telah terjadi pergeseran makna, pada kata “rock”. Meskipun begitu, sepertinya hal tersebut tidak terlalu dipedulikan oleh penikmat musik rock. Akan tetapi bolehlah untuk sekedar saling bertukar informasi atau berdiskusi mengenai transfer kata ini.

Menurut Kamus Oxford, terma “rock” mempunyai beberapa arti, salah satunya, untuk membahas masalah ini, dapat kita ambil arti yang berbunyi, “move gently backwards and forwards or from side to side.” Kalimat tersebut dapat disederhanakan menjadi “menggeleng” atau “mengangguk”, menilik sikap para pemain musik rock ketika memainkan musik mereka. Nah, dengan makna tersebut, jelaslah bahwa musik rock bukan berarti musik keras, tetapi musik mengayun.

Lalu kenapa terjadi pergeseran makna yang begitu jauh? Bukan menyalahkan suatu pihak, tetapi hal tersebut sangat berhubungan dengan pembelajaran Bahasa Inggris yang konvensional, dimana siswa disuruh menghafalkan kosakata Bahasa Inggris dengan artinya dalam Bahasa Indonesia. Memang, “rock” juga dapat berarti “batu”, dan “batu” memang keras, akan tetapi kita harus memaknai sesuatu dengan konteksnya, agar pergeseran-pergeseran makna tidak terjadi begitu jauh.

Mungkin kita ingat lagu milik grup rock, Queen, yang berjudul “We Will Rock You”, nah apakah arti kalimat tersebut? Jika kita memaknai “rock” dengan “batu”, yang terjadi adalah “Kita akan Membatumu”. Akan tetapi jika kita menggunakan makna yang lain, kita akan mendapatkan, “Kita akan menggoyang mu”, yang terdengar lebih enak. Contoh lain, “Rock a baby”. Jika menggunakan “batu”, maka yang terjadi adalah seperti ini, “Membatu seorang bayi”, yang malah menjadi tak berarti. Hal yang berbeda dapat dijumpai ketika mengartikan dengan, “Mengayun seorang bayi”, yang berarti bayi yang sedang ditidurkan di dalam keranjang bayi yang bergoyang-goyang.

Pada akhirnya, bahasa adalah produk budaya, dan tanpa bahasa tak akan ada benda-benda atau sesuatu. Namun, diperlukan kejelian dalam memaknai bahasa orang lain, kalimat orang lain, karena setiap orang mempunyai pandangan terhadap bahasa yang berbeda-beda. Sekilas tentang Pragmatik, dapat dibaca pada tulisan rekan saya, Prayudha Magriby di postingannya yang terbaru. Yang selalu sama dari musik rock, baik di negara asalnya dan di Indonesia adalah, mereka sama-sama keren, dan saya merupakan salah satu penikmat musik rock, dan saya selalu mengangguk-anggukkan kepala ketika Metallica atau Power Metal mengalun kencang. Are you ready to rock???


Tag: Bahasa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Prayudha Magriby 0 0
jere pak suhaeni to... Intine fuck for pop music and its culture
Mahisa Medari 0 0
wah asemig membocorkan rahasia..
haha, untuk pengetahuan kita semua, kenapa tidak...

yaya, setuju, diancuk

Silahkan login untuk memberikan pendapat