Dibalik Kemegahan (Katanya) Cagar Budaya 1

Senin, 10 Jan '11 13:53

Ironis memang jika kita menyaksikan suatu kemegahan, namun disisi lain ada ketimpangan dibalik kemegahan tersebut. Inilah salah satu ungkapan yang pantas terlontar ketika berada di universitas yang masih mempertahankan jargon pendidikannya ini. Pasalnya, hal tersebut bukan sekadar kecemburuan belaka, namun kenyataan yang terjadi. Isola Heritage berdiri megah, dan dijadikan kebanggan serta ikon yang menandakan bahwa inilah Universitas Pendidikan Indonesia. Villa berwarna putih dengan gaya arsitektur belanda ini, berdiri kokoh dan dijadikan sebagai kantor para pimpinan universitas. Didepan villa yang bernama Isola ini, terdapat bangunan taman/Heritage yang luas yang sekarang menjadi bagian dari cagar budaya.

Pembanguan taman yang begitu luas tersebut pastinya menghabiskan dana yang tidak sedikit, tak tanggung-tanggung sekitar 3 milyar uang dihabiskan untuk membangun taman tersebut, namun sampai saat ini kegunaan tempat tersebut masih menjadi pertanyaan, para rektorat berdalih bahwa tempat tersebut harus menjadi kebanggan universitas, karena universitas ini memiliki salah satu cagar budaya yang dilindungi kota bandung. namun yang dipertanyakan, yang pantas untuk dibanggakan dari universitas ini, apakah bangunan yang megah yang menghabiskan bermilyar-milyar ataukan kualitas akademik? Inilah ironi yang terjadi di kampus ini, pasalnya mahasiswa masih mengeluh bahwa mereka kekurangan fasilitas kuliah, dan juga masih mengeluhkan ketidak hadiran dosen dikelas.

Sekilas ini merupakan kecemburuan yang dibuat buat, namun jika dilihat realitasnya, begitulah yang terjadi, ada ketimpangan khususnya dengan kualitas yang diterima mahasiswa dalam perkuliahan. dikampus ini masih ada mahasiswa yang berebut tempat kuliah dengan fakultas lain, bukan karena jadwalnya yang bentrok, tapi memang ruangan kelasnya yang kurang. untuk mereka dapat berkuliah, mereka harus pusing naik turun lantai mencari ruangan kelas yang kosong. kadang mereka tidak jadi kuliah karena mereka tidak menemukan ruangan yang tidak dipakai mahasiswa jurusan lain. ini merupakan suatu keanehan tersendiri, disisi lain bangunan taman yang begitu megah berdiri di kampus ini, namun mahasiswa masih harus berebut tempat kuliah. jadi apa yang mesti dibanggakan oleh mereka? toh kuliahpun masih harus berebut ruangan?

kasus tersebut hanyalah sebagian kecil dari keluhan mahasiswa, belum lagi mengenai keluhan mahasiswa karena dosen tak kunjung datang mengisi kuliah. sampai satu semester penuh dosen tersebut tidak melaksanakan kewajibannya, alasan yang mereka berikan masih berkutat dengan kesibukan lain yang lebih penting. ini menjadi suatu keheranan, dosen yang seharusnya mengajar, malah memiliki kesibukan diluar mengajar sehingga dia meninggalkan kewajibannya. persoalan tersebut memang pasti dipengaruhi beberapa faktor, misalnya mengenai gaji dosen yang kurang, asumsi itu bisa disimpulkan karena tak mungkin mereka mencari penghasilan diluar mengajar jika mereka mendapatkan imbalan yang mencukupi dari mengajar. yang menjadi pertanyaan, kenapa uang bermilyar-milyar yang dipakai taman itu tidak diberikan kepada dosen agar bisa mengajar dengan rajin? toh, uang yang dipakai berasal dari mahasiswa? mahasiswa kan membayar SPP untuk mendapatkan kuliah bukan untuk mendapatkan taman megah?

Itulah sedikit ironi yang terjadi, ketidakadilan yang didapat mahasiswa masih belum mendapat perhatian yang serius, bahkan cenderung diabaikan, buktinya keluhan ini masih banyak dilontarkan para mahasiswa. jadi apakah kemegahan itu diiringi dengan kualitas seimbang? jika ini terus dibiarkan ini bakalan menjadi patung kayu yang indah namun isinya digerogoti rayap, dikejauhan akan terlihat sungguh indah, namun takkan bertahan, bahkan hanya oleh hembusan angin, lama-lama robohlah kemegahan itu.

 


Tag: ironi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ketoles ARBIMAPALA 0 0
irono sekali, tapi pertanyaanya, apakh mahasiswa juga sadar akan pentingnya Ilmu mereka, jangan-jangan mereka hanay sekedar mencari nilia??

Silahkan login untuk memberikan pendapat