"Jangan banyak bicara, Ini rombongan mobil menteri!!!" 2

Jumat, 7 Jan '11 12:49

Dalam kemacetan, rombongan Menteri Kesejahteraan Rakyat melaju dengan kecepatan tinggi. Berebda dengan pengguna jalan lainnya, rombongan ini minta jalan yang macet dibukakan bagi mereka, secara tidak langsung berkata "minggir penguasa sedang lewat!!!".

Beberapa pengguna Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, dengan susah payah nampak membuka jalan bagi ‘pimpinan' mereka. Tidak mengejutkan memang, karena sebagian besar masyarakat di negeri ini masih memegang paham feodal. "Pemimpin harus didahulukan", "Yang berkuasa adalah yang punya jalan" atau paham feodal lainnya mungkin terlintas dibenak mereka.

Namun, Ardiansyah, istri dan anaknya nampak tertimpa musibah dihari itu. Lebih tepatnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ketika berusaha membuka jalan bagi rombongan menteri, bapak Agung Laksono yang terhormat, motornya ‘terserempet' mobil rombongan hingga menyebabkan mereka terjatuh.

Salah satu mobil rombongan tersebut sempat berhenti. Sang istri pun menghampiri dan berusaha untuk melampiaskan emosi karena saat itu anak mereka shock dengan 'kejutan' dari rombongan Menteri. Berharap sepatah kata 'maaf' dari rombongan Menteri yang sedang sibuk dengan urusan mereka.

Apes memang tak bisa dihindari. Bukannya meminta maaf kepada korban, supir dalam mobil tersebut justru marah dengan menunjukkan arogansi khas orde baru.

"Jangan banyak bicara, ini rombongan mobil menteri!!!"

Perkataan itu jelas membuat amarah korban yang tadinya begitu membara mendadak padam. Jelas ia berpikir dalam hati takkan mampu mempersalahkan sosok Menteri, mereka hanya orang kecil. Tak ada gunanya meminta keadilan di negeri ini, mereka tidak punya duit dan pengaruh sehebat Pak Menteri. Mendengar permintaan maaf dari 'Pemimpin' saja susahnya bukan main, malah kena 'damprat' dengan semena-mena.

Ah, coba saja pelaku penyerempetan adalah masyarakat awam. Paling-paling 'pulang tinggal nama' atau paling mujur lebam membekas diwajah karena dihakimi massa. Tapi kasus kali ini benar-benar berbeda, rombongan menteri yang menabrak. Siapa berani melawan?

Miris hati membaca berita dibeberapa media massa hari ini. Kekuasaan seakan-akan masih menjadi alat paling ampuh untuk membungkam suara masyarakat. Mereka masih bisa berteriak, tapi dalam hati saja. Mereka masih bisa menuntut keadilan, tapi kepada Tuhan saja. Hukum di negeri ini belum bisa dipercaya!!

Hilang, sirna dan lenyap sudah kepercayaanku pada 'wakil rakyat' yang menurut bang Iwan Fals seharusnya merakyat. Ketika sikap arogan yang ditunjukkan Pemimpin Bangsa. Setelah melakukan kesalahan bukannya meminta maaf tapi malah sibuk pencitraan.

"Dalam kecelakaan model apapun mobil selalu salah ketimbang motor, motor selalu salah ketimbang pejalan kaki," sebuah kutipan dari buku yang pernah kubaca beberap tahun lalu, tidak terlihat dalam kasus kali ini. Pengguna jalan salah, rombongan pak Menteri yang benar. Mereka hanya cecurut-cecurut yang menghalangi jalan pak menteri yang benar-benar dikejar kesibukannya!!!

 

 


Tag: menteri

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

yoezron 0 0
Si angkuh itu dengan santainya berjalan tanpa hambatan.. tabik!
andi_tulungagung 0 0
bakar aja

Silahkan login untuk memberikan pendapat