Bilingual: Dari Film Hingga Pidato Presiden 3
Jumat, 7 Jan '11 19:46
Bilingual, dapat diartikan secara sederhana 'dua bahasa' (bi: dua, dan lingua: bahasa). Istilah ini sering muncul dalam industri pertelevisian, dan kadang-kadang muncul di layar televisi sebelah kiri atas ketika sebuah stasiun televisi menayangkan film asing. Lama kelamaan masyarakat pun merasa familiar dengan terma bilingual tersebut, dengan sebuah lambang dua buah lingkarang yang saling berkaitan, dan biasanya berwarna merah.
Akan tetapi, beberapa waktu lalu, muncul acara berlabel bilingual tanpa logo. Pidato Presiden SBY beberapa waktu lalu membuat insan pers (wartawan, dkk), serasa nonton film asing. Betapa tidak, Presiden SBY kerap menggunakan istilah asing berdampingan dengan kalimat Bahasa Indonesia. Wartawan yang merasa aneh kemudian tertawa diperingatkan oleh pengawas agar tetap tenang. Kita diingatkan akan sebuah frasa yang dilontarkan oleh Warkop, "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.'
Fenomena apakah ini? Apakah Presiden SBY hanya ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa ia pintar berbahasa asing? Tentu tidak hanya itu. Mungkin bagi para orang-orang pintar, pidato Presiden SBY itu menunjukkan sesuatu yang lain, yang kerap mereka sebut sebagai penanda. Besar kemungkinan Presiden SBY banyak menggunakan bahasa asing (Inggris), secara tersirat ia ingin menunjukkan pada masyarakat Indonesia (atau dunia) bahwa ia telah banyak terpengaruh oleh negara-negara pengguna Bahasa Inggris (dalam hal ini Amerika, mungkin).
Mungkin juga ada arti-arti lain yang ingin ditunjukkan oleh Presiden SBY. Mungkin ini hanyalah sebuah pemikiran kecil dari rakyat kecil, yang merasa bangga, proud, ketika mempunyai Presiden yang pintar, when feel proud of smart president. Ah, kok malah ikut-ikutan. Akhirnya, mungkin kita patut bangga, tetapi di masa lalu kita juga pernah mempunyai presiden yang menguasai berbagai bahasa, yaitu sang Proklamator.
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Themmy: Responsif
-
andi_tulungagung: Bagus
-
Suport_Persma: Bagus
-
dewi alfath: Responsif
-
ketoles ARBIMAPALA: Responsif
-
Rizki: Bagus
Komentar:
atau.. kita telag mengikuti jerat stereothype lawan politinya?
entahlah, kita sudah sama-sama gedhe kan???
(menurut survei kecil-kecilan kami, 98% yang mengikuti situs ini berumur lebih dari 18 tahun).
Silahkan login untuk memberikan pendapat