DEMO SOLIDARITAS HMI BANGKALAN 9
Kamis, 6 Jan '11 21:12
Fendi
penulis lepas.
Kemarin (6/11) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang bangkalan melakukan aksi demo di depan kantor polres kabupaten bangkalan Madura untuk menindak lanjuti oknum kepolisian yang melakukan tindakan premanisme terhadap aktivis HMI yang mendapat prilaku yang tidak senonoh karena mengkritisi dan melakukan aksi beberapa hari sebelumnya. Aktivis HMI yang kebanyakan terdiri dari Mahasiswa Universitas Trunojoyo ini menggalang aksi ke-2 dengan menyongsong sikap solidaritas. Aksi demo ini sebenarnya disulut oleh perasaan solidaritas antara sesama aktivitis HMI yang sebelumnya mendapat perlakuan kasar dari kapolres Bangkalan baik dihajar, dipukul dan diseret dengan tidak wajar. Sehingga ada yang luka dan harus dibawah ke rumah sakit.
Sehigga aktivis HMI se-Madura melakukan aksi untuk menyuarakan pertanggungjawaban premanisme yang dilakukan pihak Polres Bangkalan. Semua pelaku harus diusut dengan tuntas kalau tidak Kepala Polres harus mundur dari jabatannya. Aksi demo ini, merupakan aksi solidaritas agar pihak kapolres bertanggungjawab terhadap pemukulan dan penyeretan sehingga aktivis HMI banyak yang babak belur. “ Ujar salah satu korlap berapai-api di depan ratusan aktivis HMI yang memadati depan Kantor Polres Bangkalan.
Karena, harapan untuk bertemu dengan kapolres Bangkalan tidak tercapai karena Kapolres Bangkalan tidak mau keluar. Demo aksi solidaritas ini melakukan tindakan lain untuk memancing kemarahan pihak kepolisian dengan cara menghalangi laju transportasi lalu lintas kendaraan. Sehingga laju kendaraan menjadi macet total.
Keluhan dari pemakai jalan pun tidak enak didengar baik secara umpatan atau kata – kata halus untuk membujuk. Bahkan ada pengendara dari kota Sampang yang berani nekat maju walau akhirnya kalah setelah mendengaar maksud tujuan demo kali ini.
Namun beberapa menit kemudian, perseturuan antara polisi dan mahasiswa tidak bisa dielakkan kembali melalui pukulan dan saling hajar menjadi panas di tempat aksi. Namun akhirnya menemukan titik reda setelah dua aktivis diamankan oleh pihak Polres Bangkalan.
Ditanya soal seberapa sengitnya adu fysik, Rusdi (24) “ mengungkapkan bahwa awalnya “saya tidak tertarik untuk melakukan tindakan anarkis sebab kami datang ke sini bukan untuk anarkis tapi untuk meminta kepastian Polres Bangkalan untuk menuntas dengan tegas pelaku premanisme terhadap kawan- kawan aktivis HMI beberapa hari yang lalu. Ungkapnya.
Ditanya semangatnya berseteru, Rusdi mengungkapkan kembali bahwa “ perseturuan adu pukul bukan semata karena ingin anarkis tapi karena kami satu komando dan satu tujuan yang menjadi motto dari aksi kami. Sehingga satu orang yang kena pukul maka semuanya harus bersatu.
Tindakan adu jotos terjadi karena teman-teman kami yang membawa bendera HMI kena labrak oleh pihak oposisi yang mana pelakunya adalah polisi dengan alasan tindakan kami tidak perlu karena menggangu laju lalu lintas, sehingga suasana terjadi kemacetan tapi aktivis HMI tidak mau tahu sebab, mereka yang mau lewat harus minta ijin ke Kapolres yang tidak becus dan tidak tegas atau keluar menemui kami dulu sehingga, adu jotos tidak bis a dielakkan kembali. Tapi perseturuan ini akhirnya bisa selesai setelah Kepala Polres mendatangi mereka setelah sebelumnya tindakan adu pukul hampir membuat mereka kesetanan semua.
Tapi sampai saat ini, kejelasan untuk mengusut tindakan premanisme masih abu-abu dari pihak Kapolres. kata korlap yang menjadi kordinator lapangan aksi ini.
Tag: DEMO MAHASISWA
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Pipilia Sinergi: Bagus
-
Prayudha Magriby: Bagus
-
andi_tulungagung: Biasa
-
Suport_Persma: Biasa
-
Bu kancit Arbimapala:

Komentar:
kalau mosting tulisan atau berita, jika menampilkan foto atau gambar, hendaknya disesuaikan. jangan asal comot, asal pasang.
Semangat...
Salam persma...
btw, soe hok gie udah sakit jiwa ya. hahahah
pada pengakuan dosa yo..
pada pengakuan dosa yo..
Silahkan login untuk memberikan pendapat