dunia munak 0
Senin, 3 Jan '11 11:46
Menyalahkan , menghina atau menghujat orang lain semudah membalikkan telapak tangan. Tak terlebih diri saya sendiri. Ada kalanya saya mengolok orang lain namun sebenarnya olokan tersebut juga buat saya.
Ada beberapa kisah simple yang terjadi di sekitar saya yang mungkin juga terjadi di seikatar kalian semua. SEMUA ORANG sependapat untuk menyelamatkan bumi dg semboyan "STOP GLOBAL WARMING" tapi yang kita lakukan untuk menjaga bumi tak sebanding dengan polah kita yang justru merusak bumi ini. Contoh paling nyata adalah semalam ketika tahun berganti. Bayangkan betapa banyaknya asap tercipta di seluruh dunia akibat perayaan dengan kembang api. Tak hanya di satu tempat namun di hampir seluruh penjuru dunia. Bumiku malang, sabar ya ketika kami memaksamu untuk merokok sebanyak ini. Seperti kata saya diatas, terkadang kritik yang kita berikan juga untuk kita sendiri. Jadi saya gak perlu sok suci menganggap diri saya benar, karena sayapun masih suka memaksa bumi untuk merokok lewat asap motor saya.
Kisah yang satu ini juga masih hangat karena baru saja terjadi. Beberapa saat lalu nasionalisme kita "seolah" bangkit lantaran kegemilangan TIMNAS sepakbola indonesia. Mengapa saya mengatakan "seolah" ?? ya karena memang itu yang sebenarnya terjadi. Nasionalis kita hanya untuk bola. Teringat saat seorang teman berkata bahwa dirinya tidak suka menonton UPIN dan IPIN karena dia beranggapan itu sama saja dengan malaysia menjajah indonesia secara tidak langsung. Hmmm saya sich setuju dengan statement diatas. "Seolah" tampak kita menjadi sangat nasionalis samapi-sampai mengecam film dari negara tetangga. Tetapi ada satu hal yang kurang disadari teman saya. Nampaknya dia lebih suka dijajah oleh jepang dan amerika lewat anime dan film garapan US. Nasionisme yang sangat kuat?? Nasionalisme yang sementara?? Atau nasionalisme bo'ongan?? Seperti ucapan saya tadi, kritik ini juga berlaku untuk saya. Lebih baik saya mengaku rasa nasionalis saya masih rendah lantaran musik-musik berbahasa inggris lebuh nyaman ditelinga saya.
Namun saya tak ingin terlalu menghujat terlalu menghujat pihak manapun. Disini saya hanya ingin berbagi. Bebagi beberapa kisah yang saya anggap lucu. beberapa kisah ironis disaat kita melakukan beberapa hal yang justru kita hujat. Dan sekarang sayapun semakin bingung "apa yang seharusnya saya lakukan??" . Kita sendiri yang membuat aturan namun kita juga yang melanggarnya dengan atau tanpa menghujat orang lain ketika orang tersebut juga berbuat salah. []
Tag: oot
Terkait:
-
Menghindari Makan Nasi
Rabu, 23 Feb '11 17:38 -
Hilangnya Budaya Kita !!!
Rabu, 4 Agu '10 17:09
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
dewi alfath: Perlu
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat