dunia dambaan, sebuah keingin tentang dunia kesehatan 2
Senin, 3 Jan '11 11:51
Didunia yang saya dambakan, Semua berjalan sebagaimana mestinya. Semua bagian berjalan sesuai dengan bagaimana ia ditakdirkan. Tak ada hasrat mengusai bagian lain yang bukan miliknya.
Dunia dambaan dalam khayalan saya adalah sebuah rumah sakit dimana semua berperan sesuai tugas masing-masing. Tak ada yang bilang "dokter lebih hebat daripada siapapun", tidak ada apoteker yang berkata "saya lebih jago daripada yang lain", dan tidak perawat yang berkata "apoteker kerjanya Cuma bikin obat, atau saya paling berpengaruh disini karena saya yang bertatap muka dengan pasien tiap hari"
Sampai saat ini saya masih memimpikan hal tersebut menjadi kenyataan. Kita sama-sama berjuang demi sebuah nyawa untuk diselamatkan. Saya membanyangkan seorang dokter yang ramah, bukan seorang dokter jutek yanng masih saya lihat dalam keseharian saya. Saya memimpikan Dokter yang menganggap perawat dan apoteker aladah partner kerjanya. Bukan seorang dokter yang menganggap perawat sebagai bawahannya dan apoteker sebagai penjual obat
Saya mengimajinasikan seoarang apoteker yang bertanggung jawab. Seorang apoteker yang berdedikasi. Bukan apoteker yang tidak berada ditempat ia bekerja saat jam tugas dan ia diharuskan berada di apotek. Saya bermimpi seorang apoteker dilibatkan dalam pengobatan pasien. Bukan seorang apoteker yang hanya menerima resep, lalu meraciknya lantas menyerahkannya pada pasien.
Saya memiliki impian, politik uang tidak lagi menjadi hambatan utama demi terselamatkannya sebuah nyawa. Perusahaan obat tidak menekan dokter untuk memakai produknya. Dokter dengan bijak mengobati pasien setulus hati. Dan apoteker berperan aktif dalam pemilihan obat yang tepat bagi pasien
Dalam otak saya, peran perawatpun tak kalah penting. Menjaga pasien agar ia tertib minum obat. Melayani kebutuhan pasien. Bukan seorang perawat yang bersikap acuh, yang angkuh. Dan meremehkan partnet kerjanya.
Tidak ada yang saling merehkan. Andaikan saja semua itu terjadi. Dan mari kita mulai itu dari generasi kita. Mari buat perubahan. Jangan pernah tanamkan bahwa suatu profesi lebih baik daripada profesi yang lain. Sampai saat ini saya masih berpikir apoteker lebih jago daripada dokter. Terkadang saya berpikir dokter kurang pandai lantaran apoteker lebih jago bila masalah obat. Dan saya rasa profesi yang saya remehkanpun, meremehkan profesi apoteker balik dengan segenap kemampuannya. Ya itulah yang terjadi sekarang. Tak ada kepercayaan di antara kita. Tak ada rasa bahwa kita saling membutuhkan. Dan mulai sekarang saya harus merubah sudut pandang saya.[]
Tag: kesehatan, farmasi, kedokteran
Terkait:
-
Alasan Mengapa IPB Tak Umumkan Susu Formula Berbakteri Sakazaki
Jumat, 11 Feb '11 21:04 -
Haramkah Si Batang Putih
Kamis, 8 Apr '10 15:38 -
suplemen Kesehatan,perlukah?
Kamis, 8 Apr '10 15:15
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
andi_tulungagung: Responsif
Komentar:
yang kita sesalkan adalah soal lempar tanggung jawab. penanganan pasien tidak romantis. prosesi penyembuhan, tidak nyaman. tidak benar-benar sembuh, atau setidaknya mendekati sembuh atau pantauan penuh hingga sembuh.
tahu persis.
ayo sama2 pantau dunia kesehatan. tawarkan gagasan2, seperti kawan ilham
otomais demi menjaga sebuah gengsi,, sikap pada aspek lain seperti pasien atau rekan kerja sedikit terabaikan.....ah jadi teringat pada sebuah cerita teman....
ah dasar gengsi....maaf buat saudara gengsi,,,saya menyalahkan anda....
sebenarnya masih banyak lagi yang harus dibenahi, tanggung jawab,, yang paling penting pelayanan....
Silahkan login untuk memberikan pendapat