Duka Cita Untuk Omi 8

Sabtu, 18 Des '10 04:35

Kawan, sepertinya kau harus menjilat aroma dogma

Dalam renaissan

Atau belajar mengeja bersamaku

Aksara dalam kitab suci Karl Marx

Bisa juga Frederich Wilhem Nietzsche

Atau menelusuri jejak tanpa batas lainnya

 

Atau apa sajalah yang membuatmu

Tidak bernafsu makan mie

Tak lagi menekuk muka di paha batu

Muak berpakaian bekas

 

Agar kau sadar

Bila dunia tak seluas nafsu kelaminmu

Kau akan tegas mengatakan jika ruangmu BANGSAT

Ketika kau mati terbalik

Berenang, meraba, objek bersubjek..

Ludahkan.. Muntahkan..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cukuplah sesaat

Beronani dalam gelap

Di balik keramaian

Di antara kekosongan

Mendulang ribuan timba kelelahan untuk mereka

 

Kawan,

Ya.. kawan..

Kita merdeka..

Setara..

Beda dan kaya..

Membanting keabadian

Semua akan sementara,

Sebelum "KITA BERAK..."

 

 

 

Untuk kawan omi,

Sekret ID' 14122010

 

(terima kasih buat kawan diekey)

 


Tag: Puisi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini: