Aji Mumpung atau Menahan Diri? 0

Jumat, 26 Nov '10 19:10

Sedikit curhat setelah cukup lama tak muncul di laman ini. Ketika masyarakat Yogyakarta masih berkutat dengan Merapi, di kampus kami terjadi kehebohan lain. Cukup menghebohkan. Bahwa salah satu Prodi yang cukup sukses menarik mahasiswa baru ke Universitas kami mengalami penurunan akreditasi, yang semula B menjadi C. Masalah semakin bertambah ketika mulai banyak selebaran-selebaran gelap yang menuliskan beberapa akibat dari penurunan akreditasi tesebut, seperti tidak bisa menjadi PNS, dll. Hal itu tentunya menjadikan keresahan bagi sebagian kalangan mahasiswa, yang selama ini telah merasa belajar giat, dengan harapan cepat lulus dan mencari pekerjaan yang layak.

Namun diantara mahasiswa yang resah tersebut, beberapa mahasiswa mempunyai beberapa pemikiran lain. Mereka mencari tahu faktor-faktor apa yang menjadikan sebuah akreditasi dapat mengalami penurunan. Setelah mencermati faktor-faktor tersebut, mereka mulai menyimpulkan bahwa yang menjadikan Prodi tersebut mengalami penurunan adalah masalah kebijakan. Para pejabat kampus mungkin merasa bahwa Prodi tersebut merupakan penghasil devisa yang besar bagi kampus, sehingga setiap tahun mereka memperbanyak penerimaan kuota mahasiswa. Padahal perbandingan antara dosen dan mahasiswa sangat tidak sebanding. Belum fasilitas-fasilitas yang disediakan terbilang sangat-sangat kurang.

Mereka mulai berpikir tentang adanya suatu aksi. Kebijakan harus dirubah. Kebijakan yang berkeinginan meraup keuntungan sebesar-besarnya demi sebuah citra. Dengan dana yang begitu besar setiap tahun mengalir, mereka dengan mudah melakukan pencitraan dengan wartawan, bekerja sama dengan Unviersitas luar negeri, serta hal-hal lain yang bisa membuat Universitas mempunyai citra yang baik di mata masyarakat.

Baik di luar buruk di dalam, itulah yang terjadi.

Mumpung masyarakat masih dapat dibohongi, uang akan terus mereka raup. Sementara penghasil devisa bagi kampus, terengah-engah dalam me-manage mahasiswa yang semakin membludak.


Tag: Pencitraan, akreditasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat