Junok 6

Minggu, 7 Nov '10 17:33

Bolehkah saya menuliskan Diary saya disini, buka bermasksud lebay, tapi pengen saja. Lagian ngapaian minta ijin, hehehe

Catatan perjalanan hidupku

20 Oktober 2010

Junok, Rumah R. Timur Budi Raja (orang tua Bangka)

Dini hari, saat orang lain sibuk dengan alam mimpinya, aku dan sekelompok orang gila yang dengan sengaja merubah maenstrem hidupnya, berdiskusi dan mempertanyakan eksistensi mahasiswa saat ini, sebuah pemikiran cerdas meluncur dari otak-otak yang tak jelas isi dan kepentingannya, satu hal yang kita sepakati, mahasiswa berhentilah berwacana, hari ini bukan wacana yang dibutuhkan negeri ini. Langkah nyata yang harus kita lakukan, kecil namun bermanfaat.

Teringat aku dengan perkataan soe hok gie, “Berbahagialah meraka yang tidak dilahirkan dan mereka yang mati muda, dan sungguh malang mereka yang dilahirkan dan mati tua”, sebuah frase yang sangat dalam menjelaskan bahwa perubahan zaman akan mempengaruhi kita, dan kita yang beranggapan sebagai pemikir dan penentu arah bangsa ternyata haya berwacana dan tergerus oleh realitas, Kacang (Keakean Cangkem, banyak bicara), sebuah ungkapan yang pantas bagi kita saat ini.

Dan diantara diskusi kacang kita ada sesosok tau yang tampak dari guratan wajahnya yang tampak keriput, memandangi kami para kacang-an, dan berkata, “aku berpikir kalian pemuda-pemuda yang akan melakukan perubahan, ternyata apa yang kalian bicarakan tidak membuatku yakin akan perubahan yang aku idam-idamkan”, pernyataan yang tegas dan membuatku miris, sungguh benar ucapan orang tua itu, orang tua yang dimasa mudanya telah melakukan perjuangan dan harus melihat semua perjuangannya sia-sia.

                Lalu apa yang harus dilakukan kita??, sebuah pertanyaan yang harusnya kita jawab dengan wujud nyata, bukan sekedar demonstrasi ataupun wacana-wacana hambar. Lakukan yang kecil dan bermanfaat bagi masyarakat itu yang lebih baik.


Tag: Mahasiswa, Diary, Generasi Tua

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Komentar:

ketoles ARBIMAPALA 0 0
Invisible Hand? Arkh sepertinya bukan dech, ayo pasa airnya nyentuh kelaminmu apa yang kau rasakan, hehehehe
ketoles ARBIMAPALA 0 0
keliru comment hahahahahah
Bu kancit Arbimapala 0 0
kita yang muda hanya penggembira ketika semua pada maju dan membicarakannya dengan cara yang datar
"caper tuh mahasiswa. OVERDOSIS"
sadam husaen mohammad 0 0
daripada hanya berdemoria lebih baik mengadili presepsi yang jelalatan sekarang
si berang-berang 0 0
bu kancit: anda sekali lagi terjebak logical fallacy. menyerang penulisnya bukan tulisannya, sayang sekali.
ketoles ARBIMAPALA 0 0
si berang-berang: bu kancit salah satu orang yang dimaki-maki bung

Silahkan login untuk memberikan pendapat