press release: MAKLUMAT KEDAULATAN RAKYAT ALIANSI MASYARAKAT UNTUK KEADILAN 0

Kamis, 28 Okt '10 20:57

MAKLUMAT KEDAULATAN RAKYAT

Pemerintahan SBY-Budiono terbukti lebih berpihak pada kepentingan asing yang menjajah bangsa Indonesia, daripada kepentingan tanah air dan bangsa Indonesia. Dalam setahun membangun ekonomi, pihak asing menjadi lebih dominan dalam menguasai perekonomian nasional. Saat ini, pihak asing telah menguasai ± 80% tambang dan migas, ± 50% perbankan nasional, 70% saham di pasar modal. Perusahaan asing juga menguasai sektor industry, jasa, perkebunan, ritel, telekomunikasi, air minum, dan sektor strategis lainnya. Ekonomi rakyat, yang sekarang ini bertumpu pada pertanian dan usaha-usaha kecil (UKM, industry rumah tangga, dan usaha informal), hanya menempati 20% pangsa pasar nasional, sementara korporasi besar asing dan domestik menguasai 80%. Situasi ini semakin hancur akibat invasi dari retail-retail bermodal besar, seperti Circle K, Alfamart, seven-eleven, dsb, yang sudah bisa masuk ke kampung-kampung.
Demokrasi dan pemberantasan korupsi yang menjadi jargon utama SBY-Budiono, tak lebih dari bualan tukang jual obat di pinggir jalan. Keadilan bagi rakyat terus dirusak dengan obral remisi dan grasi bagi para koruptor. Hukum dalam pemerintahan SBY-Boediono dipraktekkan bak pisau dapur yang tajam ke bawah, namun tumpul bagi perampok uang negara.
Sementara angka pertumbuhan dan ekonomi makro yang digembar-gemborkan terus berkembang, kenyataan dilapangan rakyat harus saling pekerjaan dan kue rezeki untuk menyambung hidup sesaat. Bicara soal kemiskinan dan penggangguran, tak perlu meminta BPS yang selalu melakukan manipulasi datanya. Jika ditanya satu per satu, berapa jumlah kemiskinan dan penggaguran, rakyat Indonesia akan mudah menunjukkan tetangga kiri dan kanannya yang terus berjatuhan tertimpa kemiskinan dan penggangguran.
Pemerintahan SBY-Boediono boleh saja berlindung dibalik 60% suara dukungan dalam Pemilu 2009 yang lalu dan menuduh gerakan mahasiswa dan rakyat yang mengkritik pemerintahan sebagai gerakan Inkonstitusional. Namun bagi kita, Rakyat Indonesia, 60% suara itu bukanlah dukungan yang mutlak secara terus-menerus. Seseorang bisa menggeser dukungan atau menjadi oposisi tatkala bertemu dengan situasi "ketidakpuasan umum". Seorang pendukung SBY saat pemilu bisa berubah menjadi penentang di masa sekarang. Itulah gerak kesadaran rakyat.
Sebagai warga negara yang telah 65 tahun merdeka, kehidupan Rakyat Indonesia tak berbeda dengan situasi pada panjajahan yang lampau. Rakyat Indonesia dibiarkan hidup menurut kehendaknya sendiri.
Atas dasar inilah, kami Rakyat Indonesia yang memiliki kedaulatan penuh sebagaimana dijamin dalam UUD 45, menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Pemerintahan SBY-Boediono yang telah GAGAL memenuhi kehendak Rakyat untuk mengusir haluan kebijakan NEOKOLONIALISME.

TINGGALKAN POLITIK PENCITRAAN, ANTEK NEOKOLONIAL!!!
RAKYAT BERSATU, BANGUN INDONESIA BARU YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN!!!


YOGYAKARTA 28 OKTOBER 2010

Tertanda:


- ALIANSI MASYARAKAT UNTUK KEADILAN -
[Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Himpunan Mahasiwa Islam MPO, Keluarga Mahasiwa Universitas Ahmad Dahlan, Serikat Tani Merdeka, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiwa Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Indonesia Court Monitoring, Wahana Lingkungan Hidup, Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa Universitas Gajah Mada. BEM Seluruh Indonesia, Perhimpunan Rakyat Pekerja, Pelajar Islam Indonesia, BEM Universitas Ahmad Dahlan. Lembaga Studi Kebijakan Publik. Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, PuKAT UGM, Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, PUSHAM UII. Aliansi Jurnalisme Independen. AJI Damai. Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan Yogyakarta].

 


Tag: Mahasiswa, Rakyat, Pernyataan sikap, PRESS RELEASE, ALIANSI

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat