PERYATAAN SIKAP PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA Rabu, 20 Oktober 2010 3
Rabu, 20 Okt '10 16:14
Hari ini, Rabu, 20 Oktober 2010. Setahun sudah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II memimpin Negara ini. Namun tidak ada kemajuan yang konkrit dari satu tahun kepemimpinan ini. Akses pendidikan bagi rakyat kecil tidak ada realisasinya, Pendidikan hanya dirasakan bagi mereka yang kaya. Pemberantasan Korupsi-Pun masih tebang pilih. Tidak ada kejelasan tentang kasus bank century yang tak ubahnya BLBI Jilid II, dan penuntasan kasus korupsi di pusat maupun daerah merupakan suatu bentuk ketidaktegasan dan memihaknya SBY-Boediono terhadap para koruptor di Negara ini.
Negara gagal melindungi rakyat dari diskriminasi berkepanjangan, negara gagal menjelaskan dan mempertanggungjawabkan apa yang terjadi dalam tragedi 1965/1966, Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, Penculikan dan Penghilangan Paksa 1997/1998, Trisakti 1998, 13-15 Mei 1998, Semanggi I dan Semanggi II 1998/1999, Pembunuhan Munir 2004 dan sejumlah kasus-kasus pelanggaran HAM berat lainnya. Janji SBY kepada para korban bahwa akan segera menyelesaikan kasus - kasus tersebut tak ubahnya sebagai janji dari seorang “Pembual rakyat” (Buaya Rakyat).
Tindak kekerasan terhadap wartawan beberapa bulan yang lalu menunjukan bahwa SBY-Boediono gagal dalam menjamin kekebasan berpendapat dan berekspresi yang diamanahkan oleh Konstitusi Negara. Kasus-kasus intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan sampai saat ini di usut tanpa ada ketuntasan. Kekerasan terhadap wartawan di baul,Palu dan wartawan solopos dan wartawan di papua yang tidak terberitakan secara nasional merupakan contoh bahwa wartawan di Negara ini masih sangta rentan akan penindasan dan tidak diberikan perlindungan akan kinerjanya, dimana kinerja wartawan sudah seharusnya tanpa ada intimidasi dan tindakan anarkis dari manapun.
Angka statistic kemiskinan rakyat Indonesia diberitakan seolah turun. Tapi dalam kenyataan, kualitas hidup masyarakat semakin merosot, biaya hidup semakin tinggi dan sumberdaya ekonomi semakin jauh dari kuasa rakyat, (Laporan ecosoc rights). Kemiskinan hingga saat ini sangat susah bagi rakyat papua untuk mengaksesnya, bahkan tindakan represif aparat militer terus saja terjadi. Tindakan tidak manusiawi akhir-akhir ini dipapua merupakan satu contoh pemerintah gagal dalam memberikan perlindungan Hak Asasi Manusia, dan pemenuhan kebutuhan pangan,sandang dan papan yang layak bagi rakyat papua hingga saat ini.
Sehingga atas segala penjabaran kegagalan pemerintahan SBY – Boediono memimpin satu tahun ini, maka kami Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Menuntut : “SBY – Boediono turun tahta dari kepemimpinan sekarang juga.”
Tulungagung, 20 oktober 2010
Mengetahui
ANDI MAHIFAL TOMMY APRIANDO
Sekjen PPMI Nasional BPN Advokasi
Tag: Pernyataan Sikap PPMI Jember terkait pemukulan Aktivis Persma Arissalah Surabaya
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
triyudantoo: Penting
-
Defy Arbimapala: Penting
-
dewi alfath: Perlu
-
ketoles ARBIMAPALA: Perlu
-
wr_jai: Penting

Komentar:
data riil versi pers mahasiswanya mana???
Silahkan login untuk memberikan pendapat