Kiat Mahasiswa Sukses 0
Senin, 27 Sep '10 07:34
Kiat Mahasiswa Sukses
Oleh Samsul Zakaria
Memasuki dunia perkuliahan ibarat memasuki wilayah baru untuk melanjutkan belajar (study) yang selama ini didapatkan di dunia persekolahan. Mengapa penulis mengatakan demikian, hal ini didasari oleh pengalaman penulis setelah kurang lebih satu tahun mengikuti pembelajaran di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) jurusan Hukum Islam (Syari'ah). Penulis menemukan suasana yang jauh berbeda dibandingkan dengan ketika menempuh studi di 3 sekolah sebelumnya (MI, MTs dan MAN). Awalnya terkesan aneh, namun setelah dilalui dengan sepenuh hati justru akan begitu kentara manfaat dan kenikmatan yang akan didapatkan. Berangkat dari pengalaman di atas penulis mengajak para mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi pembelajaraan yang unik dan menarik di dunia perkuliahan. Tidak lupa akan dipaparkan trik (baca; kiat) untuk menjadi mahasiswa yang sukses, mampu menerjemahkan dan mengejewantahkan ilmu yang didapatkan nantinya ke dalam praktik kehidupan nyata sehari-hari.
Berawal dari memilih jurusan, memilih prodi dari beberapa alternatif yang ada harus dipikirkan matang-matang. Tentu, penyesalan di belakang akibat kesalahan mengambil jurusan tidak sama sekali diharapkan. Oleh karena itu, penulis berharap semua mahasiswa yang ada telah memilih jurusan sesuai dengan nuraninya dan siap dengan segala kesungguhan untuk mengembangkan potensi diri melalui prodi pilihannya itu. Apabila sampai saat ini masih terdapat kegamangan dalam hal jurusan maka penulis menyarankan untuk sesegera mungkin berkonfirmasi dengan pihak universitas untuk menggagalkan pilihan itu dan berpindah ke jurusan yang benar-benar diinginkan. Tendensi apapun sewajarnya diminimalisir dalam hal ini kerena kelak yang akan berjuang, belajar, dan menekuni bidang itu adalah Anda, bukan orang tua, bukan guru, atau yang lainnya. Artinya, jika Anda telah memilih jurusan yang benar-benar Anda inginkan penulis berharap itu adalah keputusan terbaik Anda yang lahir dari nurani dan Andapun siap untuk menempuh dan menyelesaikan studi nantinya.
Selanjutnya, di awal-awal perkuliahan Anda akan menemui hal yang berbeda, mungkin aneh. Bertemu dengan para dosen yang pada awal perkuliahan yang memberikan gambaran perkuliahan selama satu semester ke depan. Tidak tertinggal juga, Anda akan disuguhi pemaparan tentang sumber-sumber bacaaan yang dapat digunakan untuk menunjang perkuliahan. Hal ini terkadang tidak kita jumpai selama kita belajar di bangku sekolah. Berada di ruang kelas selama 100 menit (untuk mata kuliah yang berjumlah 2 SKS) hanya akan membuat Anda bosan jika Anda tidak bisa menikmati perkuliahan itu. Berbeda dengan mereka yang begitu antusias dengan perkuliahan, maka waktu yang relatif lama itu akan terasa begitu singkat. Rasanya ingin berlama-lama bertatap muka dengan sang guru (baca: dosen) untuk mendapatkan ilmu darinya. Triknya adalah, siapapun dosennya, apapun mata kuliah yang diajarkannya, Anda harus mampu mencintai keduanya. Ketika Anda sudah mampu membangun nuansa ini, maka Anda akan dapat mengikuti perkuliahan dengan nyaman, mudah memahami mata kuliah yang diajarkan dan banyak manfaat lain yang akan Anda temui. Di samping itu hal ini sebenarnya adalah bentuk pengormatan (ta'dzîm) dan penghargaan (ikrâm) Anda terhadap dosen dan mata kuliah yang diampunya yang merupakan adab mencari ilmu (adab thalab al-‘ilm).
Mencintai saja tentu tidaklah cukup, anggaplah itu sebagai poin awal (starting point) untuk mengikuti perkuliahan. Banyak aspek lain yang tidak kalah pentinyanya, misalnya Anda harus mempersiapkan diri sebelum memasuki ruang kelas, materi yang akan diajarkan hari itu setidaknya sudah Anda baca sekilas atau sudah Anda fahami gambaran umumnya. Tentu ini adalah standar minimal. Lebih jauh dari itu jika Anda mengarapkan hasil maksimal, Anda harus sudah menguasai materi itu sebelum berada di ruang kelas sehingga nantinya akan terjadi kesinambungan antara paparan dosen dengan pemahaman yang sudah Anda dapatkan sebelumnya. Di samping itu Anda pun dapat memberikan komentar, masukan, pertanyaan kepada sang dosen sekaligus berbagi ilmu dengan rekan-rekan Anda di kelas (hitung-hitung sedekah jariyah). Dengan seperti itu Anda akan mampu mengikuti perkuliahan dengan baik dan mendapatkan ilmu yang banyak dan variatif tentunya.
Berdasarkan hadits nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (khair an-nâs anfa'uhum li an-nâs), maka tidak ada salahnya jika Anda mampu membangun relasi yang baik dengan teman-teman Anda sekelas. Korelasi yang baik antara Anda dan rekan-rekan di kampus akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, sebagai bentuk pengejewantahan dari hadits Nabi Muhammad SAW di atas. Semakin besar kontribusi Anda terhadap kesuksesan teman Anda maka semakin besar pula nilai kemanfaatan diri Anda terhadap orang lain. Hal ini karena sesungguhnya kesuksesan adalah milik kita semua dan mari bersama-sama mendapatkannya, saling membantu dan memberikan yang terbaik kepada saudara kita seagama. Dengan banyak bergaul dengan sivitas akademika kampus maka Anda akan semakin merasakan betapa nikmatnya dunia perkuliahan. Semakin Anda rasakan bahwa kuliah akan jauh lebih berkesan dibanding dengan ketika kita menuntut ilmu di sekolah (mengubah paradigm lama yang berasumsi bahwa masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah). Selain itu, Anda akan mendapatkan inspirasi dari kakak senior Anda yang sudah meraih prestasi gemilang baik akademik maupun non-akademik. Anda dapat bertanya bagaimana ia bisa meraih prestasi dan tentu ini adalah sebuah momen untuk mestimulus adrenalin Anda untuk juga berusaha memberikan yang terbaik dengan prestasi Anda nantinya bugi fakultas khususnya dan universitas umunya.
Perlu diingat bahwa kehidupan di kampus tidak terbatas hanya kegiatan akademis, belajar mengajar, tetapi juga ada kegiatan non-akademis (organisasi) yang dapat Anda ikuti dan tekuni. Berdasarkan pengalaman penulis, organisasi juga memiliki peranan penting terhadap kelancaran kegiatan akademis. Misalnya saja, Anda masuk (memilih) organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik, tulis menulis atau dikenal dengan sebutan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Anda akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan menarik seputar dunia penulisan yang tentu memudahkan Anda untuk menyusun makalah saat mendapatkan tugas dari dosen. Lain lagi dengan mereka yang aktif di Lambaga Dakwah Kampus (LDF), dengan aktivitas keagamaan yang berjalan di dalamnya, maka tentu Anda akan mendapatkan lebih banyak asupan ilmu agama yang mempermudah pembelajaran mata kuliah agama di kelas. Berbeda dengan misalnya Anda berkecimpung di Lembaga Ekskutif Mahasiswa (LEM). Anda akan mendapatkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan menejemen, tatacara negosiasi yang baik, bagaimana membangun relasi yang solid dan lainnya sebagainya. Semua itu tentu sangat menunjang perkuliahan Anda dan yang terpenting adalah Anda akan terdidik untuk dapat mengatur waktu dengan baik dengan aktivitas yang padat sehari-hari
Mahasiswa yang sukses tentu adalah mahasiswa yang tidak hanya mumpuni di dunia akademisnya saja tetapi juga berperan aktif di bidang keorganisasian. Hal ini karena teori saja tidaklah cukup untuk menghadapi kehidupan di masyarakat nantinya, tetapi praktik justru lebih penting sebagai menerjemahan nilai yang dipelajari dalam ruang kelas ke dalam bidang yang ditekuni. Sejalan dengan premis di atas, berorganisasi saja justru berakibat fatal, karena tujuan awal kuliah adalah mendapatkan ilmu di ruang kelas dari para dosen. Hal ini akan berdampak pada kegagalan kuliah Anda karena Anda hanya akan mendapatkan IP di bawah rata-rata. Maka idealnya, seorang mahasiswa selain berorientasi pada belajar (study oriented) juga memiliki antusiasme yang tinggi di bidang keorganisasian (organisatoris). Dengan adanya keselarasan antara belajar di ruang kelas dengan berorganisasi di luar kelas akan memberikan pengetahuan yang konfrehensif bagi Anda.
Akhirnya, selamat datang di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII). Selamat berjuang para Mahasiswa Baru (MaBa), semoga kalian bisa betah dan dapat menikmati segala kemudahan yang ada. Perpustakaan yang berjibun dengan ribuan buku sangat menanti kedatangan Anda. Para dosen akan merasa senang jika Anda bertanya banyak hal terkait dengan perkuliahan. Dan kami, sebagai mahasiswa yang lebih dahulu belajar di kampus ini siap sedia (welcome) untuk sekadar berbagi pengalaman (sharing), berdiskusi (discussion) jika diinginkan dan lain-lain. Semoga kehadiran kalian di sini dinilai oleh Allah SWT sebagai langkah awal untuk untuk menuju perubahan besar dalam diri Anda. Rahmat dan kerunia-Nya semoga senantiasa terlimpahkan pada kita selama kita berniat untuk menuntut ilmu di jalan-Nya. Allâhumma sahhil umûranâ wa umûra wâlidainâ wa umûra jamî'il muslimîn wa muslimât, âmîn yâ Rabb al-‘âlamîn. Wallâhu a'lamu bi ash-shawâb...
Pesantren UII, 8 Juli 2010
El-Fakir ila rahmati rabbihi
Facebook: http://www.facebook.com/notes.php?id=100000595487835¬es_tab=app_2347471856#!/note.php?note_id=440881124972
Tag: Kawan-kawan Persma
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat