Nasip Petani Tembakau Naus Besuki,, 3
Kamis, 16 Sep '10 01:04
Awal bualn juli yang biasa panas ternyata turun hujan juga, yang biasanya masyarakat jember selatan kususnya sudah mulai tanam tembakau besuki naus ternyat masih belum tanam juga, ada sih sebagian tapi masih banyak yang belum. Tembakau yang menjadi andalan pendapatan masyarakat jember kni sudah di ujung tanduk apalagi akan ada munculnya RPP mengenai peraturan penanganan masalah tembakau yang seakan menutup ruang gerak para petani yang pada dasarnya sudah cukup susah, dimana proses tanam tembakau yang semakin sulit, harga yang telah di monopoli para mafia pertembakauan yang abahkan pemerintah sekalipun tidak mampu untuk berbuat banyak, membuat petani tembakau semakin terpuruk kesejahteraanya.
Belum lagi dengan biaya tanam yang semakin mahal, malah pemerintah akan membuat RPP pertembakauan. Dari zaman nenek moyang sampai sekarang petani yang menjadi penyokong terbesar kemandirian ekonomo bangsa ternyata pemerintah masih ahnya memanfaatkan kaum petani dan buruh (buruh tani) hanya untuk kepentingan politis semata tanpa ada umpan balik positif dari pemerintah yang dapat meningkatkan taraf hidup para petani. Jember yang dulu pernah berjaya dengan komoditi tembakaunya kini harus terhenti sejenak mungkin untuk selamanya apabila tidak adanya dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah paling tidak para wakilnya yang ada di senayan sana mampu untuk lebih ariif dan biajaksana memikirkan serta menelorkan sebuah regulasi yang mampu untuk menyentuh langsung kepada kebutuhan para petani, meskipun tembakau adalah produk racun katakan, namun apabila sudah menyangkut keberlangsungan hidup maka juga perlu di fikirkan dan dilakukan sebuah langkah-langkah kongkrit dan aplikatif, paling tidak pemerintah mampu memberikan/menjadi jembatan yang akomodatif antara petani dengan para eksportir sehingga monopoli perdangan tembakau dapat di urai dan para mafia tembakau dapat diproses secara hukum, dimana para mafia tersebut yang menjadi biang keladi dari runtuhnya harga tembakau pada saat panen, kalaupun tembakau akan ada pembatsasan paling tidak ada peningkatan pada komoditi disektor lain taruhlah contoh peningkatan pada sektor agrobisnis serta pemekaran/peluasan pasar sehingga pada saat panen raya harga-harga tidak ajnlok sehingga tidak petani lagi yang menjadi korban padahal pada saat pesta polotik merekalah yang memiliki sumbangsih yang tersbesar jangan dislahkan rakyat apabila angka gol put semakin meningkan bahkan yang lebih mengerikan lagi yakni mosi tidak percaya kepada wakilnya yang sedang duduk manis di senayan menikmati jerihpayah keringat para petani diterknya mentari...
Salam Merdeka Peteniku,,,
Tag: petani menangis
Komentar:
"ada dosen berkata pd mahasiswa baru ,'ngap kalian kuliah disini (fak pertanian) lawong saiki lho sawah uda sempit'.."
kok rasanya melas toh jadi petani
Silahkan login untuk memberikan pendapat