Diskriminasi Pendidikan Terulang Kembali 23

Sabtu, 7 Agu '10 05:16

Jumat, 6 Agustus 2010, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember (ABSU) melakukan aksi menolak diskriminasi pihak manajemen Universitas Jember terhadap calon mahasiswa baru Universitas Jember. Aksi ini terkait sikap diskriminasi pihak manajemen Universitas Jember kepada calon mahasiswa baru yang tidak mampu membayar biaya registrasi.

Aksi dimulai pukul dua siang di depan gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Jember. Satu persatu massa berorasi di depan gedung menolak diskriminasi yang dilakukan pihak manajemen Universitas Jember. Mereka menuntut diberikannya kelonggaran waktu pelunasan biaya registrasi penerimaan mahasiswa baru 2010 yang telah lolos SNMPTN di Universitas Jember. Pihak manajemen Universitas Jember hanya memberikan batas waktu pelunasan biaya registrasi mahasiswa baru pada tanggal; 13 Agustus 2010. Hal ini yang disesali ABSU yang menolak batas waktu yang terlalu singkat.

Mahasiswa baru yang diadvokasi oleh ABSU antara lain;
1. Yuyun Wahyuni maba Sastra Inggris
2. Rois maba Fisip Kesejahteraan Sosial (KS)
3. M.Izzuddin maba Fak.Teknik Pertanian dan
4. Elok maba PGSD

Seperti yang dilansir Korlap ABSU; Badrul Tamam mengungkapkan keempat maba tersebut tidak mampu membayar biaya registrasi dalam waktu yang singkat. Beberapa orang tua mahasiswa baru tersebut telah menyerahkan segala keterangan terkait atas ketidakmampuan pelunasan pembiayaan pendidikan; Surat keterangan tidak mampu dari desa, slip gaji bulanan orang tua hingga foto rumah tempat tinggal mereka. Hal ini tetap saja tidak digubris oleh pihak manajemen Universitas Jember. Pihak manajemen bersikeras tetap memberikan batas waktu pelunasan hingga tanggal; 13 Agustus 2010.

Aksi dilanjutkan dengan berjalan menuju Gedung Rektorat Universitas Jember. Massa ABSU dihadang satpam Universitas Jember di depan pintu masuk rektorat. Jumlah satpam yang menghadang massa cukup banyak, sehingga ABSU memutuskan berorasi di depan rektorat dan menuntut bertemu dengan Pembantu Rektor I; Agus Subekti untuk dapat memberikan keringanan batas waktu pelunasan biaya registrasi untuk mahasiswa yang tidak mampu.

ABSU menuntut dan mendesak;
1. Rektor Universitas Jember segera membuat kebijakan keringanan biaya dan kelonggaran waktu pembayaran yang cukup kepada calon maba yang tidak mampu.
2. Rektor Universitas Jember secepatnya memerintahkan kepada panitia registrasi penerimaan maba untuk memberikan keringanan dan kelonggaran biaya bagi maba yang tidak mampu.
3. Tidak ada intimidasi dan diskriminasi pelayanan pendidikan terhadap maba yang tidak mampu.

Sampai tulisan ini diterbitkan massa ABSU masih menunggu di depan pintu masuk rektorat menunggu kepastian dari Pembantu Rektor I Universitas Jember. "Kami tidak akan pulang sebelum tuntutan kami dipenuhi oleh pihak rektorat" ujar mahasiswa Fisip Adni 2005;Badrul Tamam, selaku koordinator aksi ini.[]


Tag: Diskriminasi, Universitas Jember, ABSU

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
Arya Dwipangga 0 0
untung gue anak orang kaye.
orang miskin memang harus dihancurkan. jangan sampai mereka diberi kesempatan memperoleh pendidikan. mereka itu perusuh, penganggu, menjijikkan, harus disingkirkan. hidup orang kaya!
FF Haq 0 0
Pendidikan itu mahal dan harus ada bayaran atasnya. : )
Jadi wajar kampus melakukan itu. : p
Semangat ya dab.
mr Biawak 0 0
namanya juga negara kaya sumber daya alam, ya orang2nya pada kaya semua jadi apa saja mesti bayar.
Wahyu Eko P 0 0
yang miskin di larang koment ya

Silahkan login untuk memberikan pendapat