Home Industry : Susah Kerjanya, Murah Upahnya 1

Kamis, 5 Agu '10 23:58

Minggu, 11 Juli 2010

Satu lagi yang seringkali mungkin dilupakan
tentang industri rumahan
a.k.a home industry
atau pabrik yang dipindahkan ke rumah-rumah tempat tinggal.

--- *****---

Siang ini aku *kembali* terkejut dan tercengang...

karena seorang kawanku yang sedang menduduki pabrik,
sedang menjahit payet-payet pada sebuah baju
dan mengatakan bahwa untuk pekerjaannya yang teliti itu
ia akan mendapatkan 2000 ( dua ribu rupiah) setiap satu baju.

* Setiap satu baju ada 2 ujung lengan yang harus diberi payet-payet serta kerah baju yang lumayan lebar, yang juga harus diberi payet-payet. Satu baju, paling cepat dikerjakan selama 30 menit.*

Wow.

---

Aku mencoba mengerjakan 2 ujung lengan baju,
dan saat itulah,
aku merasakan betapa susahnya mempertahankan kehidupan
di dalam sistem yang penuh dengan ketidak adilan ini.

---*****---

Mereka memang culas.
Memindahkan pabrik-pabrik ke rumah-rumah penduduk
agar mereka tak perlu lagi
membayarkan upah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
apalagi memperhitungkan nilai lebih,
masih jauh sekali.

Karena pekerjaan yang dilakukan di rumah,
akan dianggap
pekerjaan sukarela yang hanya mengisi waktu luang.
Sehingga yang mengerjakan pun
akan selalu dikelabuhi
dan rela menerima berapa pun
daripada tak punya pekerjaan.

---*****---

!!

 


Tag: bersama rakyat yang berlawan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Dick 0 0
kadang memang kita tak pernah berpikir, bagaimana jika kita ada dalam posisi orang lain. sehingga kita dengan sekenanya saja bertindak, berkomentar, bahkan menjudge hanya dengan pikiran kita............

Silahkan login untuk memberikan pendapat