DPR yang Nista 2

Rabu, 4 Agu '10 22:48

 

Kita sama-sama bingung bagaimana bisa seorang anggota Dewan yang terhormat bisa membolos begitu sering. Jika 'yang terhormat' saja semacam itu, lantas disuruh seperti apa keseluruhan rakyat di negeri ini. Haruskah 231 Juta manusia Indonesia bersama-sama mencorat-coret gedung DPR untuk menunjukan bahwa rakyat teramat kecewa?

                Menjadi anggota DPR adalah sebuah pencapaian politik yang luar biasa. Mereka harus berkorban harta, benda, bahkan kesehatan jiwa untuk memperoleh kepercayaan masyarakat. Para anggota DPR terpilih, terlepas dari apapun, adalah manusia-manusia yang unggul. Mereka mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka mampu menjadi wakil masyarakat. Kepercayaan yang begitu berharga itu seolah pupus sudah hari ini. Membolos, kapan dan dimanapun itu adalah tindakan yang menistakan. Sebuah tindakan yang mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.

                Fungsi DPR dalam ketatanegaraan kita adalah sebagai wakilnya rakyat. Wakil berarti penyambung lidah tentang segala sesuatu yang masyarakat ingin sampaikan. Masyarakat akhir-akhir ini begitu mengalami tekanan berat di berbagai bidang kehidupan. Harga barang yang membumbung tinggi, naiknya Tarif Dasar Listrik, ledakan gas LPG yang tak jua tertangani, dan segudang permasalahan hidup lainnya adalah kegelisahan yang jelas dirasakan masyarakat. Masyarakat tentu ingin semua masalah tersebut dapat teratasi. Pada siapa lagi mereka akan bergantung kecuali pada negara sendiri?

Negara, dalam hal ini pemerintah perlu mendapat informasi bahkan pula tekanan agar segala kegelisahan rakyat dapat secara cermat dan cepat mampu teratasi. Kewajiban DPR adalah untuk memastikan bahwa permasalahan dapat teratasi sebaik mungkin oleh pemerintah. Ketika para wakil tersebut membolos, bagaimana bisa mereka mampu memastikan bahwa pemerintah serius untuk menangani semua permasalahan yang terjadi? Niat anggota DPR untuk sungguh-sungguh mewakili kepentingan rakayat terbukti sangat lemah jika melihat realitas akhir-akhir ini.

Bukan fokus memastikan segala permaslahan rakyat terselesaikan, para anggota dewan malah justru sibuk menguapkan isu-isu dan intrik politik. Isu dan intrik tersebut bukanlah demi kepentingan rakayat walaupun nama rakyat selalu dibawa-bawa pada setiap sensasi yang dibuat anggota dewan. Wacana mengenai dana dan rumah aspirasi semisal. Disinyalir berhembusnya wacana tersebut hanyalah akal-akalan anggota dewan dari golongan tertentu untuk menutup isu-isu yang jauh lebih penting. Motivasi dari kegenitan itu adalah kepentingan pribadi dan golongan semata. Wacana itu diharapakn dapat mengalihkan perhatian publik yang terfokus pada isu yang memperburuk citra pribadi dan golongan bersangkutan. Muaranya jelas adalah kepentingan politik pada pemilu nanti.

Hal yang tak disadari anggota Dewan adalah bahwa masyarakat saat ini telah cerdas untuk menganalisa setiap keganjilan. Aksi Pong Hardjatmo adalah salah satu bukti bahwa rakyat bukanlah anak kecil yang bisa diperalat dengan tindakan lucu-lucuan. Aksi Pong adalah akumulasi dari kekecewaan-kekecewaan yang tiap hari ditimbulkan oleh perilaku para pemegang amanah rakyat. Ketika antara ucapan dan perbuatan jauh berbeda, nurani rakyat akan jujur menilai.

Akibat yang akan begitu mahal dibayar adalah ketika kepercayaan rakyat terhadap negara dan semua perangkatnya hancur. Saat kepercayaan hancur maka segala hal yang berkaitan dengan negara akan tak punya taji. Pemilu 2009 kemarin menunjukan prosentasi golongan putih yang cukup mengkhawatirkan. Jika kekecewaan masyarakat terus terakumulasi, mungkin saja prosesi demokrasi seperti Pemilu tak akan lagi dianggap penting. Ketika itu terjadi maka akan timbul masalah yang teramat pelik diberbagai bidang. Semua program dari lembaga negara tidak akan berjalan secara baik. Masyarakat akan menentukan kehidupannya berdasarkan cara dan pandangannya masing-masing.

Kondisi itu tentu sangat tidak boleh terjadi. Bagaimanapun negara dan lembaga-lembaganya termasuk DPR itu penting untuk menjamin kehidupan rakyat. Para anggota dewan harus menyadari bahwa tiap tindakannya itu dicermati masyarakat. Perilaku gemar membolos adalah bentuk penistaan terhadap kepercayaan rakyat yang harus dihilangkan. Intrik-intrik yang hanya berdasar kepentingan pribadi dan golongan juga harus dihindari. Setaialah kepada rakyat dengan bersungguh-sungguh menjadi wakilnya yang tahu kewajiban. Wakil yang selalu memastikan kegelisahan masyarakat dapat teratasi.      

 


Tag: DPR Pembolos

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

arman dhani bustomi 0 0
dulu ada Guy Fawkes yang ingin meledakkan House of Representatif. pong nanggung sih...
Prayudha Magriby 0 0
Sebenranya saya mau bilang "Negara ini memang sudah tak pantas dihormati"... Konsepnya Hoobes gagal total di Indonesia... Yang ada hanya Indonesiamart,..

Silahkan login untuk memberikan pendapat