Oknum kriminal, LPM Teropong terancam dibredel 31
Kamis, 29 Jul '10 14:58
Kronologis Terkuaknya Kasus kriminal
Tepatnya tanggal 6 juli 2010, Kahar M. Maulana mendatangi kos titus, kira-kira pukul 18.30 WIB. Dengan wajah memerah dan mata membengkak, Ia (arga) mengajak titus berbincang "ada perlu penting" ujarnya. Dalam perbincangan tersebut, Ia menceritakan permasalahan berkaitan dengan pemalsuan dokumen yang dilakukaknnya untuk mengambil uang di bagian keuangan APMD.
Sambil menangis, Arga mengawali ceritanya dengan permohonan maaf terhadap kawan-kawan LPM Teropong dan berharap agar tidak memarahinya. Setelah meminta maaf, tanpa basa-basi Ia mengungkapkan "saya telah mengkhianati kawan-kawan semua, kemarin saya melakukan pemalsuan dokumen untuk mengambil uang di bagian keuangan APMD, adapun tindakan konyol itu saya lakukan karena terdesak masalah keuangan. Kemarin saya tabrak anak di Malioboro, setelah itu saya dituntut sama orang tuanya untuk ganti rugi Rp. 700.000,- atau dilanjutkan ke kepolisian. Karena takut dibawa ke kepolisian, terpaksa saya memalsukan dokumen dengan mengatasnamakan LPM Teropong". Ujarnya.
Ia melanjutkan, bahwa pembantu ketua tiga (PK III), Sugianto. M.Si. telah mengetahui masalah ini karena LPJnya tidak diterima senat. Adapun senat tidak menerima karena ditengarai adanya dana organisasi kemahasiswaan yang "liar". Setelah mengadakan pengecekan, ternyata ada proposal dari LPM Teropong yang tidak sesuai dengan tanda tangan PK III. Berawal dari hasil sidik jari di kepolisian, terbukti jika itu dilakukan Arga, yang kemudian memintanya untuk bertemu.
Dalam pertemuan itu "saya mengakui semua perbuatan saya dan PK III memberikan dua alternatif, pertama, masalah ini dilanjutkan ke kepolisian, kedua, diberhentikan secara tidak hormat dari APMD, LPM Teropong dibekukan selama dua semester dan anggota LPM Teropong yang disebut namanya dalam proposal dan yang digunakan kartu mahasiswanya di skorsing selama dua semester". Ungkapnya.
Mendengar cerita Arga, titus langsung beranjak pergi dan mencari teman-teman LPM Teropong. Kebetulan yang ditemuinya saat itu ; anto, petrus dan albertus. Bersama mereka, titus kembali ke kos untuk menemui arga, namun Ia tidak bangun meskipun sempat mengintip. Karena tidak dapat diajak ngobrol, maka ditunda pada esok harinya.
Tanggal 7 juli 2010, pukul 18.00 WIB, anggota LPM Teropong berkumpul di sekretariat untuk membahas perihal masalah tersebut. Dari pertemuan ini terungkap tingkah laku arga yang sesungguhnya. Beberapa teman anggota LPM Teropong menceritakan jika mereka pernah dipinjam KTMnya (kartu tanda mahasiswa) bahkan menyuruh mereka mangambil uang di bagian keuangan. Namun mereka tidak tahu jika uang tersebut illegal.
Pukul 22.00 WIB, anggota LPM Teropong menghampiri Arga di kosnya, namun Ia tidak membukakan pintu, sehingga harus membobol kamarnya. Setelah kamarnya berhasil dibobol, Ia didapati dalam keadaan tertidur lemas dibawah kasur. Melihat kondisi fisiknya yang tak bertenaga, teman-teman anggota LPM Teropong menggantarnya ke rumah sakit.
Tanggal 8/7/2010 jam 01.30 WIB pulang dari rumah sakit dan dibawa ke sekretariat LPM Teropong untuk diajak bicara. Dari pembicaraan itu, Ia menceritakan jika tindakan "bodoh" itu sudah dilakukannya sejak menjabat sebagai pimpinan umum LPM Teropong 2009/2010. Dan mengakui bahwa Ia juga memperalat beberapa teman guna mengambil uang di bagian keuangan.
Pada tanggal 9/7/2010, pengurus LPM Teropong bertemu dengan pembantu ketua tiga (PK III), Sugianto. M.Si. dalam pertemuan yang berlangsung jam 09.00 WIB ini, PK III menanyakan mengenai management keuangan LPM Teropong, setelah itu, ia menceritakan seputar masalah pemalsuan tanda tangannya (PK III) oleh oknum anggota LPM Teropong.
Pertemuan ini cukup panjang hingga dibatasi shalad juma'd. Sebelum pertemuan ditutup, ada permintaan dari LPM Teropong untuk mengecek data (proposal) yang diajukan LPM Teropong selama kepengurusan periode 2009/2010.
Sore 9/7/2010, Kahar M. Maulana, membuat surat pernyataan terbuka yang menyatakan telah menyalahgunakan wewenangnya sejak menjadi PU LPM Teropong, dengan tandatangan diatas materai 6000. Tertanggal, 9 juli 2010. Dan diikuti oleh surat pengunduran diri dari LPM Teropong tertanggal, 10 juli 2010. Ditanggapi LPM teropong dengan surat pemecatatan tertanggal, 11/7/2010.
Tanggal 12/9/2010, PK III datang ke Teropong untuk memenuhi permintaan Teropong tentang pengecekan data. Dari hasil pengecekan ini ditemui setidaknya 26 proposal illegal. Dan nominal uang berkisar Rp. 18.000.000,-an.
Perkembangan terakhir, pada tanggal 16/7/2010, PU LPM Teropong dan beberapa anggota yang mendapat surat undangan dari PK III, melakukan pertemuan di ruang sidang APMD dengan Lembaga kampus yang diwakili PK I, PK II dan PK III. Dalam pertemuan ini menurut PU, petrus ndamung tidak ada keputusan apapun. Dan masih menunggu pertemuan antara PK yang hadir saat itu dengan ketua APMD.
Inilah kronologis masalah pemalsuan dokomen yang dilakukan Kahar M. Maulana. Dan masalah ini belum memiliki titik terang karena masih dalam proses.
Berkaitan dengan ancaman pembredelan LPM Teropong, saya telah mendiskusikannya dengan sekjen kota yogyakarta (secara informal). Semoga menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa mahasiswa yang sesungguhnya kelihatan ideologis, ternyata tidaklah seperti perkataannya.
Tag: berita
Terkait:
-
Ikhlas Dalam Ke-tidak-tahu-an
Minggu, 25 Apr '10 11:24
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
si berang-berang: Penting
-
sisca civitas: Penting
-
Atul: Penting
-
Oo Zaki: Penting
-
Dwiki: Penting
-
Rizki: Responsif
-
Die Key belajar nulis: Responsif
-
dewi alfath: Penting
-
FF Haq: Bagus
-
Fajar Kelana: Penting
-
iren_natas: Penting
Komentar:
sbnarx kwan scara tdak lgsung kmi da dbekukan cz dlarang braktivitas slma msalah ini blum slsai.
kmi trus mnekan agar cpat dslsaikn, entah scara hukum atau kekeluargaan. tpi dri kmpus tak ada respon, bhkan kita undang tuk audiensi dgn smw svtas kmpus, mreka g darang.
semoga teman2 teropong bisa dapatkan jalan keluar terbaik,, demi penyelamatan lpm teropong
Sy sudah mdngar isu ini memang,tp bru skrg tw kjeLasanx.
Semangat kawan,kami mendukung teropong!
Sebelum selamatkan Teropong, akui kesalahan dulu dong...
skdar sharing aja, ni jga aq da critain ma tman sbgian di PPMI jgja, bhwa sjak RAPERSMA 2010/2011. AQ dan bendahara umum dah putusin tuk tarik diri dari Teropong krna ktidakjlasan LPJ, shingga Qta mlakukan protes saat itu, dan kita mbuat kubu2 yg mnantang.
stlah itu kmi dkucilkn dlam ruangan, akhirnya aq plih keluar ma tman2 yg kontra, hingga masalah ini trjadi ru aq gabung lagi krna peduli dgn Teropong.
skrgpun kta yg walk out waktu itu, tak mndapat jbatan apa2, shigga kmi tak bsa buat apa2. bahkan kami pasrah.
aq publikasikn maslah ini tanpa pgtahuan pngurus, bahkan tak satupun yg tw. tujuanku hanya ingin mnceritain ma kwan2, bhwa inilh pglaman bruk kami, semoga mnjadi pelajaran bgi kira smw.
aq jga sklian mnta maaf ma tman PPMI jgja, jka slama ini kmi tak trlibat dlm kegiatan PPMI, cz inilah stuasi kmi. dan aq ndiri g ikut cz aq mrasa sdah g pux wadah di PERSMA, shgga aq mmilih "diam".
Sy sepaham dg mas zaki.
Em, (sungguh maaf) tp rasa2ny tdk adiL bg teropong sndr jika d saat ia goyah,bbrp pengurusx justru meniGaLknx hny krn suatu ketidakjeLasan LPJ. .
N skrg mempubLikasikanx tnp sepengetahuan pengurus yg msh menjabat . .
Sy prihatin membaca fakta ini.
Jd,sX Lg (kLo bLh sy mberi saran),utamakan kseLamatan LPM . .
sbnarnya kmi beda prspektif dlm hal pglolaan organisasi. aq ssungguhnya mperjuangkn agr LPM Teropong aktif di PPMI agar mndpat angin segar dri luar bhkan mnyarankn anggota di magangkan cz slama ini tak pux karya, ttapi mreka brpandangn kuatkn didalam intrnal sja yg slama ini trbukti gagal. aq malu sama tman2 LPM Yogya yg trgabung dlm PPMI, cz slama ni paling aq yg ikut kegiatannya itupun jarang, dan tanpa dukungan dri mereka.
brkaitan dgn ktdaktahuan pgrus dlam mmposting tlisan ini, cz mreka cnderung mnutupi masalah ini, bhkan dtingkatan mahasiswa dan birokrasi dkampus,.
jjur sblum ini, aq sudh sharing ma tman di PPMI dan jga mmobilisasi teman dri dewan mahsiswa agar turut dlam pnyelesaian ini. itupun tnpa spengetahuan mreka.
Dibagi pasti cepat kelar. Tapi sebaiknya selesaikan internal dulu, atau minimal sudah ada keputusan (struktur/kultur) di LPM. Sederhananya, kawan-kawan di luar Teropong gak akan bisa masuk untuk bantu selesaikan masalah ini jika pintu Teropong masih dikunci dari dalam. Apalagi kalau di dalam pada perang-perangan semua. Hehe
Kabari terus perkembangannya ya...
berita
aktualisasi
konfirmasi
aksi
rek onsiliasi
@titus:selamat berjuang kawan!semoga cepet terselesaikan....
@kafi; hidup uang? Kita harus hidup dulu baru uang yang hidup, wkwkwkwk
Silahkan login untuk memberikan pendapat