Apa Arti Sebuah Persma.com bagi Anda? 4
Selasa, 20 Jul '10 22:09
Dulu ketika aku mulai memasuki dunia persma.com ini, usianya baru 3 bulanan sejak dilaunching-Tidak lebih dari usia kelulusanku dari kampus, tapi lagaknya sudah seperti istri saja. Infotaiment menyebutnya sebagai 'affair'.
Tiba-tiba aku mulai meringkas do'a lepas sholat subuh untuk melihat tulisan-tulisan terbaru yang diposting. Semacam keharusan. Bahkan mandi menjadi tidak-mengapa-untuk-diakhirkan. Perhatianku terpalingkan.
Tiba-tiba aku menjadi sangat sensitif terhadap setiap rating yang diberikan kepada tulisanku. Sangat berharap tidak ada label hitam, sebab "biasa"pun sudah cukup membuat sesak. Saat mendapat apapun yang berbau +1, hati senang bukan main-hingga bisa senyum2 sendiri.
Yang juga mengherankan, aku mendapati diriku sendiri begitu tekun memperhatikan komentar warga lain atas komentar yang aku telah lontarkan sebelumnya. Sialnya, website ini ternyata memungkinkan aku untuk melakukan tracing komentar-komentar tadi dengan tanpa luput. Ah, aku semakin tergila-gila-atau dalam bahasa yang lazim digunakan di bagian belakang truk-truk di jalanan, Mabuk Kepayang.
Jumlah komentar yang ditujukan kepada tulisanku juga menjadi sesuatu yang membuatku gugup. Rekorku 6.0 dan belum pernah lebih dari itu. Jumlah komentar yang minim lalu jadi meruntuhkan moralku serta merta. Aku kecewa.
Headline adalah hal lain yang sangat aduhai. Silih berganti warga-warga teladan Persma.com-bukan aku-berada disana. Aku cemburu.
Bagaikan merak pejantan yang memamerkan bulu-bulu eksotisnya untuk menggoda si betina, warga-warga persma berlomba untuk membuat tulisan yang wah, hingga dapat memenangkan hati moderator, menjadi pilihannya. Dan itu bukan aku. Aku cemburu berat.
Benar-benar website ini... sampai-sampai ratusan komentar dan puluhan artikel yang telah aku buat tidak mampu membuatku berkata, "cukup!"
Oh, Persma.com. Kau menyebalkan tapi menggemaskan.
***
what is Persma.com mean to you? apa arti sebuah Persma.com bagi anda?
bagiku, Persma adalah sarana pembelajaran politik yang amat gombal.
Terkait:
-
Kalau marah jangan diambil hati
Kamis, 22 Jul '10 16:48 -
Media Persma dalam era Kekinian
Minggu, 12 Feb '12 20:00 -
Aku, Persma, dan Tulisanku
Rabu, 31 Agu '11 19:17
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Eko P: Perlu
-
nenden pabelanis: Perlu
-
Rizki: Bagus
-
Die Key belajar nulis: Perlu
-
Kopi Persma: Perlu

Komentar:
tiap orang punya misi sendiri nih di persma.com
yaa. saya pun sempat kecanduan di bulan-bulan sebelum kongres di jember, dan setelah itu.. pet! tiba-tiba saya menghilang.. dengan alibi sibuk, saya pun merasa tidak berdosa untuk menghilang dari persma.com.
dan sekarang, waktu-waktuku menghilang ku sesali.. yaa.. sampai aku luput untuk mengamati kalau disini sempat panas gara-gara salah satu rekan saya yang 'tenar'..
aih.. hanya bisa menyesal saja sekarang.. dan mencoba untuk meluruskan semua.. dan masih tetap berandai-andai : "coba saya lebih cepat kembali.. mungkin tidak bakal ada hal yang sangat 'menghebohkan' itu.."
Woooyyoo..wooyyooo Joss dah!
stik-sitik bubuk
Silahkan login untuk memberikan pendapat