Advokasi Sungai Kemuning Banjarbaru Kalsel 0

Selasa, 13 Jul '10 14:43

Jauh sebelum Banjarbaru menjadi Kota Madya, ketika KH. Samuhdar Utari berdomisili di Gunung Apam tempat yang akan menjadi cikal bakal kota Banjarbaru. Kai Dauk Ahmad sudah ada membuka perkampungan di hilir sungai kemuning. Mengikuti budaya sungai sebagai adat dibanua kita, kai Dauk memilih berdomisili disana. Setelah Hijrah dari banua asal beliau didaerah Lok Laga di Hulu Sungai Tengah, pasca hiruk-pikuk masalah gerombolan Ibnu Hajar (1947-1949).
Setelah membabat alas yang masih dipenuhi padang kayu Alaban dan pohon Karamunting dengan kondisi alam masih angker serta masih banyak ditemukan buhaya dan ular berbisa. Beliau berikhtiar untuk mencari mata air yang bersih untuk keperluan sehari-hari, akhirnya usaha beliau menemukan mata air yang jernih terkabul sehingga memutuskan untuk bertempat tinggal disana. Kampung itulah yang sekarang dikenal dengan nama kampung Batuah. Disana beliau (kai Dauk) membuat sumur untuk minum dan kolam untuk keperluan MCK. Kampung Batuah adalah kampung tertua di Banjarbaru, sebelum ada Gereja di Sumberadi, ketika masih menjadi daerah pandulangan (setelah booming ditemukan intan terbesar didunia di daerah cempaka dengan nama "Galuh Cempaka") didaerah sumberadi dikenal orang dengan pandulangan Karamunting, sementara dikampung Batuah dikenal orang dengan pandulangan Dukuh.
Menjadi cerita turun temurun pada warga kampung Batuah adalah ketika beliau mengusir orang Cina yang mandi barandam dikolam tersebut karena dinilai beliau tidak sesuai dengan syariat dan tradisi banua kita (kalau mandi harus pakai baju tilasan) sampai sekarang petuah kai Dauk itu masih terjaga dan dilestarikan. Dan dalam perkembangannya sumur tersebut dibangun kembali (renovasi) dengan pompa Dragon sedangkan kolam mandi dicor semen dan membuat WC Umum (baca: kantor direktur) dengan sistem over flow (aliran air limpasan). Sungguh semuanya itu adalah sebuah bentuk kearifan lokal yang lahir dari inisiatif warga sendiri.
Bersama H. Asmarie, H. Ibnu Kasim, H. Syarkawi dan pakle Kasan serta H. Masdar beliau (kai Dauk) dengan dibantu seluruh warga kampung bahu-membahu membangun Langgar Darul Istiqomah, walaupun dimulai dengan jamaah yang sedikit tetapi beliau tetap terus berjamaah sehingga menjadi semakin bertambah jamaahnya. Ditambah empat serangkai ulama yang menjadi pelita kampung Batuah yaitu KH. Said Zubair, KH. Kurnain (sekarang penghulu Banjarbaru), KH. Abul Hasan dan KH. Ideham . Yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya dalam menyampaikan dakwah di kampung Batuah khususnya dan Banjarbaru pada umumnya. Tidak ketinggalan Supriadi seorang Qori kawakan tingkat propinsi yang ikut mengharumkan nama kampung Batuah ini.
Selain itu masih ada beberapa tokoh lagi dari kalangan birokrat antara lain, Drs. Aini Akhmid pelopor Yayasan Jafri Zam-zam yang ikut serta membangun Madrasah Ihya Ullumuddin dikampung ini, R. Ishak Syahdan Kepala Sekolah SDN Banjarbaru Kota 9 dan Ibu Rusnah Kepala Sekolah SDN Banjarbaru Kota 4, kemudian Drs. Rustam Efendi (sekarang kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, setelah sempat menjadi Camat) menambah deret panjang tokoh-tokoh yang muncul dari sebuah kampung yang bernama Batuah.
Pada periode 1990-an kampung Batuah juga mempunyai sebuah club olahraga dan pemuda yaitu COMBAT Club yang dalam kiprahnya ikut turut serta meramaikan berbagai pertandingan dan turnamen dikota Banjarbaru seperti cabang olahraga Basket, Volly dan Sepak Takraw, mereka pernah beberapa kali meraih piala dan berhasil keluar sebagai juara. 

 

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: public/baca.php

Line Number: 72

" alt="

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: public/baca.php

Line Number: 72

" class="photoimg" />
">

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: public/baca.php

Line Number: 85


Tag: advokasi, legal standing

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat