HILANGNYA ROH OPOSISI 1
Rabu, 7 Jul '10 15:52
Melihat fenomena yang terjadi pada negara saat ini adalah hilangnya roh yang paling dinantikan oleh smua kalangan yaitu “ OPOSISI “. Akan tetapi, semua itu hanyalah sebatas wacana karena sampai detik ini masih belum ada satupun yang mendeklarasikan secara terang – terangan bahwa dirinya adalah kubu oposisi. Pada saat detik – detik yang ditunggu oleh semua kalangan adalah pada waktu PDIP dalam jumpa pers yang di wakili oleh Sekjen PDIP Pramono Hanung mengatakan bahwa PDIP “ tidak menjadi kubu oposisi akan tetapi hanyalah sebagai penyeimbang “. Diakui atau tidak bahwa semua itu keluar dari stagman Ketua Umum PDIP (Megawati Soekarno Putri) bahwa akan menjadi Partai Oposisi akan tetapi, semua itu melenceng dari stagman awal. Dari ketidak konsistenan PDIP terhadap pemerintah sehingga diberbagai kalangan menimbulkan banyak pertanyaan. Sebenarnya diakui atau tidak dalam sebuah negara atau pemerintahan membutuhkan sebuah kaum oposisi kerena sebagai pengontrol pemerintah. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “ Pemerintahan yang kuat karena adanya oposisi yang kuat pula demi kelancaran sebuah pemerintahan “. Jika dalam sebuah pemerintahan tidak ada oposisi, maka tunggulah saat – saat kehancuran negara tersebut. Pada saat salah satu organisasi yang diantaranya : Ormas, LSM, OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra) dan Masyarakat Sipil, tidak ada yang menyatakan sebagai oposisi maka bangsa kita akan berada diambang kehancuran. Sebenarnya kemarin sempat melihat di media elektronik bahwasanya pernyataan sekaligus deklarasi tentang oposisi terhadap pemerintahan, diawali oleh Mahasiswa Universitas Indonesia yang menyatakan bahwa “ akan melakukan oposisi murni terhadap pemerintah “. Sebenarnya kita berharap banyak pada seluruh masyarakat yang peduli akan bangsa ini akan bergabung dengan apa yang dikumandangkan oleh mahasiswa UI agar berpartisipasi menjadi kubu oposisi. Jika kita melihat fenomena yang terjadi saat ini menjadi menyeramkan dan tragis karena blum ada satupun dari organisasi manapun yang brgabung untuk mendklarasikan sebagai kubu oposisi. Dengan tidak adanya oposisi maka jangan mengharap negara kita akan berjalan sesuai dengan apa yang kita cita – citakan bersama. Memang kita rasakan selama ini adalah politik pencitraan yang dilakukan pemrintah sangat mulus dan konpirasi politiknya sangat spektakuler. Sebenarnya kita telah di nina bobokkan dan menjadi terlena, sehingga kita tanpa sadar sudah diperas dan diperalat oleh orang – orang yang mempunyai kepentingan terhadap bangsa dan negara kita ini. Sulit dipercaya, tragis dan itu diluar prediksi, mungkin itulah kata – kata yang cocok bagi salah satu parpol dan masyarakat. Karena sebelum pilpres ada salah satu parpol yang menyatakan bahwa akan mendapatkan suara 70% dan pada pilpres sebentar tidak ada pilpres putaran ke – 2. Dari pernyataan itulah maka semua parpol sudah pesimis karena beberapa parpol yang mengusung capres akan memenangkannya karena KPU sudah dikavling oleh salah satu capres untuk meloloskannya keistana untuk kedua kalinya. Meskipun salah satu dari pasangan capres dan cawapres menyatakn seperti itu, tetapi hal itu hanya ditanggapi sebagai lelucon untuk meraup suara. Namun setelah mereka melenggang ke istana maka, mereka malah merapat dan brkoalisi dengan pemerintahan. Bukan menjadi oposisi guna mengontrol smua kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Hal ini juga tetanam pada midset Mahasiswa yang hingga saat ini masih di beri gelar agent of change, agent of knowlage dan agent of control. Akan tetapi semua itu Sudah.......... ......................................................................................Continue
Terkait:
-
Kita koalisi juga donk!
Kamis, 22 Okt '09 12:35 -
Mahasiswa Siap Jadi OPOSISI
Rabu, 21 Okt '09 15:12

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat