menulis??? 3

Senin, 28 Jun '10 12:23

aku masih duduk termenung di pojok kampus sambil menikmati hotspot gratis yg tiap semesternya mahasiswa diberi tarif 10.000 rupiah per orang. aku jadi mikir, gimana seandainya bagi mereka yg tidak menggunakan fasilitas tersebut, bagaimana dengan mahasiswa yg tidak memiliki laptop atau apalah namanya. aku tidak melihat disini solusi yg berfikir secara mahasiswa untuk kepentingan orang banyak, karena memang yg menentukan kebijakan ini adalah fakultas tapi kenapa BEM fakultas itu tidak bergerak sedikitpun. aku heran apakah BEM FKIP yg ada di Unlam sudah mati kutu menghadapi tingkah polah si tangan besi penguasa, atau mereka sudah dapat jatah makan?

banyak yg mempertanyakan hal seperti itu, tapi sayang BEM hanya sekedar nama tak mampu berbuat apa2.

tulisan ini kubuat bukan untuk mencari yg salah maupun yg benar serta bukan pula untuk mendeskriminasikan pihak manapun, tapi untuk mengingat dan mengambil pelajaran bahwa mahasiswa bukan agent of change yg sempurna karena mahasiswa memiliki juga memiliki naluri penguasa yg tinggi, mahasiswa juga ingin menuntaskan nafsunya. kasus yg terjadi di FKIP Unlam tak dapat dipungkiri adalah salah satu kegagalan BEM yg berkuasa pada saat itu. padahal banyak sekali mahasiswa yg tidak menikmati fasilitas hotspot tersebut.

 beginilah dunia, penuh ketidakadilan di kala yg berkuasa tidak terlalu memihak kepada yg lebih lemah. aku pun tak menyalahkan siapa2 tentang hal ini, hanya ingin menjadikan ini sebagai pembelajaran kita semua.

menulis itu mudah, kata seorang dosen yg sekaligus penulis. beliau cukup terkenal dan dikenal selalu ingin populer dengan menerbitkan buku2nya. semua mahasiswa yg ada di unlam pun tahu, karena beliau pernah mencalonkan diri sebagai calon rektor. terkadang aku tertawa sendiri ketika melihat judul2 buku yg beliau tulis, seperti menulis indah, menulis berbunga-bunga, menulis cinta, dan lain2. pada intinya semua isi tulisannya memberika motivasi kepada kita untuk terus belajar dan mengekspresikan menulis di kehidupan sehari-hari.

aku sendiri sebenarnya tak punya ketertarikan untuk menulis walaupun aku salah satu anggota persma, tapi entah kenapa setiap aku merasakan perasaan yg tak menentu aku selalu menulis. dahulu sewaktu SMP aku senang menulis puisi, bahkan buku catatan ku pun penuh dengan puisi. sampai aku SMA, baru saat itu aku berani mempublikasikan puisiku di mading sekolah. selalu ada komentar yg aneh ketika aku menempel puisi itu di mading, karena aku tak pernah menulis puisi tentang cinta. gempa bumi, tsunami, bahkan tentang kematian selalu menjadi bahan puisiku.

sampai sekarang aku masih belum tahu apakah menulis itu mudah atau tidak, yg aku tahu menulislah apa yg kau fikirkan dan jangan berfikir apa yg kau tuliskan.


Tag: fix

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

bung hakim 0 0
bujur toh, lebih jelas nonton film freedom writer pasti klop bangeet .
pokoknya TOP BGT dech
: )
andrie freengs 0 0
kita hidup dengan tulisan
kita mati hanya dengan sebuah tulisan
janganlah berhenti menyuarakan akan kebenaran
hingga akhir zaman
FF Haq 0 0
Kegelisahan menandakan kau masih manusia. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat