kejujuran yg mahal 2

Kamis, 24 Jun '10 11:57

terkadang untuk mencapai sesuatu yang bagus selalu ingin menempuh berbagai cara. begitu pula untuk mendapatkan nilai ujian terbaik dan bisa lulus dengan sempurna tentu dambaan semua mahasiswa. tapi apakah dapat dibernarkan apabila mereka menempuh segala cara untuk mencapai tujuan tersebut?

sekarang di Unlam lagi musim final test nich. tentu saja semua mahasiswa hanya ingin terbaik yg tercantum di KHS mereka. nilai A dan IP 4,00 dikejar dengan berbagai cara. katanya sich nyontek itu gak baik. tapi baru saja kemarin sewaktu lagi ujian, aku ada ngeliat kawanku yg biasanya ku sebut mahasiswa berprestasi diskusi dengan teman di sebelahnya. aku jadi bingung, apakah ini esensi ujian yg dimaksud? aku tidak menuduh dia nyontek, tapi aku rasa hal seperti itu sebaiknya dihindari karena percuma saja nilai yg kita dapat apabila dalam bertindak di suatu kondisi saja kita tidak jujur.

mahasiswa kok seperti anak SD?

aku tidak men-judge bahwa diriku jujur, akan tetapi ketika kita sebagai mahasiswa, agent of change dituntut untuk menerapkan nilai2 dasar dari sebuah kehidupan seharusnya mampu melaksanakannya. mereka yg ku kenal sebagai "mahasiswa berprestasi" seharusnya malu di depan para dosen memuja dan memuji mereka akan tetapi di belakang mereka seakan mencoreng nama seluruh civitas akademika. aku mungkin tak sepintar mereka, tapi setidaknya aku melakukan semua dengan usahaku sendiri walau terkadang aku tak lulus dalam ujian. sejauh yg kutahu kejujuran itu sangat mahal, dan hanya dapat ditukar dengan apresiasi yg tak ternilai harganya yakni kepercayaan.


Tag: Mahasiswa

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

bung hakim 0 0
Kalau kejujuran adalah hasil akhir dari sebuah pendidikan, maka hari ini kita harus berani mengatakan bahwa Pendidikan dibanua kita bahkan Indonesia telah kehilangan esensi dasarnya yaitu Humanity.
Pendidikan yang hanya melahirkan para penindas baru seperti jaman penjajahan harus kita lawan....!!!
Katanya Pena Lebih Tajam Daripada Pedang.
FF Haq 0 0
"mahasiswa kok seperti anak SD?" kata ini sudah adanya pemakluman apabila kita melakukan tindakan tercela, menyontek. Kebiasaan yang dilakukan saat beradadibangku kuliah sebenarnya ditanamkan pada saat kita melakukan pendidikan dasar. : p

Pemahaman mahasiswa akan nilai selalu disangkut pautkan dengan beasiswa, kerja dan pujian. Menyedihkan. Namun apabila itu dilakukan dengan rasa bangga maka mereka layak mendapatkannya. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat