persma mandul 34

Senin, 21 Jun '10 12:46

persma yg katanya menjadi kontrol dari tingkah polah sosial masyarakat kini telah kehilangan jati dirinya, khususnya persma di Universitas lambung mangkurat (UNLAM). awalnya aku merasa bangga karena menjadi bagian dari kepengurusan orang2 yg ku anggap luar biasa ini, tapi pandanganku berubah ketika mereka telah melenceng dari aturan yg telah mereka tetapkan sendiri. aku berusaha memberikan yg terbaik untuk organisasi ini, tapi mereka seakan menganggap apa yg kulakukan adalah perbuatan yg didasari tanpa hati nurani. yang aku inginkan hanyalah kemajuan persma itu sendiri, tapi tampaknya masing2 orang telah sibuk dengan urusannya masing2 dan mengabaikan kepentingan bersama. ku akui tak ada imbalan yg setimpal bagi mereka yg mengurus organisasi mahasiswa di kampus, hanya pengalaman lah guru dan penghasilan yg mereka dapatkan. akan tetapi hal tersebut dirasa kurang oleh orang2 yg mengaku memiliki jiwa kepemimpinan. aku prihatin ketika persma dari daerah lain mampu menanggapi isu2 hangat mengenai permasalahan di daerahnya, tapi persma unlam hanya diam karena tak punya dana buat nerbitin tabloid mahasiswanya. tambah miris hatiku ketika orang yang seharusnya bertanggung jawab malah seakan acuh tak acuh terhadap masalah tersebut. bullshit idealisme mereka!!! organisasi bagi mereka hanya dijadikan tunggangan dan batu loncatan untuk mengejar karir yg katanya lebih cemerlang ketimbang mengurus organisasi yg tak mampu menghasil uang bagi mereka, orang2 seperti itu tak pantas mendapat predikat agent of change. mereka malah sumber dari malapetaka bangsa ini. bangsa ini udah sulit dan taring2nya pun sudah rapuh untuk dapat bertahan, hutang melimpah di sana-sini. belum lagi budaya ketimuran yg sudah tenggelam di terjang badai budaya barat. mau dibawa kemana bangsaku, jika semua berakar dari orang2 yg hanya lebih mementingkan kepentingan individu mereka. dan dapat dikatakan bahwa persma seakan mandul.


Tag: unlam, LPPM

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

titus ray 0 0
kawan persma bkanlah organisasi profesional, mka dri itu jgn brgantung pada struktural yg ada. bla ada ide, lakukan itu...
diaz..bram 0 0
persma bukan ajang cari duit......so tetap semangat kawan
m2t 0 0
smua mslh intern ini jgn kau campurkan k luar..
perdebatan2 sengit jgn dtumpahkan disini..
smw msh membangun...
jujur psti ada rasa gak rela kl organisasi qt di nomor duakan..
intropeksi diri aj..
sejauh mana qt dah ngsh bwt LPPM..
diaz..bram: selamat lah mas..
hahahahah
sisca civitas 0 0
ini penting sbenarnya utk di publikasikan..
karna , mmng sperti itulah keadaannya..

mngkin hmpir sma dg keadaan yg sya alami.
ya... spertinya sma dg yg bang fix rsakan..

kompleks mmng mslh ini, tpi percaya sja kawan..
kta msih bsa bertahan dg idealisme kta sndiri,
nnti akn trbukti siapa yg akan brkembang, dn siapa yg akan gugur..

ttap menulis!
fix 0 0
aku mohon maaf kalau hal seperti ini membuat kawan2 yg lain malu. tapi sejauh pengalaman yg aku tahu. persma organisasi yg menjunjung tinggi kebenaran. bagaimana akan bangkit ketika para pengurusnya bergelimang dengan kebohongan diri sendiri!!!

"ungkapkanlah kebenara walau pahit sekalipun"

tak pernah bermaksud untuk memojokkan pihak manapun, akan tetapi seperti ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
faruq pabelanis 0 0
"katakan sebenarnya walau itu pahit"
jangan khawatir kawan, suatu saat pasti ada jalan keluar...
terus berjuang untuk kebaikan bersama...
semua persma mendukung anda... : )
m2t 0 0
sisca civitas: setidaknya km kd ungkapkan keluar..
ini mslh intern yg tdk sepanatasnya yg luar tw...
fix: menjadi pembelajaran..
q teringt kt2 1org ppmi dan skg q menerapkan dwilayah banjarbaru..
pendekatan kultural..
mrka tdk hnya organisasi,...
mrka ada dlppm krn kuliah..
dan skg q bs memahaminya...
faruq pabelanis: mksh mas dukunganmu..
kami sngt menghargai...
mslh intern yg dbw keluar
fix 0 0
sori semua.... bukan aku bermaksud membawa masalah intern keluar, tapi karena ini masalah kita bersama dan pihak intern pun seakan tak peduli mungkin m2t sedang menerapkan pendekatan kultural atau apalah namanya. tapi yg aku tahu permasalahan kita sangatlah urgent. aku tidak lagi melihat wajah orang2 yg berusaha menjaga kredibilitasnya. aku tak lagi melihat orang2 yg dulu sangat bangga akan tulisannya. yg aku lihat sekarang hanyalah orang2 yg peduli untuk menaikkan pamornya sendiri dengan mengabaikan kepentingan bersama.
m2t 0 0
fix: bkn hanya mnt muuph, kt sowrie...
cb qt duduk bersama, ngmngn ini..
itu jauh lbh baik drpd membuka dluar...
q kangen, q rindu suasana lppm dulu gda cekaman...
q kangen kekeluargaan dbjm...
bjb dah mulai bangkit dr tdr panjangnya..
jgn menjust org gpeduli m organisasi ini..
jgn pandang sempit...
ingt kd?
pian yg dulu blg k q, wktu q mrasa smwa yg ngerjain q, gda org lain, anggota gbguna dbjb..
pian m k2 acad membuka mata dan pkrnq..
cb terapkan pd diri sndiri
sisca civitas 0 0
Ah...
toh mslah intern sperti ini loh..
dilami bnyak LPM juga..
ini mlah bgus, karna kta bs sling thu dan mmbntu..
alias sharing...

lain kalo mslah internnya , misaLnya..
sekre jadi sarang bokep.. itu intern,, mamalukan.
ato mslh internnya Pmmpin Umum g bsa ngomong itu intern,, mamalukan jga...

sya mngakui di LPM sya pun,
k'adaannya hmpir sma speti itu.
bgmna?
Rizki 0 0
fix: Kawan, yang terpenting dari "Persma" adalah menulis, kerja2 jurnalistik lah yang dilakukan disitu, mulai dari menceri, reportase, kalo perlu investigasi juga dilakukan dan yang terakhir akumulasi dari itu semua adalah karya/media, kita bergerak melalui tulisan kawan bukan lewat turun ke jalan.
Banyakin kumpul, diskusi, bedah buku, nonton film, kumpul2 dan ngopi2 daris itu jalinan erat akan selalu terjalin,jangan keburu pesimis dan marah dulu, tetap semangat kawan, gak ada yang Instan alias langsung jadi, semua lewat proses : p
m2t 0 0
sisca civitas: SIPP..
matur thna's lah.....
Rizki: bener2..
diskusi,bedah buku..
it dh kmi lakukan khususnya banjarbaru..
tiap mlm sbtu...
tp setahuq bjm juga sudah..
kami msh membangun, menemukan jln..
bener kami emg gda gunanya..
kami gda bandingan dbanding persma lain..
q sangat sadar..
mk it kami pgn merubah...
dan pgnq jgn d umbar klwr
ilham_pena 0 0
buat mita : semangat mit,,,semua pasti ada jalan keluarnya,,kita2 di mataram juga begitu kok,,salam buat kawan2 di banjarmasin dan banjar baru,,!!
m2t 0 0
ilham_pena: makasih lag bang ilham....
maksh dukungannya..
iyupz..
msh membangun...
yuk mari, kpn2 k kalsel mas..
hehehe
ketoles ARBIMAPALA 0 0
Kalau boleh masuk ya

Kawan persma adalah kita, kalau kita salah jangan munafik dan akui kesalahan itu dan mari berubah
m2t 0 0
ketoles ARBIMAPALA: yupz..
kami mengakuinya bang..
tp jgn diumbar klwr
si berang-berang 0 0
untung saja kita masih persma.
nody arizona 0 0
@ Media kan g bisa diartikan tabloit atau majalah dengan cetakan yg keren. Selembar kertas atau blog sederhana juga bisa dimanfaatkan untuk ruang berkarya dan menulis tentunya.
FF Haq 0 0
Banggalah bagi kalian yang bertahan di Persma. Dalami dan pahami.

Aku bangga menjadi seorang jurnalis kamus dan Persma. : D
Bagaimana dengan kalian?
Kalau sudah cinta maka semua cobaan pasti ada solusinya,

: p
pietre 0 0
semua butuh pengorbanan... itu menjadi refleksi juga bwt kami yang masih belum bisa seperti lpm yang lain. tapi yang pasti setiap usaha akan membuahkan hasil..
m2t 0 0
si berang-berang: bener2.......
nody arizona: betullllllllll
FF Haq: say sangat cinta wez mas....
pietre: sip..
perlu pengorbanan...
bukan diumbar keluar
diaz..bram 0 0
sekali-kali bisa juga buat acara santai biar gak terkesan serius.....
saya rasa itu bisa memperkuat internal selain diskusi...
coz yang lain bisa jenuh
m2t 0 0
diaz..bram: GAK PERLU TEKANAN...
sangat perlu dgaris bawahi..
bukan sebagai hantu...
tp sebagai patner kerja....
bwt k2 fikar: SARAN DARI mas bram bisa jadi refrensi pian..
GAK PERLU TEKANAN, BUHANNYA JGN HANYA DIBENTAK TP QT HARUS SADAR DIRI...
JGN MENYALAHKAN ORG LAIN INTROPEKSI DIRI ITU LEBIH BAIK....
JANGAN SAMPE MATI LAGI ORGANISASI QT...
INGET K2 RESTU, K2 BANA YG SUSAH PAYAH MEMBANGUN KEMBALI
fix 0 0
buat mita: maksud qam apa ngomong kayak gitu????
bung hakim 0 0
Dinamika Persma memang seperti itu, makanya dalam diklat ada materi Manajemen Redaksi. Untuk Lokalitas Unlam memang punya problem tersendiri, tapi bukan berarti jadi "bacakut papadaan", kurang cukupkah pelajaran Sultan suriansyah lawan mamarinanya???
Ada banyak jalan untuk membangun Kritisisme massa, selama 'dangsanak sabarataan' jeli melihat musuh bersamanya siapa??? jangan mau berlama-lama stag alias mandul, malu diketawain sama rektorat lho....
(solusi cari obat kuat ajah, biar sembuh mandulnya).
: D
m2t 0 0
fix: inropeksi diri
bung hakim: hahahhahah
cari obat kuat kah bung?
hohohoho
klo dbjb kontak lah...
tar wt diskusi bareng
Wahyu Eko P 0 0
saya katakan: seorang pencari sponsor, di visi magang, atau yg lain apalah itu namanya, apakah bisa di sebut seorang persma, saya jelaskan, bisa. namun sangat ironis bila seorang persma belum satupun menulis sebuah berita

samalah dngan LPM-LPM yang ada. selain sebagai media pembelajaran, seharusnya LPM jga membawa dampak pencerahan pada lingkungan sekitar. heeeeee
si berang-berang 0 0
akh akh...
kok tambah ga karuan ya
Wahyu Eko P 0 0
haaaaaaaaaaaaaaa apanya mas
m2t 0 0
hahhahaha
sudahlah emg gak jelas og
ikhwan 0 0
hmm...

hmm...

mengharukan..
m2t 0 0
mengharukan apanya?
FF Haq 0 0
Pret.
m2t 0 0
hahhahahaha

Silahkan login untuk memberikan pendapat