Dosen (Pahlawan Tanpa Tanda Jasa) 9

Jumat, 18 Jun '10 20:11

Mahasiswa dan dosen erat kaitannya. Tanpa dosen, mahasiswa tidak bisa mendapatkan dan mendalami ilmu sesuai dengan bidangnynya. Dosen sosok pengganti guru yang telah melekat disetiap pikiran kita dari kita TK. Guru atau dosen adalah Pahlawan tanpa jasa. Sampe-sampe Iwan Fals menciptakan lagu Oemar Bakrie, untuk menghormati sosok yang mulia itu.

Entah ganti jaman atau apa, tapi paradigma itu sedikit demi sedikit mulai bergeser. Ya, paradigma yang mungkin tanpa tanda jasa. Sekarang ini banyak ditemukan sekolah-sekolah gratis, itu hanaya sebuah temeng tapi dibalik itu semua itu pasti ada biaya lain dan sebagainya. Atas nama pendidikan dan pembelajaran. Masyarakat kita telah dicekoki itu semua. Dibuat sangat gampang bahkan sangat mudah dengan membayar segepok duit.

"JER BASUKI MAWA BEA" ujar

Tidak usah jauh-jauh, dikampus perikanan Unlam. Kampus tempat orang-orang yang berada diwilayah tengah ke bawah ini menimba ilmu pun melakuakn praktik yang 'Tidak layak'. Dan yang snagat mengecewakan dosen yang melakukannya adalah dosen yang juga lulusan dari fakultas tua ini.

Dengan alasan, kemajuan teknologi, jaman. Bener pada saat mengajar dab menawarkan

'Saya tidak memaksa kalian untuk membeli CD pembelajaran ini'

CD pun hanya dipesan oleh segelintir orang, 10-15 orang dari 53 mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Pikiran mahasiswa yang tidak memesan 'kada pa-pa kada pesan. gasan apa jua menukar' (pake bahasa banjar), statment-statment lain yang serupa pun muncul karena dosennya setelah menawarkan CD pembelajaran tidak pernah lagi mengajar. Bukan hanya tidak masuk kuliah, tapi juga CD yang dipesan pun tidak kunjung ditangan. Ada sedikit penyesalan, 'karena pesan pun dosennya jua kada pernah masuk, percuma dah'

Sehari sebelum final test. Dosen itu memberitahu lewat  kontie bahwa soal semester bagian beliau ada di dalam cd itu. Timbul pertanyaan dari para mahasiswa yang tidak membeli CD dan pertanyaan itu terjawab saat final test. Dosen itu masuk ke ruang ujian dan memberikan CD serta mengumumkan

"Untuk soal bagian saya, ada didalam CD ini, take home dan dikumpulkan paling lambat 2 x 24 jam"

mahasiswa yang tidak membeli CD pun bertanya

"Yang kada memebeli CD kaya apa pak?"

jawaban dosen itu luar biasa

"Whatever??"

Sangat-sangat BIJAK sekali jawaban dosen itu.


Tag: kebijakan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

titus ray 0 0
sbnarx lo dosen/guru dianggap sbagai pahlawan tnpa tnda jasa, g jga sich, bktix bnyak guru yg ngeluh bahkan demo utk knaikan gaji, seolah mereka ngajar cz duit.
m2t 0 0
titus ray: hahahaha
it dia
The President's 0 0
dosen itu bukan tanpa tanda jasa akan tetapi dengan tanda jasa, buktinya sekarang marak komersialisasi pendidikan mulai tingkat SD smpe PT.
ironis memang kalo kita melihat seperti itu dan tidak mencoba melawan.....
dmn jiwa agent of control kitta......?
bung hakim 0 0
kada kawa komen lagi nah, kna klo aku pas off jalan-jalan ke Unlam slajur maliati kos ading dsana.
Keep Spirit............
m2t 0 0
bung hakim: knp jd kd kawa koment lg?
tlsn adg gak berbobot kah?
hahahhahahahahah
yupz..
kontak aja deh..
The President's: yun...
FF Haq 0 0
Komersil sekali dosenmu. Sama seperti yang terjadi di STMIK Amikom Yogyakarta. Dosen yang mengajar malah mengharuskan membeli buku yang ditulis olehnya. : p

Apa jangan-jangan bayaran dari kampus kurang ya?
: D
m2t 0 0
hahahaha
podo ae wez mas..
lht aj nilainya yg mana yg tinggi
FF Haq 0 0
Biasanya kalau kita beli produk yang mereka tawarkan nilai akan lebih bagus dari pada yang tidak beli. : D
m2t 0 0
hohohoohoho
hukum alam dah

Silahkan login untuk memberikan pendapat