Tak Lagi Tempoe Doeloe 2

Rabu, 9 Jun '10 02:24

 Malang Tempo Doeloe (MTD) adalah salah satu pesta rakyat yang diselenggarakan pemerintah kota Malang semenjak tahun 2006 lalu yang bertujuan untuk mengenalkan sejarah kota Malang kepada khalayak luas. Acara yang digelar di sepanjang jalan Ijen itu selalu dipadati pengunjung. MTD menggambarkan tentang wajah kota Malang pada zaman dahulu dan mengenalkannya pada semua warga khususnya para pelajar yang berasal dari luar kota malang. Acara yang diselenggarakan empat hari itu memiliki berbagai acara, mulai dari tari-tarian tradisional hingga pagelaran wayang kulit.

Seperti namanya, MTD menghadirkan semua hal yang berbau "Tempo Dulu" mulai dari pakaian para pramuniaganya, property, makanan, dll. Pengunjung pun melakukan hal yang sama untuk memeriahkan acara dengan berpartisipasi dalam hal berbusana. Banyak diantara mereka yang mengapresiasikan diri dalam balutan berbagai busana "Jadul", lengkap dengan berbagai propertinya.

Namun, pada kenyataannya MTD kini tak benar-benar tempo dulu. Hal ini terlihat dari konsep acara yang terasa sedikit menyimpang dari gambaran tempo dulu. Bila dibandingkan dengan tahun lalu yang lebih menonjolkan kesan alami sebuah masa lalu, MTD kali ini menekankan kesan tempo dulu hanya pada stan para peserta saja. Meski bagian panggung seni yang mempersembahkan berbagai acara tradisional menambah kesan tempo dulu, tetapi dirasa kurang menggambarkan masa lalu. Tak ada gambaran persawahan buatan, hewan ternak dan yang lainnya seperti tahun lalu. Hal ini membuat para pengunjung merasa bosan dan seakan mereka hanya menonjolkan sisi komersialnya.

Keadaan ini diperparah dengan pemandangan yang kurang sedap saat mendapati para pengunjung, yang kebanyakan adalah para remaja, mengenakan pakaian tradisional-modern yang sedikit kurang sopan. Misalnya saja, beberapa gadis yang berkunjung memakai baju batik dengan rok diatas lutut. Bahkan tidak sedikit pula yang menggunakan hot pants. Mengingat acara yang mengangkat tema masa lampau, seharusnya mereka lebih bisa menempatkan diri. Terlebih jika melihat pengunjung MTD tidak hanya khusus remaja tetapi berasal dari berbagai kalangan, mulai anak-anak sampai orang tua.

Dari yang terlihat dalam acara tersebut, sudah seharusnya dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk melestarikan budaya bangsa dengan cara yang benar sehingga bisa mendorong generasi muda dalam memajukan bangsa. Dan membangkitkan rasa cinta terhadap budaya yang dimiliki. MTD memang harus menyuguhkan suasana tempo dulu dimana setiap orang masih menjunjung tinggi adat budaya dan norma susila yang kuat di masyarakat sehingga dapat membantu memperbaiki moral bangsa.

 

Tantri Listyamaya

Lembaga Pers Mahasiswa Siar


Tag: Malang, Malang Tempo Doeloe

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sisca civitas 0 0
HE.. kbetulan sya juga penikmat MTD kemaren...

bner juga, saya fikir tahun ini MTD esensinya tdk bsa sya rasakan. suasana tdak seperti Tempoe Doeloe yang dulu..

Tapi, masalah Hotpants sya pikir bkan itu mslahnya.
yang penting pengunjung dpat menikmati suasananya itu yg penting, tdk penting kostumnya.. itu hnya euforia sja.. rasa cinta bdaya tdk bs diukur hnya dg mmkai kostum tempo dulu kan?

sperti sya cntohnya, sya tdk mmpunyai kostum yg 'pantas' mnurut anda utk dipakai di MTD,, apa sya harus malu utk ksna? atau mrsa tdk pantas? gk toh.. sbenarnya, sya masih bsa mrsakan suasana tempo dulunya kok, ya emang tdk serti thun lalu jga sih.

tapi , akankah bagus. jika dalam 4 hari sluruh warga malang , keluar, utk ikut berpartisipasi, brsam akeluarga dan kerabat dlm event tersebut. acara sperti ini harus ada selalu..

( tapi yg bkin kesel,, sya kena tipu tkng parkir , hehehe)

FF Haq 0 0
Dinikmati aja.....
Xixixixixixixi
: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat