MENGHADAPI PEMILIHAN BAKAL CALON REKTOR 0
Rabu, 9 Jun '10 02:16
Universitas Negeri Malang (UM) tampak disibukan oleh pelaksanaan penjaringan bakal calon rektor (bacarek) periode jabatan 2010-2014, mengingat masa jabatan Prof. Dr. Suparno (rektor sekarang) akan habis pada November 2010 mendatang. Segala peraturan mengenai pelaksanaan penjaringan ini dibuat oleh senat universitas yang kemudian dilaksanakan oleh panitia penjaringan.
Syarat bacarek UM antara lain memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun sebagai dosen universitas, berijazah S3 dan serendah-rendahnya menduduki jabatan lektor kepala, sehat jasmani dan rohani. Selain itu, bacarek harus mempunyai visi, wawasan dan minat terhadap pengembangan universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing nasional dan internasional.
Sedangkan tata cara penjaringan dilakukan oleh panitia penjaringan, borang kesediaan menjadi rektor dikirim ke dosen yang telah masuk dalam syarat, diumumkannya bacarek kemudian penjaringan dilakukan melalui pemungutan suara dalam satu hari yang memilih adalah dosen, karyawan dan pengurus harian organisasi kemahasiswaan.
Panitia penjaringan mengirim 4 atau 5 nama bacarek berdasarkan perolehan suara kepada senat untuk mendapat pertimbangan senat yakni dengan mendengarkan presentasi program kerja yang berisi tentang keadaan universitas secara keseluruhan dan gagasan pengembangan universitas serta melakukan dialog dihadapan rapat pleno senat. Kemudian dipilih 3 orang untuk dikirim kepada menteri
Dari 156 dosen yang telah dikirimi borang , hanya enam orang yang mengembalikannya antara lain Dr. Mit Witjaksono Ms,Ed dari FE, Prof. Dr. Moch Sochib M.Pd dari FIP, Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.Sc dari MIPA, Dr. Suyono, M.Pd dari FS, Incumbent yaitu: Prof. Dr. H. Suparno, dan yang terakhir Dr. Supriyono, M.Pd dari FIP.
Sistem pemilihan bacarek ini tergolong baru, dimana mahasiswa UM dapat berpartisipasi pertama kali pada acara 'dialog terbuka dengan bakal calon rektor' yang diselenggarakan Senin kemarin (13/4). Jika dibandingkan dengan pemilihan rektor yang lalu, hal ini sangatlah berbeda, dimana calon rektor harus melakukan pemilu di tingkatan fakultas terlebih dahulu.
Berbicara mengenai dialog terbuka, para bacarek memiliki kelebihan masing-masing, misalnya Witjaksono dengan Triple Helix, sochib dengan pengalamannya menangani universitas swasta, Suparno dengan program penguatan kapasitas institusi Badan Layanan Umum (BLU), Yuwono yang berfokus pada Holistic Learning, Supriyono yang ingin memperbaiki sistem serta sarana-prasarana (sarpras), dan Suyono dengan 55 program kerja unggulannya.
Semua bacarek menjanjikan UM yang lebih baik pada masa jabatannya kelak. Namun, janji yang paling ekstrim dilontarkan oleh Sochib yang menyatakan bahwa separuh penghasilannya sebagai rektor nantinya akan diberikan untuk kepentingan mahasiswa. Tentu saja, peserta langsung riuh mendengar pernyataan tersebut, entah tidak percaya ataukah memang berlebihan.
Pada sesi akhir acara, Kadim Masjkur selaku moderator memberikan empat pertanyaan akhir yang salah satunya akan dipilih untuk dijawab oleh bacarek. "Bisa dibilang, empat pertanyaan akhir ini adalah pertanyaan pamungkas yang menjadi penentu," kata Kadim saat itu. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkisar mengenai peningkatan kualitas staf dan sarpras, pelayanan mahasiswa, peningkatan kualitas pendidikan, dan kisah seputar pendanaan ormawa yang berbelit-belit. Perwakilan MPM juga sempat menyatakan 8 isu yang harus dapat dilaksanakan oleh bacarek.
Satu kejadian 'panas' sempat terjadi ketika Kadim akan mempersilakan bacarek menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Hal ini dikarenakan adanya seorang peserta yang seolah sebal karena tidak ada satupun bacarek yang mengangkat isu Badan Hukum Pendidikan (BHP) dalam program kerjanya. "Karena itu, mohon maaf, Pak Kadim, saya langsung bertanya saja, apa yang anda, bakal calon rektor lakukan mengenai tindak lanjut BHP yang baru saja dibatalkan?" teriak mahasiswa Deskomvis ini.
Karena bacarek hanya diperbolehkan menjawab satu, maka masing-masing memiliki prioritas pertanyaan yang harus dijawab. 'Jawaban pamungkas' Suyono ditujukan pada peningkatan kualitas UM dan sempat sedikit membahas BHP, Yuwono menjawab tentang peningkatan kualitas staf UM dan sarprasnya, Sochib berfokus pada pertanyaan BHP, Suparno lebih memilih menjawab tentang pelayanan mahasiswa, Witjaksono berpanjang lebar tentang peningkatan kualitas pendidikan, dan Supriyono membahas tentang kegiatan mahasiswa yang terbatasi dana.
Pemilihan dilaksanakan pada Kamis mendatang (14/4) di masing-masing fakultas dan kantor pusat universitas. Ini adalah kesempatan yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemilih, terlebih mahasiswa. Salurkan aspirasi kalian melalui perwakilan orwama. Gunakanlah hak pilih kalian untuk kemajuan universitas tercinta ini mendatang. Win/Kyo.
Dikutip dari Buletin SIAR edisi April 2010
Tag: pemilihan rektor
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
FF Haq: Penting
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat