Batu Ponari Tak Mampu Sembuhkan Penyakitnya 4

Rabu, 26 Mei '10 20:25

Dukun cilik Ponari!!! Tentu anda tidak lupa dengan nama yang satu ini. Ponari, terkenal dengan 'batu petir' saktinya yang diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, baru-baru ini dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi. Sebelum dirujuk ke rumah sakit, orang tua Ponari sempat 'bereksperimen' mencelupkan 'batu saktinya' untuk diminum, namun suhu tubuh ponari terus meninggi. Tak ayal, untuk beberapa saat 'klinik ponari' pun ditutup. Batu sakti milik ponari ternyata bukan alternatif yang diharapkan, 'dukun cilik' ini tak kuasa untuk memilih keperkasaan ilmu pengetahuan ketimbang 'batu petir' ajaibnya tersebut.

Namun, apa kejadian ini bisa menyadarkan masyarakat, yang telah diterbangkan dengan cerita-cerita mistik khas indonesia? Nampaknya kita tidak bisa terburu-buru memberi kepastian. Hilang cerita satu-datang cerita lain. Budaya mistik ini tentu bisa menjadi 'proyek' bagi orang seperti ponari, politikus sampai film horor yang sedikit dibumbui adegan mesum jaman sekarang.

Kepercayaan masyarakat akan hal mistik tentu membuat pola pikir mereka terkurung dan enggan untuk melihat bagaimana tertinggalnya bangsa Indonesia di era modern. Keadaan yang harus dirubah tanpa mengabaikan keindahan budaya Indonesia. Tentu, sudah begitu banyak tokoh masyarakat dan akademisi berbicara mengenai permasalahan yang menimpa masyarakat kita, namun kita harus bertindak lebih dari itu. Pemerintah dituntut lebih lagi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sibuk kesana-kemari dan demi kepentingan pribadi melakukan tindak pembodohan kepada publik.

Meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam bidang iptek adalah hal yang wajib dilakukan, selain membuat bangsa kita mandiri, kemampuan dalam bidang Iptek membuat masyarakat berpikir lebih ilmiah dan masuk akal serta tidak lagi meyakini kehebatan batu, pohon maupun benda-benda mati lainnya. Tentu saja kualitas pendidikan adalah kunci utamanya. Selain itu, tokoh agama harus lebih intens mengingatkan larangan-larangan untuk mempercayai benda yang selain Tuhan. Akhir kata yang sedikit sinis tapi mudah-mudahan konstruktif : "Batu Ponari tak sehebat resep dokter!!!"

 


Tag: sosial

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Die Key belajar nulis 0 0
mitos dan logos..
nenden pabelanis 0 0
masih ada to batu ponari tuh?
Wahyu Eko P 0 0
ponari swet
FF Haq 0 0
Asik mpok nari main film lagi loh..... : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat