When Javanese Speak English 12
Selasa, 18 Mei '10 20:39
Kira-kira judul diatas berarti "Ketika Orang Jawa Berbicara Dengan Bahasa Inggris." Mengapa saya mengangkat tema itu? Akhir-akhir ini perkembangan dan peminat Bahasa Inggris di Nusantara meningkat begitu pesat. Universitas-universitas yang membuka prodi Bahasa Inggris sampai merasa kewalahan menghadapi banyaknya calon mahasiswa Bahasa Inggris. Permasalahan bertambah ketika pihak Universitas ternyata tak memiliki tempat yang memadai (baik dari jumlah kelas sampai parkir) untuk kegiatan perkuliahan. Tapi bukan hal itu yang ingin saya bagikan kepada teman-teman, melainkan apa sih daya tarik Bahasa Inggris sampai-sampai "Paijo" pun tertarik mengambil jurusan Bahasa Inggris di kotanya.
Inggris, Inggris dan Inggris. Dari English Premiere League yang digandrungi hampir sebagian besar masyarakat pecinta bola di dunia, sampai The Beatles, grup musik legendaris yang lagu-lagunya digandrungi pecinta musik di dunia dari anak-anak sampai mbah-mbah. Dari iklan-iklan di televisi yang ingin terlihat keren dengan menampilkan slogan mereka dengan Bahasa Inggris, sampai komputer, makhluk manusia paling populer yang beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa cepat, hingga menempatkan Bill Gates sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Semua hal tersebut mau tak mau, suka tak suka akan mendorong penikmat The Beatles, EPL, dan komputer belajar Bahasa Inggris. Lambat laun, teori permintaan akan berlaku di wilayah ini. Pemerintah pun bergerak cepat dengan memberikan materi Bahasa Inggris setidaknya bagi siswa SMP.
Mungkin itulah mengapa "Paijo" mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, yang menurutnya mempunyai masa depan cerah karena banyaknya permintaan akan tenaga pengajar Bahasa Inggris, entah itu SD, SMP, SMA, Universitas maupun bimbingan-bimbingan belajar bahasa asing. Namun, ternyata terdapat suatu kesenjangan antara harapan dan kenyataan, dimana sebagai orang Jawa ternyata "Paijo" menjumpai kesulitan dalam menjalani kegiatan Inggrisasi-Jawa dalam dirinya. Tak hanya itu, struktur kalimat yang berbeda juga memberinya kesulitan yang cukup berarti.
Sebagai orang Jawa, "Paijo" tahu betul tentang pepatah "Alon-alon Waton Klakon", yang sering disalah-artikan, bahkan oleh orang Jawa sendiri, yaitu budaya hidup malas. Baginya, pepatah di atas mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dalam hal apapun, termasuk dalam menuntut ilmu. Sabar, merupakan bentuk lain daripada 'Laku', yaitu suatu cara untuk mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi.
Mungkin itulah yang menyebabkan "Paijo" terlihat begitu santai dalam proses belajarnya. Ia kini mempunyai misi lain selain menjadi guru atau instruktur Bahasa Inggris, yaitu dengan Bahasa Inggrisnya, ia mempunyai sebuah cita-cita untuk memperkenalkan budayanya ke dunia internasional.
Tag: Bahasa
Terkait:
-
Selamatkan Bahasa Indonesia!
Jumat, 20 Mei '11 15:07 -
Musik Rock: Musik Keras atau Musik Mengayun?
Selasa, 25 Jan '11 10:00 -
Kasus Trivia Berjudul Bahasa Tulis
Selasa, 6 Jul '10 21:36
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sisca civitas: Bagus
-
Wahyu Eko P: Responsif
-
dewi alfath: Responsif
-
Die Key belajar nulis: Responsif
-
ika journal: Responsif
-
fu'ah DIMENSI: Perlu
-
FF Haq: Penting
Komentar:
yang secara gak langsung mendobrak sekat2 SARA..
*duh, malah ikutan sok inggris*
ya.. banggalah dengan bahasa nasional kitaaa..
hi......!!!
hahahha
3n4kk aZZahhh... LOe!!!
ihhh... geli aku rek..
weslah,, bhsa jowo ae aku...
ehmm,, Hidup Indonesia!
bhineka tunggal ika..
junjung tinggi bahasa persatuan!
hahahahaha
*Gaya sekali.....
Silahkan login untuk memberikan pendapat