sekilas tentang kalimantan selatan 13

Selasa, 18 Mei '10 19:08

Bekantan, Intan Martapura, Batu bara, Bariti, Pasar terapung. Jika fauna, batu permata, hasil alam, nama sungai serta obyek wisata ini disebut langsung terbayang kalimantan selatan. Sebuah daerah paling selatan di Pulau Kalimantan. Banua, demikian banyak orang yang menyebut.

Provinsi yang beribu sungai ini persisinya berada di sebelah barat dengan provinsi kalimantan Tengah, sebelah timur dengan selat Makassar, sebelah selatan dengan laut jawa dan sebelah utara dengan provinsi Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Selatan secara geografis memilki letak wilayah 114,19" 33" BT - 116 33' 28" BT dan 121' 49" LS 110" 14" LS dengan luas wilayah 37.377,53 km2 atau hanya 6,98% dari luas wilayah pulau Kalimantan.

Daerah yang paling luas adalah kab Kotabaru kemudian kabupaten Banjar serta yang palin kecil tapi padat penduduknya adalah kota Banjarmasin.

Daerah kalimantan Selatan terkenal dengan sungainya. Selain sungai barito, banyak aliran sungai yang mengalir dibanjarmasin dan sekitarnya sehingga kita juga mempunyai wisaya yang menarik yaitu pasar terapung.

Namun dibalik itu semua, banyak ternyata masalah yang ada Provinsi pengahasil batu bara no 2 se Indonesia ini, lampu byar pet yang tidak kunjung selesai. Yang tidak kalh penting adalah ketertinggalan desa. Banyak desa tertinggal, SDM yang sangat-sangat kalah dengan Indonesia bagian manapun. Sebut saja desa kuala tambngan yang berada di takisung Kabupaten Tanah Laut. Disitu hanya terdapat satu TK atau sekarang ini disebut dengan PAUD, 1 Sekolah Dasar serta 1 SMP yang terletak jauh dari penduduk. Fasilitas yang ada disitu bisa disebut tidak layak pakai atau jauh dari fasilitas yang ada dipusat kota. Pantas saja para penduduknya rata-rata hanya berpendidikan lulusan SD. Tidak ada dukungan, dorongan serta bantuan dari pemerintah yang membuat mereka berpikir pendidikan itu penting serta melanjutkannya. Para pemuda hanya duduk santai dan berokok ataupun dikapal tanpa ada sehelai benagpun ada dibadan mereka.

Melihat pasal

Pasal 31

(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional

(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Apa gunanya aturan, pasal ini dibuat? Hanya untuk dilanggar atau buat pamer pada dunia Indonesia punya ini? Tidak ada tinjdak lanjut secara konkret, apa gunanya adanya BLT, Beasiswa pendidikan yang setunyuk itu? kalo9 tidak tepat sasaran.

Rupanya banyak PR bagi para calon2 pemimpin Banua itu sendiri, Selamat Pilkada, Selamt bersaing. Tapi ingat banyak PR menghadang kalian setelah dipercayai amanh rakyat.


Tag: pemilu

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

pietre 1 suka | 0
pendidikan masyartakat pinggiran dan pedalaman mulai di lengahkan...
Masih banyak daerah - daerah yang fasilitas pendidikannya tak layak di kalimantan. tak hanya di kalimantan selatan....
Selamat berjuang generasi muda indonesia..........
mr Biawak 1 suka | 0
sebenarnya hanya keserakahan kaum elit lah yang membuat provinsi yang memiliki kekayaan alam melimpah ini masih berada dalam keterpurukan. hasil alam yang dikeruk hanya dinikmati segelintir elit serakah, yang mempertebal kantongnya rela menempuh segala macam cara.
sisca civitas 0 0
iya..
yg sya syangkan bnget.
trakhir, blan febuary kmaren,, sy ke pasar terpung , dulu psr trpung rame.. dan mrupakan dy tarik yg berpotensi, eh.. skrg agk sepi ya?
tdak seramai dulu. pdgang2nya naik ke atas, g jualan di sungai lgi kbnyakan...
eh.. pemkotnya kmna y??
nenden pabelanis 0 0
wahh.. borneo.
seharusnya selalu menjadi zamrud indonesia.

*pengen ke kalimantaaaan*
ketoles ARBIMAPALA 0 0
Lagi-lagi maslaha yang sama
m2t 0 0
pietre: he eh..
emg tidak banyak..
kalsel ktnya paling maju drpd kalimantan2 lain tp nyatanya??
mr Biawak: hohohoho
sp nch ank bjb..
sisca civitas: pemkotnya pilkada neng ae...
hohohohoh
nenden pabelanis: ayuk, kami tunggu d banua
ketoles ARBIMAPALA: iyupz...
nenden pabelanis 0 0
m2t: doakan saja,, semoga secepatnya bisa menginjakan kaki di tanah zamrud katulistiwa.. : D
m2t 0 0
nenden pabelanis: selalu...
m2t 0 0
mr Biawak: sial tnyt indra
FF Haq 0 0
Saat hal semacam ini kembali dibincangkan, maka kita tidak dapat menyetarakan tingkat pendidikan dimasing-masing daerah. Bagi para calon dan nbakal pemimpin harus segera memikirkan hal ini karena akan berimbas kepada sumber daya manusia yang akan diisi bukan dari putra/i daerah. : D
m2t 0 0
FF Haq: yupz..
namun it smwa adalah mimpi..
yg menang org banua jua pilgub kmrn..
hahah
gub thn lalu..
FF Haq 0 0
Kita sulit (tapi masih mungkin) untuk mengubah isi kepala yang kolot dengan pemikiran sempit. Alangkah baiknya jika kita memupuk pemikiran ini dari sekarang agar tidak mengikuti arus yang keliru. : )
m2t 0 0
FF Haq: siap......

Silahkan login untuk memberikan pendapat